4 Februari 2016

[BLOG TOUR] REVIEW TIGER ON MY BED

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:02:00 PM

Judul Buku: TIGER ON MY BED (#VIMANASINGLES book 1)
Pengarang: Christian Simamora
Harga Jual: Rp. 88.000
Bulan/Tahun Terbit: DESEMBER 2015
Panjang x Lebar: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 408 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel Dewasa


Tagline:
SEBELUM BENAR-BENAR PATAH HATI,
KAU TAK AKAN PERNAH MENYADARI SEPERTI APA KAU INGIN DICINTAI.

Blurb:

“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”
Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.
“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.
“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA
 



Setelah sukses dengan #JBoyfriendSeries, Christian Simamora kembali dengan #VimanaSingles, dan Tiger On My Bed menjadi pembuka serial ini. Untuk novel perdana #VimanaSingles, kita akan bertemu dengan Talita Koum Vimana -Tal-.
Tal, gadis cantik, pintar, terlahir dari keluarga kaya raya, dan CEO Perusahaan Appraiser Appraiser. Hidup Tal terlihat sempurna. Mungkin banyak gadis-gadis di luar sana yang ingin bertukar tempat dengan Tal. But she didn't have an happy ending in her relationship. Rizal, tunangannya, lelaki yang sangat dicintainya, memutuskan pertunangan mereka karena jatuh cinta dengan wedding planner mereka. Bukan cuma merenggut cinta Tal, tapi Rizal juga merenggut kebahagiaannya. Tak ada yang tersisa dari hati Rizal kecuali rasa penyesalan. Tal terpuruk sendirian, berusaha mengumpulkan serpihan-serpihan hatinya yang sudah hancur tak berbentuk. Puas mengurung diri, Tal berusaha move on. Saat menghadiri launching produk kecantikan, Tal ditantang Fika dan Yana, dua sahabatnya untuk menyobek foto dirinya dan Rizal yang masih dia simpan dalam dompet. Bukan cuma itu, tapi Fika dan Yana juga mengusulkan sebuah ide untuk Talita, yaitu mencari rebound. Seseorang yang menjadi pelampiasan luka hati Tal demi bisa melupakan Rizal.
"Semacam cowok yang nggak akan lo pacarin dalam situasi normal. Tipe cowok yang lo pilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out." Hal 15
Awalnya Tal menolak. Dia masih ragu-ragu dan gugup, belum siap menjalin hubungan yang baru. Tapi dalam hati Tal membenarkan ucapan sahabat-sahabatnya. Tal terluka karena Rizal, dan yang bisa mengobati luka hatinya adalah lelaki lain. Dan ide mencari rebound adalah satu-satunya yang bisa Tal pertimbangkan.
"The strongest drug that exist for a human is another human being." Hal 24
Pilihan Tal jatuh pada Jai Birksted. Lelaki blasteran Denmark-Indonesia dan berprofesi sebagi desainer interior, yang tengah duduk sendiri di bar dan sedang dirayu oleh seorang gadis bernama Ariana. Tanpa basa-basi Tal langsung berpura-pura sebagai kekasih Jai, dan nekat duduk di pangkuan Jai demi bisa mengusir Ariana dari situ. Dari pertemuan singkat malam itu, dan setelah kembali terkenang dengan pengkhianatan Rizal yang kembali membuka hatinya, Tal kembali menghubungi Jai. Sempat ditolak saat Tal meminta Jai melakukan one night stand dengannya, karena masih trauma dengan kejadian masa lalunya, tapi pada akhirnya Jai pun tidak sanggup menolak pesona Tal. Tiger arrangement, begitu mereka menyebut hubungan mereka. Tapi Tal merasa kalau dia mulai bergantung pada Jai. Bukan hanya tidak bisa menyingkirkan bayangan Jai dari benaknya, tapi Tal tidak bisa menampik rasa nyaman saat Jai berada disampingnya. Begitu pula sebaliknya dengan Jai. Jatuh cintakah mereka?
Goodbye is goodbye, it will hurt us eventually. Hal 118
"Gue tahu lo punya kekuatan untuk menyembuhkan patah hati lo sendiri. Tapi gue nggak akan membiarkan lo melakukannya seorang diri. Always remember that." Hal 245
Orang bilang, rasa cinta bisa muncul mendadak seperti sebuah ledakan besar, tapi tak jarang terjadi juga berupa letupan-letupan kecil namun intens. Hal 288
Kalau kalian sebelumnya sudah membaca Meet Lame, pasti sudah baca juga sedikit sneak peak cerita novel ini yang ada di halaman belakang. Saat pertama tahu soal novel ini, dan saat membaca sinopsisnya, aku berpikir kalau Tal ini nggak beda-beda jauh dengan tokoh Emi di Pillow Talk. Tipe yang terbiasa hidup bebas, punya serenceng pengalaman one night stand dan tokoh yang mudah menggaet lelaki manapun seperti jargonnya Syahrini, hempaaaaas,,,datang lagi. But I was totally wrong. Meski Tal memang dianugerahi fisik yang sanggup melakukan itu semua. Bisa aku bilang kalau Tal adalah tokoh cewek favorit aku sejauh ini, dibandingkan tokoh cewek di novel lainnya abang Ino yang sudah aku baca.
Aura glamor dan classy dari novel ini sangat kuat. Bukan cuma bertemu dengan Tal, yang memang glamor dari segi penampilan, tapi kita juga akan bertemu dua sahabatnya Fika dan Yana. Seorang fashion designer dan seorang keturunan Rusia yang keluarganya juga kaya raya. Kehidupan hedon para sosialita Jakarta juga masih ditampilkan di novel ini tapi tidak sebanyak di Marry Now Sorry Later. Yang berbeda adalah profesi jewelry appraiser yang dipilih penulis sebagai profesinya Tal. Bisa dibayangkan kerumitan penulis untuk menjabarkan pekerjaan Tal tanpa membuat ceritanya jadi berkesan boring. Dan penulis berhasil menurutku, karena deskripsi pekerjaan Tal dijelaskan dalam porsi yang cukup tanpa mengalihkan perhatian pembaca dari inti cerita. Pemilihan covernya juga sangat pas, dan merepresentasi penampilan dan gaya fashion Tal. Masih juga bertaburan brand-brand luar negeri yang kebanyakan adalah brand yang baru aku kenal. Menambah nilai plus penulis yang wawasannya seluas samudera, tapi kekurangannya bisa menjadi hambatan bagi pembaca yang tidak terlalu ngeh dengan dunia fashion yang glamor.
Dari segi tokoh, Tal dan Jai adalah perpaduan sempurna, yang bisa saling melengkapi. Chemistry keduanya pas, dan sebenarnya tanpa perjanjian tiger arrangement pun keduanya bisa cocok. Tapi itulah yang menjadi konflik dalam cerita. Keduanya pernah patah hati, dan keduanya juga mencari obat patah hati dengan cara yang nyaris sama. Jadi saat salah satunya jatuh cinta, dia berhasil mencari cara jitu untuk mendapatkan hati pasangannya. Tal adalah perempuan yang mempesona, dan Jai adalah lelaki gentle yang bikin melting. Saat mencoba menempatkan diri sebagai Tal, aku bisa merasakan kenyamanan Tal saat Jai ada di sampingnya. Dan penulis membuat keduanya saling merindukan bukan hanya karena nafsu seks saja, tapi karena mereka saling membutuhkan satu sama lain, tanpa mereka berdua sadari. Penggambaran karakter keduanya juga tidak terlalu muluk, dengan menggambarkan sosok yang terlalu sempurna yang cuma ada di cerita dongeng. Tal, meski cantik, pintar dan kaya raya, tapi dia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dalam keluarganya. Tidak dekat dengan kakaknya, dan sedikit dimusuhi ayahnya yang bipolar.
Novel ini meski lumayan tebal, tapi bisa dilahap dalam sekali duduk. Cara penulis bertutur selalu enak untuk diikuti dan tanpa sadar sudah mau selesai saja. Dan aku suka cara penulis mengisahkan kisah masa lalu Tal dan Jai. Meski ada beberapa 'kegagalan' dalam bentuk typo, tapi masih bisa diabaikan. Berbeda dengan Meet Lame, penulis kembali menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi lebih bebas mengeksplor ceritanya karena tidak hanya stuck dengan satu isi kepala saja. Deskripsi pekerjaan Tal, sedikit dunia desain interior, dan dunia hewan memberi sedikit warna yang berbeda dalam novel ini. Dialog-dialognya juga segar dan lucu, apalagi kalau sudah melibatkan Fika dan Yana. Fika yang pintar dan sarkas, serta Yana yang ceria dan ceplas ceplos, adalah perpaduan sahabat yang pas untuk Tal. Bahkan Tal bisa menjadi penengah antara keduanya yang kadang-kadang terlalu berapi-api. Tapi aku lebih memfavoritkan Yana. Bukan cuma karena porsi Yana yang lebih banyak muncul dari Fika, tapi karena pribadinya dan masukan-masukan yang dia berikan pada Tal. Bagian favorit aku di novel ini adalah bagian 9 dan 11. Bagian 9 karena bagian itu adalah momen intim Tal dan Jai yang tidak melibatkan ranjang dan saat salah satu mulai mengakui perasaan cinta yang muncul. Bagian 11 adalah bagian terlucu antara Tal dan Jai yang saling berkirim makanan dan pesan di sebuah restoran. Kalau bed scene favorit? Hmmm, yang di perpustakaan kayaknya hehehe. Dan seperti #JBoyfriendSeries, novel ini juga masuk dalam kategori novel dewasa. Adegan hotnya banyak di novel ini, mengalahkan Marry Now Sorry Later dan mungkin novel-novel lain penulis yang sudah aku baca. Dideskripsikan dengan gamblang dari adegan foreplay sampai klimaks tanpa membuat pembacanya mengernyit jijik. So, aku tidak menyarankan adek-adek manis dibawah 18 tahun untuk membaca novel ini. Usir cantik yaaah,,,huuuussssh sanaaa. Bacanya nanti aja kalau sudah 18 tahun :D
Pesan yang aku tangkap dari novel ini adalah bagaimana kita berdamai dengan sakit hati kita sendiri. Tidak memperburuk keadaan dengan terus mengurung diri dan berharap diselamatkan oleh pangeran berkuda putih. Move on adalah obat yang ampuh tanpa harus melampiaskan ke orang lain. Yah, balik aja lagi ke ungkapan, 'Tuhan akan mempertemukan kita dengan beribu-ribu orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan satu orang yang baik'. Dan Jai Birksted berhasil menggeser posisi Jao Lee sebagai tokoh cowok ciptaan abang Ino yang paling aku favoritkan.
4,5 OF A 5 STARS

Naaaaaah,,,seperti blog tour yang lalu-lalu (Marry Now Sorry Later dan Meet Lame), para host wajib melakukan photo challenge. Dan untuk Blog Tour Tiger On My Bed, para host diminta untuk meniru pose Madonna dalam cover Rebel Heart. Yang ini nih fotonya:

Gokil kaaaaan tantangannya??? Nggak bisa berhenti ngakak saat membayangkan harus meniru foto ini lengakpa dengan kabel-kabelnya *LOL*. Ini versi dari aku, bukan Rebel Heart tapi Kabel Face :D
Mau mendapatkan novel ini? Nantikan giveawaynya di sini, 3 jam lagi :)
 
 











36 komentar:

eva sri rahayu on 04/02/16 14.43 mengatakan...

Wahahaha, dirimu tampak sedih gitu :D

Putrinatalia Munthe on 04/02/16 14.47 mengatakan...

Kurang caption "Kabel Face" dipicnya.. Hehehehe...

Putrinatalia Munthe on 04/02/16 14.47 mengatakan...

Kurang caption "Kabel Face" dipicnya.. Hehehehe...

Weni Syahfitri on 04/02/16 21.26 mengatakan...

Nama: Wika Agustina

Penasaran dengan cerita utuh Tal dan Jai. Sepasang insan yg sama sama pernah patah hati kemudian bertemu dan saling jatuh cinta tanpa mereka sadari. Seperti apa keduanya berani jatuh cinta lagi setelah pernah disakiti

Mellisa Assa on 04/02/16 21.45 mengatakan...

iya sedih gak bisa secantik Madonna hahahaha

Mellisa Assa on 04/02/16 21.47 mengatakan...

hahahahahaha

Mellisa Assa on 04/02/16 21.48 mengatakan...

ho-oh,,,sama2 sweet pula. yg penting sdh 18 tahun keatas visa baca kok 😁

Mellisa Assa on 04/02/16 21.49 mengatakan...

ho-oh,,,sama2 sweet pula. yg penting sdh 18 tahun keatas visa baca kok 😁

Amre Lisha on 05/02/16 08.34 mengatakan...

jujur ya.. yg dinanti itu, foto tantangannya... haha :v
aku mau bilang salut ke Tal, enggak gampang juga jdi dia...

Mellisa Assa on 05/02/16 09.13 mengatakan...

nggak usah diingetin photo challenge-nya,,,jadi ngakak lagi nanti =D

Sulhan Habibi on 06/02/16 21.31 mengatakan...

Belum pernah satu pun buku karya Christian Simamora yang pernah aku baca. Lihat di toko buku sih sering.
Nah, saking seringnya lihat buku karyanya, timbullah rasa penasaran ingin membaca karya C.Simamora yang manapun. Siapa tau setelah itu suka dan malah nge-fans. Hehehe..
Who knows?

Btw, thx atas review dan giveaway-nya :)

Sasti on 07/02/16 16.04 mengatakan...

"Adegan hotnya banyak di novel ini, mengalahkan Marry Now Sorry Later dan mungkin novel-novel lain penulis yang sudah aku baca. Dideskripsikan dengan gamblang dari adegan foreplay sampai klimaks tanpa membuat pembacanya mengernyit jijik."

Serius segitu parahnya?? Tapi, adegan yang di Marry Now Sorry Later juga bikin bergidik sih :D

Diddy Syaputra on 08/02/16 05.37 mengatakan...

Makin ke sini makin penassaraaan ;D. Karakter Tal memang rata-rata banyak penyukanya sih, lebih agresif, tapi kalau aku pribadi rada takut juga sama tipe cewek ginian; takut dihempas cantikkk ;D. Btw, thank to review. Love it.

Nova Indah Putri Lubis on 08/02/16 16.19 mengatakan...

benar banget kak, semakin kita mengurung diri, semakin terpuruk pula lah kita dan bahkan pangeran berkuda putih juga langsung kabur liat kita yang terlalu terpuruk... hihi...

Nice post and pose kak... :D

Veny Prasetyowati on 08/02/16 22.14 mengatakan...

Walau sama seklai belum pernah baca karya bang Ino tapi karakter cewek classy yang sempurna itu kan mainstream ya, tapi gimana caranya bang Ino menjadikan karakter Tal ini lain daripada yang lain ?
Semakin baca reviwenya jadi semakin penasaran sama gaya bercerita bang Ino yang mampu menjerat banyak pembaca :D

Dewii Ayu Ningsih on 08/02/16 22.42 mengatakan...


Top banget Reviewnya kak, saya baru tahu disini ternyata Tal kurang begitu merasakan kasih sayang dari keluarganya.
Hadeugh selucu apa sih kelakuan tiger couple diBAB 11 sampai bisa jadi bagian favouritenya kak mellisa :D .jadi tambah pengen pake Banget buat baca buku #TigerOnMyBed nih.
Buat photo Madonna versi kakak, gak kalah Santikk' dari yang lain.

Mellisa Assa on 09/02/16 09.58 mengatakan...

aduh harus dicoba baca yg pending sudah cukup umur hahaha. abang Ino ini wawasannya luas, tiap baca novelnya, pasti dapat 'penemuan' baru.

Mellisa Assa on 09/02/16 09.59 mengatakan...

makanya adek-adek dibawah 18 thn dilarang baca dulu 😁

Mellisa Assa on 09/02/16 10.01 mengatakan...

Ups,,,trust me, Tal nggak seagresif itu. bahkan dia yg gak pede awalnya. tapi begitulah, orang susah berpikir panjang kalau lagi sakit hati.

Mellisa Assa on 09/02/16 10.02 mengatakan...

betuuuuuul banget. mana ada yang mau deketin yah kalau aura muramnya udah mencar kemana-mana :D

Mellisa Assa on 09/02/16 10.04 mengatakan...

Karakter Tal beda dengan karakter cewek-cewek yang sudah pernah abang Ino ciptakan yang biasanya mania, keras kepala sama nyebelin. Perfect heroine :)

Mellisa Assa on 09/02/16 10.10 mengatakan...

iya, kasian banget deh si Tal nggak pernah disayang papanya.
Banyak adegan lucunya sih tapi yg paling aku favoritkan di bag 11.
Aku malah sedih krn pose kayak apapun nggak bisa secantik Madonnahahahaha *derita looooo mells* hahahaha

esti yuliastri on 10/02/16 15.23 mengatakan...

Lengkap banget kak reviewnya..thanks ya :*
Baru tau kalo Tal kurang kasi sayang dr org tuanya :(
Btw, nice pose kak, but kurang kebuka dikit bibirnya XD
Muahahaa

Iyagi Fiction Club (IFC) Kendari on 11/02/16 08.09 mengatakan...

Kayaknya saya gak bakal kesulitan buat jatuh cinta sama Jai, deh ^_^ Nice review, Mbak!

Mellisa Assa on 11/02/16 10.19 mengatakan...

itu slh satu kekurangan Tal tapi membuatnya tumbuh jd gadis yg mandiri.
Lipstiknya ketebelan kali sampe susah kebuka mulutnya hahahaha

Mellisa Assa on 11/02/16 10.21 mengatakan...

Pastinya,,,Jai langsung meninggalkan bekas di hati 😍

Eyis yis on 11/02/16 12.56 mengatakan...

Jai Birksted lelaki blasteran Denmark-Indonesia aduuuuhhhh udah kebayang banget kerennya kayak gimana. ~_~ヽ(´▽`)/

Ari Rizee on 11/02/16 22.09 mengatakan...

penasaran banget sama tokoh Jai dan Tal. pasti mereka salah satu karakter yang ga akan terlupakan. semoga bisa cepet cepet baca novel ini deh:')

Rhena Indria on 11/02/16 22.12 mengatakan...

Blurb nya aja udah kewreeeen bangeeet. Maaaooo ><

Mukhammad MaiMOENS on 11/02/16 23.10 mengatakan...

pengen juga nglakuin kabel face. hihihi

Agatha Vonilia on 12/02/16 00.47 mengatakan...

Aku baca dari beberapa blog lainnya sama kayak kakak adegan bed scene favoritnya pas di perpustakaan. Duhhh ... Duhhh ... Kakak reviewnya pas banget. Direview dengan kadar yang pas menurutku menambah semangat baca reviewnya karena kakak juga mengupas kekurangan dan kelebihan dalam novel tersebut. Kehidupan sosialita merupakan background penting dalam setiap novel Kak Christian. Makasihhhh ya kak reviewnya... Kayaknya aku juga bakalan terperangkap dalam pesona Jai deh. hehehehee

Mellisa Assa on 12/02/16 11.02 mengatakan...

Haaaaaawt hahahaha

Mellisa Assa on 12/02/16 11.03 mengatakan...

iyeeeees,,,memorable dan loveable

Mellisa Assa on 12/02/16 11.04 mengatakan...

Raaaaawr hahahaha

Mellisa Assa on 12/02/16 11.05 mengatakan...

coba aka,,,seru lhoooo. yg penting jangan sampe kecekek hahaha

Mellisa Assa on 12/02/16 11.07 mengatakan...

welcome to the Jai Fans Club. nanti daftar jadi member yah :D

Posting Komentar

 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor