30 April 2016

GIVEAWAY DISTANCE BLUES: GIVEAWAY WINNER

Diposting oleh Mellisa Assa di 5:28:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Haaaiii,,,welcome back di Mells Book's Shelves. Terima kasih sudah sabar menanti giveaway winner-nya, dan maaf atas keterlambatan pengumuman ini. Nggak bermaksud menunda-nunda, tapi aku memang lagi hectic minggu ini karena UTS.
Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih buat teman-teman semua yang sudah mau ikutan giveaway Distance Blues ini dan sudah membantu membagikan info giveaway ini di twitter. Aku sengaja bikin pertanyaan yang sederhana aja biar aku gak puyeng milih pemenangnya, daaaaaaan tetap aja aku pusing dengan jawaban-jawaban yang kreatif. Oke, nggak usah panjang lebar langsung aja aku umumkan pemenangnya. Dan untuk pemenang giveaway Distance Blues di Mells Book's Shelves kali ini adalah.....................................................selamat kepada:

ARIE PRADIANITA / @APradianita

Kamu berhak mendapatkan satu buah novel Distance Blues dan akan dikirimkan langsung oleh penulis. Kirim data diri kamu berupa nama, alamat lengkap dan nomor handphone ke:
mishapink2507@gmail.com
Konfirmasi pemenang aku tunggu sampai besok jam 4.24pm yah? 
Buat yang belum beruntung, masih ada kesempatan mendapatkan novel ini tanggal 9-14 Mei nanti di Ky's Book Journal. Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih dan selamat buat pemenang. Sampai ketemu lagi di giveaway-giveaway lainnya :)


22 April 2016

GIVEAWAY DISTANCE BLUES: REVIEW+GIVEAWAY

Diposting oleh Mellisa Assa di 4:51:00 PM 23 komentar Link ke posting ini

Judul: Distance Blues
Penulis: Agustine W
Penyunting: Diara Oso
Penerbit: Ping (Imprint Diva Press)
ISBN: 978-602-391-109-7
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku: 288 halaman;13x19 cm
Genre: Romance

Memilihmu, haruskah merasa ragu?
Nyatanya, Elmi memang sedang mempertanyakan isi hatinya sendiri. Bukan maunya jauh dari Dirga, sang kekasih. Lagian, Dirga bekerja untuk masa depan mereka juga, kan? Tapi, Rasyad -chef pemilik restoran Timur Tengah yang ganteng banget- membuat sesuatu dalam dada Elmi tercampur baur.
Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi "sopir" kalau Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak-Dirga saja belum pernah melakukannya, Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.
Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.
Tapi, urusan hati harus diurai kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan.....

Ini salah. Jelas salah. Duh, bagaimana nanti kalau ketemu dia? Enggak. Enggak. Aku masih cinta dan setia sama Dirga. Ini semua hanya efek situasi saja. Siapapun orangnya kalau sedang down pasti terbawa suasana kalau ada yang memperhatikan. Dan kebetulan aja Rasyad begitu. =Elmi=

Yang ia paham, seluruh hatinya sudah tercurah dan sebisa mungkin ia jaga untuk satu wanita. Ketiadaan satu wanita itu membuat rongga dadanya kosong. Kosong yang seakan-akan tidak bisa dilengkapi dengan yang lainnya, sebab tak seseuai Elmi. =Dirga=

Benarkah perasaan yang bergemuruh dalam dadanya sudah layak disebut cinta? Cinta yang ia usahakan tulus meskipun menyakitkan? Atau bahkan cinta yang teramat tolol? Mencintai pacar orang, menawarkan bahu untuk disandari tapi tetap tak bisa memiliki. =Rasyad=

Hidup Elmi tadinya aman-aman saja. Punya pacar ganteng dan mapan dan dari keluarga baik-baik. Karir yang bagus dan asmara yang siap beranjak ke tingkatan selanjutnya yaitu pernikahan. LDR pun tak mampu mengubah perasaan dan kesetiaan Elmi pada Dirga. Tapi kemudian Elmi mulai merasakan kecemasan yang berlebihan, terlalu teliti, mengulang-ulang kebiasaan dan mulai menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk buang air, cuci tangan, wudhu sampai sholat. Belum lagi sosok Rasyad yang gencar mendekati dirinya. Elmi menyadari kalau dia menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Pekerjaannya mulai terganggu, karyawan mulai membicarakan dirinya, bahkan sang mama menganggapnya sakit jiwa karena Elmi tidak mau membagi apa yang sedang dia rasakan. Elmi mulai khawatir kalau Dirga akan meninggalkannya karena OCD yang dia derita. Masalah tidak hanya sampai disitu saja. Elmi mengetahui kalau masa lalu Dirga masih gencar mendekati Dirga, ditambah Dirga yang jarang menghubunginya karena sibuk membuat hubungan mereka makin menjauh. Sementara Rasyad seolah siap memberikan bantuan dan apapun yang Elmi butuhkan, termasuk membantu Elmi mengatasi OCD-nya. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Elmi-Dirga-Rasyad? Pada siapa Elmi akan menjatuhkan pilihan hatinya? Baca sendiri novelnya :D

Pertama-tama mau ngucapin selamat dan terima kasih dulu buat Titin. Selamat atas lahirnya 'bayi' pertama ini, dan terima kasih sudah memberi kesempatan kepada Mells Book's Shelves menjadi salah satu reviewer. Konflik yang diangkat dalam novel ini cukup rumit. LDR, OCD, godaan orang ketiga. Kita akan diajak untuk mencoba menyelami perasaan seorang penderita OCD. Elmi yang merupakan anak penurut ternyata bisa memicu gangguan psikologis. Saat sikap terlalu menuruti kemauan sang mama yang ambisius tapi tidak selaras dengan hati yang memberontak bisa menjadi pemicu OCD, seperti yang menimpa Elmi. Jujur saja pas awal baca aku agak terganggu dengan sikap Elmi dan bahkan menganggapnya lebay. Tapi justru aku belajar dari situ, bagaimana seandainya kalau kita yang ada di posisi Elmi. Kita juga bisa belajar satu hal, bahwa OCD tidak bisa disembunyikan, dan berbagi kisah dengan keluarga terdekat adalah solusi terbaik.
Sementara masalah orang ketiga, hmmmm aku nggak bisa menyalahkan Elmi sih kalau dia jatuh ke pesona Rasyad. LDR saja sudah susah yah dan harus ditambah jarang mendapat perhatian sederhana dari sang kekasih, hati perempuan mana yang akan tetap kuat. Sementara ada Rasyad yang gantengnya luar biasa dan tetap gencar mendekati Elmi sekalipun dia tahu kalau Elmi menderita OCD. Titin berhasil meramu konfliknya dengan pas. Meski di awal-awal Titin sepertinya terlalu tersedot dengan dunia OCD dan sedikit melupakan problema LDR yang harusnya menjadi inti permasalahan. Tapi sebagai pembaca kita memang akan menikmati ceritanya, bertanya-tanya kepada siapa hati Elmi akan berlabuh nantinya dan bagaimana Elmi mengatasi OCD-nya. Gaya menulis Titin sederhana dan mudah dipahami saat mendeskripsikan OCD. Kekurangan novel ini mungkin dari tokoh Dirga-nya saja yang kurang banyak porsinya karena Dirga hanya muncul di awal, muncul sedkit di pertengahan cerita dan muncul di akhir cerita. Sementara Rasyad nyaris mendominasi. Seandainya Dirga juga sama banyak porsinya, para pembaca pasti bakalan makin galau mau mendukung siapa.
Semoga di novel-novel selanjutnya Titin akan kembali dengan konflik yang tidak biasa seperti yang diangkat di novel ini. Good job Tin :)
3 Of a 5 Stars
===

GIVEAWAY TIME
Nah, saatnya membagikan satu eksemplar novel Distance Blues gratiiiiis dikirim langsung sama penulisnya. Syaratnya gampang aja kok. Simak baik-baik yah :)
  1. Berdomisili di Indonesia.
  2. Follow akun twitter @Mells_A dan @agustine_w dan share giveaway ini dengan me-mention dua akun tersebut disertai hashtag #GADistanceBlues.
  3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau bloglovin.
  4. Tinggalkan 'jejak' di postingan INTERVIEW WITH AGUSTINE
  5. Jawab pertanyaan berikut ini di kolom komentar, jangan lupa sertakan nama, akun twitter dan kota domisili: "Kenapa kamu pengen baca novel ini?"

Gampang aja kan? Giveaway ini berlangsung dari tanggal 22 s/d 27 April 2016, dan akan diumumkan pemenangnya paling lambat dua hari setelah giveaway ini berakhir. Satu orang yang beruntung akan mendapatkan satu buah novel Distance Blues dan akan dikirimkan langsung oleh penulisnya. So,,,happy hunting guys and may the odds be ever in your favor :)


GIVEAWAY DISTANCE BLUES: INTERVIEW WITH AGUSTINE W

Diposting oleh Mellisa Assa di 2:24:00 PM 37 komentar Link ke posting ini

Haiiii selamat datang kembali di Mells Book Shelves. Siapa yang sudah nggak sabar berburu buntelan lagi hayoooo? Kali ini kalian bisa berkesempatan untuk memenangkan satu eksemplar novel Distance Blues karya Agustine W. FYI, Distance Blues ini adalah novel debut dari Agustine lho. Nah, yang masih penasaran dengan Agustine atau biasa aku sapa Titin, berikut sedikit info tentang Titin:

Lahir di Kediri, Jawa Timur, tanggal 8 Juni. Karya-karyanya yang pernah dipublikasikan masuk dalam antology Crazy Writing (2013), Curhatku Untuk Semesta (2013), My Life As Blogger (2013) dan Ground Zero: A Crime Behind The Shadow (2014). Selain itu, cerpen duet "Lelakiku, Wanitaku" bersama sahabat Altami N. D (penulis A Week Long Journey), berhasil menyabet posisi ke-2 nasioanal dalam ajang "Kompetisi Internasional Dialog Muda" tahun 2014 untuk wilayah Indonesia (diselenggarakan di Indonesia, Guatemala, dan Kenya) oleh organisasi non-pemerintah peduli kesehatan reproduksi anak muda dan HIV/AIDS Jakarta. Alumni Kampus Fiksi Angkatan 9, lulusan Universitas Airlangga Surabaya jurusan Psikologi, dan saat ini berprofesi sebagai reporter di media online. Titin bisa dihubungi di:
Twitter: @agustine_w
email: lioluby@gmail.com

Sebelumnya aku mau ngucapin terima kasih buat Titin karena sudah memercayakan aku untuk menjadi salah satu reviewer novel debutnya ini. Dan bukan hanya itu, karena Titin juga bersedia menjawab 5 pertanyaan yang aku ajukan seputar novelnya ini. Penasaran apa saja pertanyaannya dan bagaimana jawaban dari Titin? Langsung aja kuy.......

1. Ceritain dikit dong tentang Distance Blues ini? Dikiiit aja 😊
Distance Blues itu menceritakan Elmi yang lagi dirundung 'duka' LDR. Ibaratnya sudah jatuh tertimpa tangga, dia menyadari terkena gangguan obsesif-kompulsif (Obsessive Compulsive Disorder). Belum lagi diiming-imingi cowok keturunan Arab seganteng Rasyad yang agresif banget ngejar dia. Ditambah Mama yang selalu mendominasi sampai dia dewasa sekarang ini, dan diduga inilah pemicu dia terkena gangguan psikologis tersebut. Jadi, dari masalah diri sendiri, asmara, dan keluarga tumplek jadi satu di sini. Hehehe.

2. Kenapa memilih LDR dan OCD sebagai konflik?
Sebenarnya ide awal itu tentang OCD krn bercermin dari pengalamanku pribadi. Aku pernah mengalami pas pertengahan kuliah 2000 sekian. Sampai sekarang masih tersisa gejala OCD itu tapi udah nggak terlalu berat kayak dulu. Dulu aku yakin aku kena OCD, tapi sekarang berpikir, "Ah, masa' iya?" Soalnya waktu itu aku self-diagnosis dr gejala yang aku alami, terus aku sesuaikan dengan buku kuliah. Terus tanya-tanya sama seorang dosen, beliau bilang fix aku OCD walau hanya dalam obrolan sepintas lalu sehabis jam kuliah. Akhirnya aku berusaha mengendalikan diri sendiri. Terus setelah itu sempet iseng post di blog, ternyata ada yang komentar berisi curhatan yang intinya beberapa orang itu juga mengalami OCD bahkan lebih parah dari aku. Ternyata OCD ini dialami bukan cuma aku doang. Orang yang terlihat baik-baik aja, belum tentu sehat psikologisnya. 

Sehabis itu aku googling di internet tentang novel bertema OCD. Nemu deh, 1 nama author asal New York. Namanya Corey Ann Haydu. Karyanya tentang OCD berjudul OCD LOVE STORY, silakan search di Goodreads untuk tahu lebih lanjut. Aku berterima kasih sama dia karena sudah menginspirasi. 

Soal LDR... itu terinspirasi dari kisah beberapa temen yang menjalani LDR. Aku pribadi sih, nggak pernah ngalamin. Makanya mencoba masukin tema yg 'asing' buatku, biar greget! Hehehe. 

Jadi, itu tadi prinsipnya, orang yang sudah jatuh eh ketimpa tangga. Sudah LDR, kena OCD pula. Dan, yang jelas, semua di Distance Blues fiktif. Semua yg terinspirasi dari dunia nyata sudah membaur dengan hasil imajinasi. Hehehe. 

3. Gimana proses penulisan novel ini dari naskah sampai terbit. ada hambatan berarti nggak?
Distance Blues adalah novel debutku di DIVA Press lewat jalur #KampusFiksi. Jadi, itu adalah novel hasil bimbingan selama 4 bulan bareng editor DIVA Press. Sejauh ini, nggak ada kendala berarti sih, selama bimbingan. Kalau nggak tahu soal OCD lebih jauh, ya nanya ke senior yang seorang psikolog. Butuh data-data pendukung (kok, kayak skripsi aja, ya! Hahaha) ya tanya ke temen yang memang mengalami atau mumpuni. Alhamdulillah terbilang lancar. Kecuali malesku yang kadang menghantui. Hehehe. Jangan ditiru, ya! 

4. 5 kata utk Elmi, Dirga dan Rasyad?
Yang gini ini aku benci! Hahaha. Susah kalau disuruh meringkas begini.
Rumit.
Manis.
Menyentuh.
Galau.
Pembelajaran.


5. Apa harapan terbesar kamu untuk distance blues?
Pesan di dalamnya bisa sampai kepada setiap temen-temen yang baca, baik dari sisi OCD, LDR, maupun keluarga. Kalau ngomongin pengen yang lain sih, seperti senior-senior penulis lainnya yang novelnya diangkat ke layar lebar... ada pengen ke sana, tapi muluk banget. Wallahu a'lam. Aku juga masih butuh belajar lebih banyak.  

Nah, demikianlah hasil kepoan aku ke Titin. Dan sudah kebayang kan konflik utama ceritanya kayak apa? Tunggu review dan giveaway dari aku beberapa saat lagi :)



 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor