17 Februari 2016

INDIANA CHRONICLES: BLUES by CLARA NG

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:20:00 PM 1 komentar Link ke posting ini
 

Judul: Indiana Chronicles Blues
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9797-22-0947-6
Tahun Terbit: 2004
Tebal Buku: 312 halaman;20 cm
Genre: Romance

Namanya Indiana Lesmana, 26 tahun, bekerja di Perusahaan Konsultan Manajemen sebagai Head Hunter di Divisi HRD. Tapi karena kekurangan tenaga, Indi -panggilannya- ditempatkan sementara di Divisi Riset. Punya bos tukang menuntut, gaji pas-pasan yang membuatnya masih harus menumpang di apartemen Sara, sepupunya. Pacarnya Francis adalah konglomerat. Tapi Francis memiliki sifat yang dominan. Meski demikian, Indiana sangat mencintai Francis. Masalah datang bertubi-tubi pada Indiana saat dia mengalami kecelakaan pesawat di hutan belantara Kalimantan, yang untungnya tidak memakan korban. Kecelakaan tersebut membuat Indiana bertemu Charles yang ternyata adalah pimpinan perusahaan penerbit yang menjadi klien perusahaan tempat Indiana bekerja. Pasca kecelakaan, hidup Indiana berubah. Dia menjadi sorotan dimana-mana karena sikap heroiknya yang membantu kru pesawat menolong korban kecelakaan lainnya. Tiba-tiba bosnya menaikkan gaji dan jabatannya. Tapi secepat karirnya naik, secepat itu pula karirnya merosot tajam karena dia dan Charles sama-sama tertangkap kamera infotainment saat sedang makan malam berdua. Indiana dipecat perusahaan karena dianggap tidak bisa bersikap profesionalisme dengan klien. Dan Francis menuduhnya sebagai seseorang yang gila ketenaran yang membuatnya harus membatalkan pernikahan mereka. Indiana terpuruk, tapi dengan semangat dari Sara, Indiana bangkit kembali dan mendapat tawaran dari majalah Metro Woman untuk mengisi kolom Blues di majalah mereka.
Novel ini lebih cocok masuk kategori chiclit sebenarnya. Indiana seperti gadis kebanyakan pada umumnya yang berharap meraih karir mapan dengan gaji setara dan pacar yang pengertian, yang mau mendengarkan pendapatnya juga. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Indiana harus melewati rintangan-rintangan terlebih dahulu sebelum mencapai apa yang diimpikannya. Walaupun terlihat lemah di depan Francis, tapi Indiana memiliki hati yang baik, tanpa dia sadari.
Sebelumnya, aku sudah membaca beberapa review mengenai novel ini dan sebagian besar menyatakan kalau beberapa scene dari novel ini mirip dengan seri Shopaholic-nya Sophie Kinsella. Aku memang baru membaca satu serinya, dan yah memang aku mengakui ada beberapa scene yang mirip. Gosip yang menerpa Indiana membuatnya kehilangan pekerjaan, disalahkan Francis karena bisnisnya terancam dengan munculnya Indiana di berbagai acara gosip, Indiana yang pergi ke luar kota dan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passionnya, dan Francis yang menemui Indiana di luar kota, kurang lebih mirip dengan apa yang menimpa Rebecca Bloomwood dalam Shopaholic Abroad. Tapi, terlepas dari kebetulan tersebut, aku suka dengan cara penulis bercerita di novel ini. Bahasa yang ringan dan segar, lucu, kocak dan kadang lebay benar-benar menghibur. Yang mencari bacaan ringan tapi tidak membosankan, boleh memilih novel ini. Tapi mungkin sudah agak susah nyarinya yah karena novel ini angkatan tuanya metropop hehehe. Semoga kalau terbit ulang bisa diperbaiki kekurangan novel ini terutama typo-nya.
3 of a 5 Stars

DIMI IS MARRIED by RETNI SB

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:48:00 AM 1 komentar Link ke posting ini

Walaupun belum lama mengenal Garda, Dimi yain perkawinannya dengan lelaki itu akan berjalan baik. Dan Garda memang tampil layaknya suami idaman. Baik hati, penuh perhatian, keren, romantis, dan selalu memenuhi segala kebutuhannya, lahir-batin. Padahal mereka berdua menikah karena perjodohan cara kilat. Dimi merasa beruntung menjadi Cinderella abad ini.
Tapi kemunculan Donna yang tiba-tiba sungguh telah menjungkirbalikkan harapan dan mimpi-mimpi Dimi. Ternyata model jelita itu pacar Garda.
Dimi baru sadar, Garda tak pernah memperkenalkan dirinya ke lingkungan lelaki itu. Garda juga tak pernah menuntut macam-macam dari dirinya sebagai istri. Bahkan Garda tak pernah melarang aktivitas apa pun yang dilakukan Dimi. Dimi jadi berpikir: cintakah lelaki itu kepadanya?
Kalau Garda tak pernah bisa mencintai dirinya, lalu apa cowok itu menerima perjodohan yang ditawarkan orangtua masing-masing? Toh dia tampan, kaya, sukses...sehingga dengan mudah mendapatkan perempuan mana pun yang diinginkannya.
Rencana apa yang sebetulnya sedang dilakukan Garda?

Judul: Dimi Is Married
Penulis: Retni SB
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-6277-3
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 384 Halaman
Genre: Romance

Di usianya yang ke-31, Garda, Direktur Marketing Pulp&Paper Utamaraya, calon Presiden Direktur, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan menikah atau bahkan serius dalam menjalin hubungan dengan perempuan. Banyak perempuan yang memohon-mohon padanya untuk tidak meninggalkan mereka. Garda masih suka clubbing, hang out dengan teman-temannya dan belum berpikir untuk menikah. Kebiasaan hura-huranya membuat Danu, sang ayah, memutuskan untuk menjodohkannya dengan Dimi, anak sahabat Danu. Berusaha menolak, tapi Garda tak berdaya saat dipaksa berkunjung ke rumah keluarga Dimi, bahkan saat sang ayah terang-terangan mengajukan usul untuk menjodohkan Garda dan Dimi, dia hanya bisa terdiam. Ditambah saat melihat sosok Dimi yang berbadan mungil dengan rambut kriwil menggantung dan tanpa tempelan merek-merek terkenal di tubuhnya, sangat berbeda jauh dengan mantan-mantan pacarnya. Tapi saat Rio, adik satu-satunya kembali setelah mengambil S2 di luar negeri dan masuk ke perusahaan, Garda mulai merasa terancam. Dia menginginkan kursi Presiden Direktur jatuh padanya, dan akan melakukan apapun agar posisi itu diberikan padanya. Termasuk menikahi Dimi, memanjakan Dimi, memberikan perhatian, menghadiahi Dimi dengan barang-barang mahal.
Dimi yang polos, jatuh cinta pada Garda. Bahkan dia sangat menikmati perhatian yang Garda berikan padanya. Meski sempat bertanya-tanya motif dibalik perjodohan ini, tapi Dimi tidak bisa menampik rasa bahagia yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sampai kemunculan Donna, mantan pacar Garda, ke apartemen Garda, perlahan membuka mata Dimi. Bahkan Garda masih bertemu Donna. Dimi pun sadar kalau Garda tidak mencintai dirinya. Dua kali kemunculan Donna di apartemen mereka membuat perasaan Dimi pada Garda berubah. Dimi memutuskan pergi dari apartemen Garda, keluar dari majalah tempatnya bekerja, dan pindah kerja ke stasiun TV, dimana dia menjadi host acara yang bertema lingkungan hidup. Saat itulah Garda sadar, kalau dia mulai merindukan Dimi dan kalau Dimi berbeda dengan mantan-mantan pacarnya yang artifisial. Garda memutuskan untuk mendekati Dimi lagi, untuk bersama dengan istrinya lagi. Dan kali ini dia yakin kalau dia mencintai Dimi. Tapi kabar buruk kemudian datang. Dimi dan Edgar, produser acara yang digawangi Dimi, hilang saat syuting acaranya di hutan Riau.

Lagi yah, ketemu dengan tema perjodohan yang mainstream, tapi beda karena yang menulis mbak Retni. Salah satu penulis favoritku, yang sudah punya ciri khas tersendiri pada setiap karyanya. Penulis yang sangat Indonesia sekali karena di setiap karyanya kita akan diajak jalan-jalan ke tempat-tempat indah di Indonesia yang masih jarang dikenal orang. Untuk novel Dimi Is Married, kita akan diajak jalan-jalan ke Riau. Kalau di Cinta Paket Hemat, mbak Retni sedikit menyentil mengenai Autisme Infatil, di novel ini mbak Retni menyentil mengenai lingkungan dan hutan-hutan yang mulai gundul karena sering ditebang untuk proses produksi.
Kalau biasanya di awal aku langsung hanyut dalam cerita, untuk novel ini aku agak bosan membaca bagian awalnya. Novel ini menggunakan multiple PoV, bercerita dari sudut pandang Garda dan Dimi. Aku agak bosan di awal karena dibuka dengan sudut pandang Garda. Pengusaha sukses, calon Presiden Direktur, ganteng, single, sudah berumur 31 tahun, tapi kekanakan. Benar-benar nggak sukaaaaaaaaa membaca semua pikiran negatif dan hinaan Garda ke Dimi sekalipun hanya dia ucapkan dalam hati. Aku kayak ikutan sakit hati dan nggak terima dengan cara Garda. Sementara Dimi dengan begitu polosnya langsung jatuh hati pada pesona Garda. Tapi makin ke tengah aku mulai suka dengan tokoh Garda. Mbak Retni benar-benar membuat Garda menerima balasan yang setimpal untuk segala hinaannya untuk Dimi dan niatnya menikahi Dimi. Tapi chemistry antara keduanya terjalin dengan baik. Untuk karakter pendukung, aku suka dengan Rio, adiknya Garda. Aku bahkan berharap kalau Rio juga jatuh cinta dengan Dimi. Tapi memang Rio hadir layaknya kompor gas untuk Garda yang jaim. Yang harus dipanas-panasi dulu baru sadar dengan perasaannya sendiri. Mendekati ending, Rio memang mulai menunjukkan perasaannya kalau dia menyukai Dimi, tapi aku nggak mengerti apakah dia memang benar-benar suka atau hanya untuk memanas-manasi Garda saja.
Sebenarnya isi novel ini dimulai dengan gaya tulisan, konflik, keseharian Gardan dan Dimi, dialog antara keduanya, hangatnya keluarga Dimi dan rasa sayangnya orangtua Garda ke Dimi, Rio dengan sifat suka memprovokasi perasaan Garda, tapi nasihat-nasihatnya yang bermutu, harusnya bisa membuat aku memberikan 4 bintang untuk novel ini. Tapi aku mengurangi 1 bintang saat kemunculan harimau, dan aku nggak mengerti apa yang terjadi antara Garda dengan si harimau. Dan endingnya juga jadi terburu-buru, bahkan siapa otak dibalik menghilangnya Dimi dan Edgar juga tidak diungkapkan.
Tapi selebihnya, novel ini layak direkomendasikan karena tidak hanya menjual kisah perjodohan dan percintaan, tapi mengajak kita juga untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan.
3 of a 5 Stars

16 Februari 2016

GIVEAWAY HAPPY 30 YEARS OLD WINNER

Diposting oleh Mellisa Assa di 3:44:00 PM 2 komentar Link ke posting ini

Haaaiiiiii, udah pada nggak sabar yah menanti siapa pemenang yang berhasil mendapatkan dua novel wishlist gratis dari aku? Sebelumnya aku memohon maaf yang sebesar-besarnya karena pengumuman pemenangnya harus tertunda. Banyaknya photo quotes yang masuk membuat aku bingung juga dalam menentukan pemenangnya, karena photo quotes-nya pada keren-keren dan kreatif. Dari 225 photo quotes yang masuk, aku harus menyempitkan menjadi 10 yang terfavorit. Which is so hard to do. Makanya telat pengumumannya karena aku harus bertapa bentar :D
Penilaian pemenang bukan berdasarkan yang terbanyak kirim yah? Aku memilih 10 photo quotes yang quotes-nya kena di hati aku, dan nyambung antara kata-kata sama latar gambar yang dipilih. Selain itu, aku kembali menilai peserta yang mengikuti syarat dan ketentuan yang sudah aku buat di sini.
Dan, setelah berpikir keras dan meminta pendapat teman-temanku, yang menjadi pemenang dan berhak mendapat dua novel wishlist gratis dari aku adalah:

Cahya Widyastutik / @cahyawid

Dari pertama aku sudah jatuh hati dengan pilihan quote-nya: Namun diatas segalanya hal yang paling dibutuhkan cinta adalah keberanian. Terutama keberanian melepaskan. Selamat yaaaah Cahya :)
Masih ada satu kejutan lagi. Jujur saja, aku nggak menyangka kalau #GAHappy30th ini akan mendapat sambutan yang antusias dari teman-teman semua. Bahkan ada yang mengirimkan sampai puluhan photo quotes, membuat aku nunduk-nunduk kagum sama teman-teman semua. So, aku memberikan hadiah tambahan untuk peserta yang paling semangat mengirimkan photo quotes-nya. Satu novel gratis lagi diberikan kepada:

Aya Murning / @murniaya

Yang sudah sebegitu semangatnya mengirimkan 48 photo quotes, yang dua diantaranya masuk dalam 10 photo quotes terfavorit.
Sekali lagi selamat kepada Cahya dan Aya. Harap kirim data diri kalian berupa nama, alamat lengkap dan nomor handphone, ke:
mishapink2507@gmail.com paling lambat sampai besok pagi jam 09.00 WIB yah.
Sekali lagi, aku mengucapkan terima kasih banyaaaaak, buat teman-teman semua yang sudah meluangkan waktu ikutan giveaway ini dan juga ucapan selamat ulang tahun dari kalian. Maaf yah kalau ada komentar yang nggak sempat aku balas. Jangan kecil hati kalau belum menang yah, Insya Allah kita ikutan lagi di giveaway lainnya :) 

 

15 Februari 2016

[REVIEW+INTERVIEW] CARRYING YOUR HEART by PIA DEVINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:07:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: Carrying Your Heart
Penulis: Pia Devina
Penerbit: DIVA Press
Tahun Terbit: 2014
Tebal Buku: 249 Halaman
ISBN: 978-602-255-589-6
Genre: Romance

I was your home...and I wish I will always be your home. Tapi aku tahu, untuk saat ini...I'm no longer becoming your home.
Kirana Evalia selama ini hanya hidup bersama ibunya. Dalam hati, terpendam keinginan untuk bertemu dengan sang ayah. Hingga, ia menemukan buku harian tua mendiang ibunya. Di sana, tertulis nama sang ayah dan sebuah alamat di Belanda.
Kira sempat bertemu sang ayah meskipun dalam suasana yang tak menyenangkan. Di sana juga, ia mengenal Nathan dan membuatnya berpaling dari sang kekasih yang setia menunggu kepulangannya.
Dalam dilema batin yang Kira rasakan, sang kekasih mendapat beasiswa kuliah di Belanda. Mereka pun bertemu. Namun, Kira sadar, hatinya tak dapat berbohong terlalu lama. Rasa itu...

Kutipan favorit:
  • People said that there's nobody in this world who's having a perfect life. Setidaknya, mungkin ada satu hal atau masalah yang membuat hidup mereka tidak sempurna. Itu pun kalau beruntung bila ternyata tak ada masalah-masalah lain yang sedang mengantre untuk menghampiri. hal 30
  • Ada dua hati dan dua rasa yang perlu kujaga. Celakanya aku tidak tahu bagaimana caranya menjaga kedua hati tersebut dengan benar. Hal 48
  • Tapi aku nggak tahu apa yang sebenarnya hati aku inginkan, lagi pula...ada seseorang yang nggak bisa aku lepas pergi. Hal 50
  • Namun kami berdua sama-sama tahu, ada rasa lain yang menyelinap diam-diam di antara kebersamaan kami selama ini. Hal 51
  • Tapi aku tahu, aku bakalan baik-baik saja asalkan seseorang itu bahagia dengan hidupnya. Walaupun tanpa aku. hal 87
  • Momen ini, saat lelaki di hadapanku kemudian memelukku, sedetik berikutnya, aku menyadari...inilah rumahku yang kupunya selama ini. Hal 91
  • Pulang itu bukan berbicara tentang tempat...tapi dengan siapa kita berada. Hal 93
  • Mungkin kita memang harus berhenti di persimpangan jalan ini. I know where my heart goes, but I couldn't follow the path. Hal 232
Berlatar belakang kota Rotterdam, kita akan bertemu dengan Kirana Evalia. Gadis yang lahir di luar ikatan pernikahan, yang kemudian ditinggalkan sang ayah saat masih berada dalam kandungan karena sang ayah dijodohkan. Berbekal sebuah email, Kira berangkat ke Rotterdam dan menetap di sana demi bisa bertemu sang ayah. Tapi pertemuan pertama dengan sang ayah, menyisakan luka di hati Kira. Untung saja ada Nathan yang selalu membuatnya merasa terhibur. Kebersamaannya dengan Nathan menimbulkan rasa lain di hatinya yang mati-matian harus disangkalnya, karena Kira sudah punya Rendi. Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama 10 tahun, yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka. Saat Rendi menyusul ke Belanda untuk mengambil S2, Kira yakin kalau Rendi-lah rumahnya. Tapi dia juga tidak bisa menampik rasa kehilangan yang muncul tiba-tiba dalam hatinya. Rasa kehilangan akan sosok Nathan. Kira pun tahu, kalau dia tengah membohongi hatinya.
Aku suka cara Pia bertutur di novel ini. Aku jadi baper membaca kegalauan Kira, harus tetap bersama Rendi, atau mengikuti kata hati dengan berlari kepada Nathan. Rendi dan Nathan sama-sama lelaki yang sulit ditolak pesonanya. Keduanya seakan selalu ada saat Kira membutuhkan mereka berdua. Yah, kita memang nggak bisa men-judge pilihan Kira, karena jatuh cinta itu memang nggak pernah bisa kita tahu kapan datangnya. Tiba-tiba saja sudah jatuh cinta, walaupun sudah ada seseorang yang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan kita. Bukan cuma mengangkat kisah romance saja, tapi Pia menyelipkan kisah anak yang lahir di luar ikatan pernikahan. Tentang luka hati, kekecewaan dan kerinduan Kira akan sosok sang ayah. Dan, aku selalu mengakui kepiawaian Pia dalam menulis cerita dengan alur maju mundur tanpa keteteran. Sampai mendekati ending aku tidak bisa menebak pilihan hati Kira, akan tetap bersama Rendi atau memilih Nathan. Dan aku bahkan tidak menduga kalau Pia akan memilih ending yang seperti itu.
Dari segi editingnya, aku kok melihat terlalu banyak nge-nya di novel ini? Aneh saja rasanya menemukan kata ngerasa, kenapa nggak merasa saja, dan ada beberapa kata yang harusnya berawalan me, diganti jadi nge. Aku juga menemukan beberapa dialog yang kalimatnya berulang. Contoh:
  • Aku lebih memilih untuk mengikuti tour travel ini karena tidak mungkin aku lebih memilih untuk pulang ke Rotterdam. Hal 172
  • Kami hanya datang ke sini dengan sebelumnya menonton film tentang tempat ini terlebih dahulu. Dan kurasa, tempat Nathan bekerja sudah terlebih dahulu meminta izin. Hal 173
Masih ada beberapa typo juga, tapi masih bisa diabaikan. Kita akan banyak jalan-jalan ke tempat-tempat di Rotterdam, Brussels dan Utretcht. Aku juga mengakui kepiawaian Pia dalam mendeskripsikan suatu tempat, seolah-olah Pia juga sudah pernah ke sana. Tapi endingnya kok menggantung siiiiiih? T.T
Hmmm, terlepas dari endingnya yang menggantung, aku merekomendasikan novel ini untuk dibaca semua kalangan. Yang sedang mencari bacaan ringan tapi bikin baper, novel ini bisa dijadikan pilihan karena bisa dilahap dalam sekali duduk.
3 of a 5 Stars
===

Untuk BBI Posting Bareng bulan ini, aku memilih review Carrying Your Heart plus interview penulisnya. Sudah lama memang aku berniat untuk kepo-in Pia, karena Pia sangat produktif dalam melahirkan sebuah novel. Dan kalau aku nilai dari gaya menulisnya, Pia sepertinya orang yang sabar dan rapih. Tulisannya selalu rapih sih, dan walaupun sering menggunakan alur maju mundur, tapi nggak keteteran dan bikin bingung pembaca. Dan pertanyaan-pertanyaan aku setidaknya mewakili rasa kecintaan Pia dalam dunia menulis. Nah, yang mau kenalan sama Pia, ini profil singkatnya Pia:
Perempuan kelahiran 1 Februari 1988 yang tengah meniti karir di Industri Farmasi bagian Quality Management. Ibu dari satu orang anak ini memiliki hobi membaca, menulis, dengar musik dan nonton drama Korea. Penulis favoritnya adalah Sophie Kinsella, Ika Natassa, Alia Zalea. Novel-novelnya yang sudah terbit antara lain:
Novel solo: Dark Memories (2015), Kata Dalam Kotak Kaca (2015), The Wedding Plan (2015), Two Lost Souls (2015), Weh (2014), Deep Down Inside (2014), Carrying Your Heart (2014), Love Lock (2014), Beautiful Sorrow (2014), (Un)Broken Wings (2013), Menjagamu (2013).
Novel duet dan antalogi yang sudah terbit: Heartsick (2015), Senja Yang Mendadak Bisu (2015), Januari: Titik Balik (2015), Gadis 360 Hari Yang Lalu (2014), Curhatku Untuk Semesta (2013), Curhat LDR (2013), True Love Stories (2013).
Itu dia profil singkatnya Pia. Kelihatan kan produktifnya Pia gimana, satu tahun berhasil menerbitkan 4-5 novel. Yang ingin mengenal Pia lebih dekat, ini dia interview aku dengan Pia lewat Whatsapp dan Email.

Q: Pertama kali kamu sadar punya bakat menulis itu kapan? Dan masih ingat nggak tulisan pertama kamu tentang apa?
A: Sejak SMP kalau nggak salah. Gara-gara sering disuruh nyari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita sama Bu Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, ditambah lagi seneng baca-baca novel, juga suka nulis diary hehehe, jadi deh mulai nyoba nulis cerita. Waktu pertama kali, nulis tentang anak-anak panti asuhan. Ditulis tangan. Tapi sayang, lupa bukunya disimpen di mana :(

Q: Ide-ide tulisan biasanya terinspirasi darimana dan dan siapa role model kamu dalam menulis?
A: Darimana aja, nggak spesifik. Role model...hmm, penulis-penulis yang produktif, lokal maupun luar. Mereka menginspirasi buat rajin nulis.

Q: Tahun 2014-2015 mungkin jadi tahun terproduktif kamu karena berhasil menerbitkan beberapa novel dalam jarak waktu sangat dekat. Bisa share nggak pengalaman kamu dari mulai proses menulis sampai naik cetak, dan giman perasaan kamu saat itu?
A: Memang agak kewalahan karena selain nulis atau terusin naskah baru, mesti revisi naskah yang lagi proses ke penerbit. Tapi, saya menikmati prosesnya. Dan capeknya terbayar saat novel-novel saya itu terbit. Untuk prosesnya saya bikin premis, sinopsis, dan outline cerita. Dari sana lanjut ngegarap naskahnya, kirim ke penerbit. Setelah menunggu dan ternyata disetujui, revisi sana-sini berdasarkan evaluasi dari editor. Kirim lagi, tunggu kabar, kalau sudah oke, dikirimin contoh cover. Setelah itu bersabar sampai novelnya "lahiran" :)

Q: Dari seluruh novel kamu yang sudah terbit, novel mana yang jadi favorit kamu dan novel mana yang penulisannya paling ribet?
A: Favorit saya Love Lock, karena saya jadi tenggelam sendiri dalam ceritanya, haha. Kalau paling ribet, Dark Memories. Itu naskah pertama yang saya buat dengan setting Korea Selatan.

Q: Siapa orang yang paling berjasa dalam karir kamu sebagai penulis?
A: Mantan pacar yang sekarang jadi suami. Hehehe, dia nyemangatin saya terus dari zaman dulu, buat mengejar mimpi saya jadi penulis.

Q: Kalau ditantang menulis novel selain genre romantis, genre apa yang akan kamu pilih dan kenapa pilih genre tersebut?
A: Thriller kali, ya. Lebih ada bayangan mau ceritain apa dan suka sama cerita-cerita berbau misterius (bukan horor).

Q: Bagi tips dong dalam membagi waktu antara menulis, membaca, menjalankan profesi utama, sekaligus menjadi ibu dan istri? Boleh dibagi juga tips mengatasi writer's block.
A: Rajin nyicil nulis. Curi-curi waktu di tengah aktivitas lain. Dan, bikin target buat diri sendiri. To be very honest, saya bukan penganut writer's block. Memang ada kalanya kesulitan nyari ide, tapi saya nggak mau ngemanjain "kesulitan" itu jadi perkara berkepanjangan. Jadi, biasanya saya gencar nyari idenya. Banyak hal di sekitar kita yang bisa kita jadikan ide, kok.

Q: Apa impian kamu sebagai seorang penulis yang belum tercapai?
A: Tulisan saya dijadikan film, hehehe. Entah film televisi, ataupun layar lebar :D

Q: And last but not least, masih dalam suasana hari kasih sayang. Apa makna valentine bagi seorang Pia Devina?
A: Valentine may be a day for having a quality time with family. Walaupun sesungguhnya, quality time ini juga dilakukan setiap hari :)

Nah, itu dia hasil kepoan aku ke Pia. Aku mengucapkan banyak terima kasih karena Pia sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan aku dan membagi pengalamannya dalam dunia menulis. Semoga karir Pia makin bagus dan makin produktif dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya. And Happy Valentine's Day :)

12 Februari 2016

[BLOG TOUR] TIGER ON MY BED: GIVEAWAY WINNER

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:50:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Setelah berlangsung selama 7 hari, akhirnya rangkaian blog tour Tiger On My Bed di Mells Book's Shelves berakhir sudah. Sebagai salah satu host terpilih, aku mengucapkan banyak terima kasih bagi teman-teman semua yang sudah ikut memeriahkan giveaway ini.
Semua jawabannya keren-keren dan agak-agak baper, bikin aku pusiiiiing memilih siapa yang akan mendapatkan 1 eks Tiger On My Bed. Dari 17 jawaban, aku menyempitkan jadi tiga jawaban yang paling aku favoritkan. Tiga jawaban itu pada keren-keren semua, bikin aku manggut-manggut dan senyam-senyum saat membaca. Tapi karena yang dicari hanya satu orang pemenang, akhirnya aku kembali lagi ke peserta yang paling 'mematuhi' syarat GIVEAWAY ini. Dan jawaban favorit aku serta peserta giveaway yang paling 'mematuhi' syarat adalah..........................................................................................................................................


Mells Book's Shelves mengucapkan selamat kepada:

Esti Yuliastri / @estiyuliastri

Suka sekali dengan ide mencatat keburukan-keburukan mantan dan akan membacanya kembali setiap teringat dengan si mantan. Congratulation Esti *applause*
Harap kirim data diri kamu berupa Nama, Alamat Lengkap dan Nomor Handphone, ke:
mishapink2507@gmail.com paling lambat sampai dengan nanti malam jam 23.59 WIB.

Bagi kalian yang belum beruntung, jangan berkecil hati, tetap semangat dan coba peruntungan kalian di blog Athaya Irf.
So,,,terima kasih sekali lagi dan sampai ketemu lagi di giveaway-giveaway lainnya :)



9 Februari 2016

PRE WEDDING RUSH by OKKE 'SEPATUMERAH'

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:22:00 PM 0 komentar Link ke posting ini
Tapi hidup itu pilihan. Setiap pilihan itu akan selalu diikuti oleh risiko. Ini adalah risiko yang harus aku hadapi karena pilihan-pilihanku sebelumnya. Dan aku selalu bisa memilih lagi, untuk memperbaiki kesalahan akibat pilihan sebelumnya-atau bisa juga memperkeruh kondisi. Hal 176
 "Lo... nggak rela gue nikah dengan Dewo?" Aku memberanikan diri untuk menembaknya.
"Apa masih penting, Nin? Gue rasa enggak, udah nggak penting." Lanang sama sekali tidak menatapku.
"Penting, Nyet. Penting buat gue." Suaraku terdengar parau, "Lo nggak rela gue menikah?"
"Sudahlah, Nin. Lupakan. Gue ngaco aja tadi,"
"Lanang. Please jawab. Lo nggak rela?" Suaraku melirih.
"Nggak!" Ia menatap manik mataku, "Puas lo?"

Life goes on. Tapi terkadang ada kenangan-kenangan indah yang membuat seseorang enggan melangkah menuju masa depan. Itulah yang terjadi dengan Menina. Hubungannya dengan Lanang, sang mantan pacar, begitu membekas di hatinya, bahkan sampai ia dilamar oleh pria lain yang lebih mencintainya.
Ketidakmampuannya melupakan masa lalu membuat Menina secara impulsif memutuskan melakukan perjalanan terakhir bersama Lanang ke Yogyakarta. Siapa yang bisa meramalkan apa yang akan terjadi? Saat Menina dan Lanag berada di Yogyakarta, terjadilah gempa bumi 5,9 SR yang memakan banyak korban.
Menina menyaksikan begitu banyak hal yang membuatnya kembali berpikir tentang hubungannya bersama Lanang dan juga calon suaminya. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka berdua?

Judul: Pre Wedding Rush
Penulis: Okke 'Sepatumerah'
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-602-7572-21-8
Tahun Terbit: 2014
Tebal Buku: 204 halaman; 13x19 cm
Genre: Romance

Kembali dibikin flashback dengan bencana gempa yang terjadi sepuluh tahun lalu. Gempa yang mengguncang Yogyakarta menjadi salah satu latar dari kisah cinta lama belum kelar antara Nina dan Lanang.
Lanang adalah lelaki masa lalu Nina yang tukang ngaret, spontan, lebih suka berkelana sampai meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan dan juga meninggalkan Nina. Lanang pergi dengan sejuta kenangan yang masih membekas di hati Nina. Membuatnya susah move on, sekalipun sudah ada sosok Dewo yang sangat mencintainya. Bahkan setelah menerima lamaran Dewo, Nina masih ragu. Membuat dia memutuskan untuk mengirim email pada Lanang. Sebuah email yang berbuntut dengan ajakan Lanang untuk sama-sama berangkat dengan kereta api ke Surabaya. Lanang akan turun di Yogyakarta, dan Nina melanjutkan perjalanan ke Surabaya untuk menjalankan prosesi lamaran Dewo atas dirinya. Bertemu kembali dengan Lanang, membangkitkan kenangan saat Nina bersama dengannya. Dan Nina masih belum mampu menolak pesona Lanang. Nina memutuskan ikut turun di Yogyakarta bersama Lanang, menghabiskan waktu sekali lagi dengan Lanang sebelum dia menikah. Nina semakin ragu dengan rencana pernikahannya. Saat bertemu pasangan Sigit dan Ayako yang begitu mesra layaknya dua sahabat, membuatnya bertanya-tanya akan seperti itukah dia dan Lanang apabila mereka menikah? Saat secara impulsif turun di Yogyakarta demi bisa bersama-sama dengan Lanang, Nina tidak pernah berpikir kalau akan mengalami bencana. Nina masih di Yogyakarta saat gempa 5,9 SR mengguncang gempa. Banyak korban berjatuhan, pembagian bantuan yang tidak merata, dan trauma yang menimpa para korban membuat Nina memutuskan untuk tinggal beberapa hari lagi untuk membantu, tanpa memedulikan perasaan Dewo. Dan saat itulah Nina kembali berpikir mengenai rencana pernikahannya dengan Dewo. Terutama saat Nina bisa mengerti mengapa di setiap pertemuannya dengan Ayako, perempuan itu selalu menunjukkan sikap yang tidak bersahabat.
 Masa lalu adalah masa lalu, sesekali melihat mungkin perlu, tapi tidak perlu mencoba untuk mengulang lagi apa yang pernah terjadi. Hal 188
Konflik cinta lama belum kelar kembali diangkat dalam novel. Tapi kalau biasanya aku dibikin terpesona dengan sosok si mantan, kali ini aku malah enek sama si Lanang. Novel ini bercerita menggunakan sudut pandang orang pertama yaitu si Nina. Nina yang tidak sanggup melupakan sosok seorang Lanang, mantan pacarnya yang sudah menjalin hubungan bertahun-tahun dengannya. Aku jadi penasaran, sekeren apa sih si Lanang ini sampai Nina belum sanggup melupakannya bahkan kehadiran Dewo yang perhatian dan sayang banget sama Nina tidak mampu menghapus kenangan Nina atas Lanang. Dan kesan pertama, Lanang memang laki-laki yang asyik. Rasanya hidup nggak akan membosankan kalau bersama Lanang. Penuh petualangan dan spontanitas. Tapi makin ke tengah, poin Lanang mulai berkurang di mata aku. Laki-laki yang sudah jelas-jelas sengaja 'menggoda' perempuan yang akan menikah nggak pernah mendapat simpati dari aku. Yah, salah Nina juga sih yang masih plin-plan tiap berhadapan dengan Lanang. Salah Nina juga, yang sudah jelas-jelas akan menikah, tapi mengiyakan ajakan Lanang. Nah, lewat novel ini kita juga bisa membedakan mana tipe yang lebih pantas dijadikan calon suami. Bisa aku bilang kalau Lanang masuk dalam kategori 'material boyfriend', sementara Dewo 'material husband'. Kalau masih mau pacaran dan have fun, aku akan memilih Lanang. Tapi kalau untuk dijadikan suami? Hmm, I don't think so. Sifat spontanitasnya yang selalu membuat Lanang berbuat tanpa memikirkan konsekuensinya, dan tidak menghargai apa yang sudah dimilikinya.
Cara penulis bercerita ringan dan mengalir, berhasil membuat aku larut dalam emosi. Rasa-rasanya pengen berteriak di muka Nina mengenai betapa bodoh dan egoisnya dia. Pesan penulis mengenai 'do not ever taking someone for granted' tersampaikan dengan baik. Dan cobaan sebelum memasuki dunia pernikahan itu memang macam-macam bentuknya, salah satunya dalam bentuk mantan pacar. Tinggal bagaimana kita membawa diri. Harus lebih banyak berpikir, jangan mengambil keputusan impulsif dan membuat kita menyesali keputusan tersebut. Tapi kadang kita harus mengalami kejadian seperti Nina dulu, baru logika kita bisa jalan.
Karena waktu terus berjalan, membangun banyak cerita, mengubah seseorang, mengubah keadaan. Tidak akan mungkin ketika kita mencoba untuk mengulang semuanya akan menjadi sama seperti dulu. Hal 189
3 of a 5 Stars


8 Februari 2016

GIVEAWAY: HAPPY 30 YEARS OLD

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:28:00 PM 61 komentar Link ke posting ini

Sehari sudah nih aku berkepala tiga. Bagaimana perasaanku? Campur aduk lah pokoknya. Yang jelas nggak akan pernah berhenti bersyukur karena masih diberikan kesempatan hidup, Life begin at 30. Setiap orang, aku yakin dan percaya pasti bahagia setiap merayakan ulang tahun. Meski tidak harus dengan pesta meriah. So do I. Nggak harus berpesta, cukup berkumpul dengan keluarga saja. Apalagi kalau dapat hadiah voucher untuk belanja buku, lebih berlipat ganda lagi kebahagiaannya.
Tiga puluh tahun hidup di dunia, sebagian besar umurku dihabiskan dengan membaca. Apa saja yang bisa dijadikan bahan bacaan pasti aku lahap. Dan akhir-akhir ini aku justru mendapatkan banyak renungan dari buku-buku fiksi yang aku baca. Yah, walaupun fiksi, tapi penulis-penulis sekarang banyak menyelipkan fakta dibalik kisah fiksi yang mereka tulis. So, untuk giveaway kali ini aku ingin berbagi kebahagiaan dengan membagikan dua novel yang masuk dalam daftar wishlist kalian. Dengan catatan, price list-nya nggak lebih dari Rp. 150.000 yah hehehe. Kalian bisa menulis tiga novel wishlist kalian untuk cadangan kalau salah satu novelnya lagi tidak tersedia.
Oke, nggak usah lama-lama yah, langsung aja disimak syarat ikutan giveaway ini:
  1. Berdomisili di Indonesia.
  2. Follow blog ini (lewat GFC, Google+, email atau bloglovin) dan follow akun twitter @Mells_A
  3. Share link giveaway ini lewat twitter dengan mengajak minimal 2 orang temanmu, mention akun @Mells_A dan sertakan hashtag #GAHappy30th
  4. Buat photo quotes dari novel-novel favorit kalian. Jumlah photo quotes tidak dibatasi, bisa lebih dari satu.
  5. Upload photo quotes kalian dengan format: #GAHappy30th @Mells_A twitpic photo quotes.
  6. Di kolom komentar di bawah ini, tuliskan nama, akun twitter, kota tempat tinggal, tiga novel wishlist dan link twitpic. Ditambah ucapan selamat ulang tahun juga boleh :D
Giveaway ini akan berlangsung dari tanggal 8 s/d 14 Februari 2016, dan akan diumumkan pada tanggal 15 Februari 2016. Dan satu orang beruntung akan mendapatkan, dua dari tiga wishlist novel kalian.
So, tunggu apa lagi, mari coba peruntungan kalian. And may the odds be ever in your favor :)



5 Februari 2016

MONTHLY RECAP

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:28:00 AM 0 komentar Link ke posting ini



Tanpa terasa, satu bulan sudah berjalan di tahun 2016. Agak sedih juga kalau ingat-ingat tinggal tiga minggu lagi sebelum aku berangkat kuliah lagi dan meninggalkan keluarga. Dan nggak terasa juga kalau Februari sudah berjalan selama lima hari. Which is mean only two day left before I'm going 30.
Nah, aku mau nanya nih berapa banyak bacaan kalian di bulan lalu? Aku sendiri, dari 45 target Reading Challenge yang aku cantumkan di Goodreads Reading Challenge 2016, aku sudah membaca 12 buku. Dan hampir semua buku yang aku baca di bulan Januari adalah buku-buku yang masuk dalam kategori reading challenge yang aku ikuti. Apa aja daftarnya? Here are my January recap:

1. Yang Sulit Dimengerti Adalah Perempuan by Fitrawan Umar (Indonesian Romance Reading Challenge)
2. Queen Of Babble by Meg Cabot
3. Queen Of Babble In The Big City by Meg Cabot (Read At Your Own Risk Reading Challenge)
4. Finally You by Dian Mariani (Indonesia Romance Reading Challenge)
5. The Cuckoo's Calling by Robert Galbarith (Read At Your Own Risk Reading Challenge)
6. New Moon by Stephenie Meyer (Fantasy, Science Fiction, Dystopia Reading Challenge&Read At Your Own Risk Reading Challenge)

7. Cinder by Marissa Meyer (Fantasy, Science Fiction, Dystopia Reading Challenge)
8. Black Angel by Indah Hanaco (Indah Hanaco Reading Challenge, Indonesia Romance Reading Challenge)

9. Meet Lame by Christian Simamora (Indonesia Romance Reading Challenge)

10. Shopaholic Abroad by Sophie Kinsella (Read At Your Own Risk Reading Challenge)

11. Tiger On My Bed by Christian Simamora (Indonesia Romance Reading Challenge)

12. Deception Point by Dan Brown (Fantasy, Science Fiction, Dystopia Reading Challenge)
Selain mengikuti Reading Challenge, aku juga mengikuti tantangan Pennies For Books dan Read And Keep Challenge. Pennies For Books adalah tantangan mengumpulkan receh, dan sejauh ini aku belum hitung sudah berapa total receh yang aku kumpulkan sejauh ini. Sedangkan Read And Keep Challenge adalah tantangan membaca sekaligus menabung. Jadi setiap selesai membaca satu buku, kita akan menabung sebanyak nominal yang kita pilih. Karena cukup optimis tahun ini bisa membaca banyak buku, aku menabung Rp. 10.000 untuk satu buku yang sudah selesai dibaca. Karena Januari aku baca 12 buku, jadi aku menabung Rp. 120.000. Jumlah tabungan yang terkumpul sampai akhir tahun nanti akan jadi modal buat belanjaan di tahun 2017.
Dari 12 buku yang sudah aku baca, dua buku favorit aku di bulan Januari adalah Tiger On My Bed dan Deception Point.
Nah, itu dia January Recap dari aku. Untuk Februari ini, aku berharap bisa berhasil dalam one day one book, atau setidaknya melebihi jumlah bacaan di Januari. 
 

THE WEDDING PLAN by PIA DEVINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 10:34:00 AM 0 komentar Link ke posting ini



Judul: The Wedding Plan
Penulis: Pia Devina
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 192 halaman
Genre: Romance

"Wanita harus menikah sebelum usia dua puluh enam tahun agar kehidupan rumah tangganya bahagia."
Bagi seorang Gayatri Windriya, menikah tidak menjadi prioritas dalam hidupnya. Permasalahan yang timbul mungkin tidak akan menjadi sangat keruh seandainya keluarga besar tidak menjodohkan dirinya dengan seseorang.
Mahesa Bhadrika, lelaki yang sangat dibencinya di masa lalu, ia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Bagaimanapun, Giya bersikeras untuk membubarkan rencana pernikahannya sendiri bersama laki-laki itu. Dia bahkan meminta Reksa untuk pura-pura menjadi kekasihnya.
Lantas... haruskah rencana pernikahan itu benar-benar karam?

Jujur saja, kurang puas dengan novel ini. Ceritanya terlalu sederhana. Diceritakan dari sudut pandang seorang Giya, gadis berusia 29 tahun yang selalu dicecar dengan pertanyaan kapan nikah dari keluarga besarnya. Kejadian tidak mengenakkan yang dialami sang nenek, membuat nenek Lili meminta agar semua keturunannya menikah sebelum usia 26 tahun. Statusnya yang single dan tidak kunjung memperkenalkan pacarnya pada keluarga besarnya, membuat nenek Lili dan mamanya menjodohkan Giya dengan Badi. Keputusan yang ditentangnya dengan keras karena Badi pernah menyakitinya dulu saat mereka masih duduk di bangku SMA. Berbagai cara dilakukan Giya untuk membatalkan pertunangan, termasuk meminta Reksa, salah satu karyawan sahabat Giya untuk pura-pura menjadi pacarnya. Sekeras apapun Giya berusaha untuk menolak pertunangan itu, sekeras itu pula keluarganya berusaha mendekatkan dirinya dan Badi.
Kekurangan pertama novel ini adalah ceritanya kurang tereksplor. Karena menggunakan sudut pandang orang pertama, jadi kita hanya akan disuguhi isi kepala Giya, yang seolah-olah nggak ada kerjaan lain selain memikirkan cara supaya tidak jadi bertunangan dengan Badi. Dan Giya sama sekali tidak mencerminkan seorang perempuan yang sudah berusia 29 tahun. Sifatnya yang keras kepala, childish, dan egois membuatnya jadi berkesan masih berusia 21 tahun, bukannya 29 tahun. Karir mapan Giya juga kurang dieksplor. Memang selama ini aku menyukai gaya menulis Pia yang simpel, yang tidak harus mendeskripsikan latar belakang profesi tokoh-tokohnya. Tapi untuk seorang Giya yang belum memprioritaskan pernikahan karena karir yang sudah bagus, harusnya Pia juga bisa mendeskripsikan profesi Giya dengan jelas. Dengan begitu, yah Giya bisa terlihat seperti perempuan berusia 29 tahun pada umumnya. Alasan membenci Badi karena kekonyolan masa SMA mereka terlalu mendramatisir. Kenapa coba Giya bisa dendam dengan cinta masa remaja yang belum mengenal komitmen, sementara dia tidak menaruh dendam pada Donny mantan pacarnya yang meninggalkannya karena perempuan? Jangankan aku, Giya sendiri juga nggak mengerti kenapa bisa begitu. Yah, mungkin memang benar batas antara benci dan cinta itu terlalu tipis.
Novel ini juga masuk dalam seri "Wedding" Grasindo, tapi nggak mencerminkan tema wedding. Ekspektasi aku mengenai seri ini adalah kita akan memasuki dunia pra-nikah atau pasca nikah. Endingya juga sepertinya terburu-buru. Setelah dibikin naik turun emosinya dengan sifat kekanak-kanakan Giya, aku mengharapkan ending yang lebih dari sekedar senyuman. And Badi deserve a more than just a smile. Yah, setelah nyaris dipermalukan, bukan cuma dirinya sendiri saja, tapi juga seluruh keluarga besarnya, Badi berhak mendapatkan lebih dari sebuah senyuman. Memang sih kalau jadi Giya aku juga akan marah luar biasa, but helllooooouw, kejadian itu sudah lama berlalu. Masa sih kita nggak akan pernah mau move on? Dan males banget nggak sih harus menambah beban pikiran untuk masalah yang nggak perlu didramatisir. Dari novel ini setidaknya kita bisa belajar, kalau setiap manusia itu nggak sempurna. Semua orang pernah melakukan kesalahan. Orang dewasa saja masih melakukan kesalahan, apalagi remaja yang nggak mau berpikir susah-susah. Hanya karena kita nggak pernah menyakiti hati mantan-mantan pacar, nggak lantas menjadikan kita malaikat. Harus bijaksana dan berpikir panjang. Jangan meniru tindakan Giya yang egois, tanpa memikirkan perasaan keluarga besarnya.
Sosok Reksa sendiri, aku nggak ngerti juga. Suka sama Giya kah atau bagaimana? Rivalitasnya kurang ganas, jadi bisa aku bilang Reksa kurang menambah bumbu cerita. Sosoknya sedikit menonjol di bagian endingnya saja. Untuk novel Pia yang ini, aku lebih membela Badi. BTW, namanya kan keren nih, Mahesa Bhadrika, kok panggilannya jadi Badi? *abaikan*
The Wedding Plan bukan penampilan terbaik dari Pia, yang gagal mengeksekusi ceritanya. Aku hanya bisa memberikan 2 bintang untuk novel ini, ditambah setengah bintang untuk gaya menulis Pia yang tidak membosankan.
2,5 of a 5 Stars

4 Februari 2016

[BLOG TOUR] GIVEAWAY TIGER ON MY BED

Diposting oleh Mellisa Assa di 3:56:00 PM 19 komentar Link ke posting ini
Terima kasih buat kalian yang masih setia mengikuti rangkaian Blog Tour Tiger On My Bed. And, yuuuuuhuuu,,,giveaway timeeeee *tebar konfeti*
Mau mendapat novel ini gratis? Simak persyaratannya:
  1. Berdomisili di Indonesia.
  2. Follow akun twitter @Mells_A@09061983 , dan @TWIGORA dan share giveaway ini di twitter dengan menyertakan hashtag GA #TigerOnMyBed dan mention ketiga akun tersebut.
  3. Follow blog ini lewat GFC (Google Friend Connect), bloglovin atau email.
  4. Tinggalkan komentar di postingan INTERVIEW dan REVIEW
  5. Jawab pertanyaan di kolom komentar dengan mencantumkan nama, akun twitter, nama akun follow (kalau beda dengan nama), kota tempat tinggal. Pertanyaannya adalah: Pelampiasan apa yang akan kamu lakukan apabila pacar/tunangan kamu meninggalkan kamu karena perempuan lain?
GA #TigerOnMyBed ini akan berlansung selama 7 hari dari tanggal 4-11 Februari 2016. Pemenang akan diumumkan tanggal 12 Februari 2016.
Satu orang pemenang akan mendapatkan 1 eks novel ini yang akan dikirimkan langsung oleh penerbitnya :)

So,,,selamat berburu buntelan. And may the odds be ever in your favor

[BLOG TOUR] REVIEW TIGER ON MY BED

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:02:00 PM 36 komentar Link ke posting ini

Judul Buku: TIGER ON MY BED (#VIMANASINGLES book 1)
Pengarang: Christian Simamora
Harga Jual: Rp. 88.000
Bulan/Tahun Terbit: DESEMBER 2015
Panjang x Lebar: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 408 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel Dewasa


Tagline:
SEBELUM BENAR-BENAR PATAH HATI,
KAU TAK AKAN PERNAH MENYADARI SEPERTI APA KAU INGIN DICINTAI.

Blurb:

“UNTUK MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”
Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.
“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa bersalah.
“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.


Selamat jatuh cinta,

CHRISTIAN SIMAMORA
 



Setelah sukses dengan #JBoyfriendSeries, Christian Simamora kembali dengan #VimanaSingles, dan Tiger On My Bed menjadi pembuka serial ini. Untuk novel perdana #VimanaSingles, kita akan bertemu dengan Talita Koum Vimana -Tal-.
Tal, gadis cantik, pintar, terlahir dari keluarga kaya raya, dan CEO Perusahaan Appraiser Appraiser. Hidup Tal terlihat sempurna. Mungkin banyak gadis-gadis di luar sana yang ingin bertukar tempat dengan Tal. But she didn't have an happy ending in her relationship. Rizal, tunangannya, lelaki yang sangat dicintainya, memutuskan pertunangan mereka karena jatuh cinta dengan wedding planner mereka. Bukan cuma merenggut cinta Tal, tapi Rizal juga merenggut kebahagiaannya. Tak ada yang tersisa dari hati Rizal kecuali rasa penyesalan. Tal terpuruk sendirian, berusaha mengumpulkan serpihan-serpihan hatinya yang sudah hancur tak berbentuk. Puas mengurung diri, Tal berusaha move on. Saat menghadiri launching produk kecantikan, Tal ditantang Fika dan Yana, dua sahabatnya untuk menyobek foto dirinya dan Rizal yang masih dia simpan dalam dompet. Bukan cuma itu, tapi Fika dan Yana juga mengusulkan sebuah ide untuk Talita, yaitu mencari rebound. Seseorang yang menjadi pelampiasan luka hati Tal demi bisa melupakan Rizal.
"Semacam cowok yang nggak akan lo pacarin dalam situasi normal. Tipe cowok yang lo pilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out." Hal 15
Awalnya Tal menolak. Dia masih ragu-ragu dan gugup, belum siap menjalin hubungan yang baru. Tapi dalam hati Tal membenarkan ucapan sahabat-sahabatnya. Tal terluka karena Rizal, dan yang bisa mengobati luka hatinya adalah lelaki lain. Dan ide mencari rebound adalah satu-satunya yang bisa Tal pertimbangkan.
"The strongest drug that exist for a human is another human being." Hal 24
Pilihan Tal jatuh pada Jai Birksted. Lelaki blasteran Denmark-Indonesia dan berprofesi sebagi desainer interior, yang tengah duduk sendiri di bar dan sedang dirayu oleh seorang gadis bernama Ariana. Tanpa basa-basi Tal langsung berpura-pura sebagai kekasih Jai, dan nekat duduk di pangkuan Jai demi bisa mengusir Ariana dari situ. Dari pertemuan singkat malam itu, dan setelah kembali terkenang dengan pengkhianatan Rizal yang kembali membuka hatinya, Tal kembali menghubungi Jai. Sempat ditolak saat Tal meminta Jai melakukan one night stand dengannya, karena masih trauma dengan kejadian masa lalunya, tapi pada akhirnya Jai pun tidak sanggup menolak pesona Tal. Tiger arrangement, begitu mereka menyebut hubungan mereka. Tapi Tal merasa kalau dia mulai bergantung pada Jai. Bukan hanya tidak bisa menyingkirkan bayangan Jai dari benaknya, tapi Tal tidak bisa menampik rasa nyaman saat Jai berada disampingnya. Begitu pula sebaliknya dengan Jai. Jatuh cintakah mereka?
Goodbye is goodbye, it will hurt us eventually. Hal 118
"Gue tahu lo punya kekuatan untuk menyembuhkan patah hati lo sendiri. Tapi gue nggak akan membiarkan lo melakukannya seorang diri. Always remember that." Hal 245
Orang bilang, rasa cinta bisa muncul mendadak seperti sebuah ledakan besar, tapi tak jarang terjadi juga berupa letupan-letupan kecil namun intens. Hal 288
Kalau kalian sebelumnya sudah membaca Meet Lame, pasti sudah baca juga sedikit sneak peak cerita novel ini yang ada di halaman belakang. Saat pertama tahu soal novel ini, dan saat membaca sinopsisnya, aku berpikir kalau Tal ini nggak beda-beda jauh dengan tokoh Emi di Pillow Talk. Tipe yang terbiasa hidup bebas, punya serenceng pengalaman one night stand dan tokoh yang mudah menggaet lelaki manapun seperti jargonnya Syahrini, hempaaaaas,,,datang lagi. But I was totally wrong. Meski Tal memang dianugerahi fisik yang sanggup melakukan itu semua. Bisa aku bilang kalau Tal adalah tokoh cewek favorit aku sejauh ini, dibandingkan tokoh cewek di novel lainnya abang Ino yang sudah aku baca.
Aura glamor dan classy dari novel ini sangat kuat. Bukan cuma bertemu dengan Tal, yang memang glamor dari segi penampilan, tapi kita juga akan bertemu dua sahabatnya Fika dan Yana. Seorang fashion designer dan seorang keturunan Rusia yang keluarganya juga kaya raya. Kehidupan hedon para sosialita Jakarta juga masih ditampilkan di novel ini tapi tidak sebanyak di Marry Now Sorry Later. Yang berbeda adalah profesi jewelry appraiser yang dipilih penulis sebagai profesinya Tal. Bisa dibayangkan kerumitan penulis untuk menjabarkan pekerjaan Tal tanpa membuat ceritanya jadi berkesan boring. Dan penulis berhasil menurutku, karena deskripsi pekerjaan Tal dijelaskan dalam porsi yang cukup tanpa mengalihkan perhatian pembaca dari inti cerita. Pemilihan covernya juga sangat pas, dan merepresentasi penampilan dan gaya fashion Tal. Masih juga bertaburan brand-brand luar negeri yang kebanyakan adalah brand yang baru aku kenal. Menambah nilai plus penulis yang wawasannya seluas samudera, tapi kekurangannya bisa menjadi hambatan bagi pembaca yang tidak terlalu ngeh dengan dunia fashion yang glamor.
Dari segi tokoh, Tal dan Jai adalah perpaduan sempurna, yang bisa saling melengkapi. Chemistry keduanya pas, dan sebenarnya tanpa perjanjian tiger arrangement pun keduanya bisa cocok. Tapi itulah yang menjadi konflik dalam cerita. Keduanya pernah patah hati, dan keduanya juga mencari obat patah hati dengan cara yang nyaris sama. Jadi saat salah satunya jatuh cinta, dia berhasil mencari cara jitu untuk mendapatkan hati pasangannya. Tal adalah perempuan yang mempesona, dan Jai adalah lelaki gentle yang bikin melting. Saat mencoba menempatkan diri sebagai Tal, aku bisa merasakan kenyamanan Tal saat Jai ada di sampingnya. Dan penulis membuat keduanya saling merindukan bukan hanya karena nafsu seks saja, tapi karena mereka saling membutuhkan satu sama lain, tanpa mereka berdua sadari. Penggambaran karakter keduanya juga tidak terlalu muluk, dengan menggambarkan sosok yang terlalu sempurna yang cuma ada di cerita dongeng. Tal, meski cantik, pintar dan kaya raya, tapi dia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dalam keluarganya. Tidak dekat dengan kakaknya, dan sedikit dimusuhi ayahnya yang bipolar.
Novel ini meski lumayan tebal, tapi bisa dilahap dalam sekali duduk. Cara penulis bertutur selalu enak untuk diikuti dan tanpa sadar sudah mau selesai saja. Dan aku suka cara penulis mengisahkan kisah masa lalu Tal dan Jai. Meski ada beberapa 'kegagalan' dalam bentuk typo, tapi masih bisa diabaikan. Berbeda dengan Meet Lame, penulis kembali menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi lebih bebas mengeksplor ceritanya karena tidak hanya stuck dengan satu isi kepala saja. Deskripsi pekerjaan Tal, sedikit dunia desain interior, dan dunia hewan memberi sedikit warna yang berbeda dalam novel ini. Dialog-dialognya juga segar dan lucu, apalagi kalau sudah melibatkan Fika dan Yana. Fika yang pintar dan sarkas, serta Yana yang ceria dan ceplas ceplos, adalah perpaduan sahabat yang pas untuk Tal. Bahkan Tal bisa menjadi penengah antara keduanya yang kadang-kadang terlalu berapi-api. Tapi aku lebih memfavoritkan Yana. Bukan cuma karena porsi Yana yang lebih banyak muncul dari Fika, tapi karena pribadinya dan masukan-masukan yang dia berikan pada Tal. Bagian favorit aku di novel ini adalah bagian 9 dan 11. Bagian 9 karena bagian itu adalah momen intim Tal dan Jai yang tidak melibatkan ranjang dan saat salah satu mulai mengakui perasaan cinta yang muncul. Bagian 11 adalah bagian terlucu antara Tal dan Jai yang saling berkirim makanan dan pesan di sebuah restoran. Kalau bed scene favorit? Hmmm, yang di perpustakaan kayaknya hehehe. Dan seperti #JBoyfriendSeries, novel ini juga masuk dalam kategori novel dewasa. Adegan hotnya banyak di novel ini, mengalahkan Marry Now Sorry Later dan mungkin novel-novel lain penulis yang sudah aku baca. Dideskripsikan dengan gamblang dari adegan foreplay sampai klimaks tanpa membuat pembacanya mengernyit jijik. So, aku tidak menyarankan adek-adek manis dibawah 18 tahun untuk membaca novel ini. Usir cantik yaaah,,,huuuussssh sanaaa. Bacanya nanti aja kalau sudah 18 tahun :D
Pesan yang aku tangkap dari novel ini adalah bagaimana kita berdamai dengan sakit hati kita sendiri. Tidak memperburuk keadaan dengan terus mengurung diri dan berharap diselamatkan oleh pangeran berkuda putih. Move on adalah obat yang ampuh tanpa harus melampiaskan ke orang lain. Yah, balik aja lagi ke ungkapan, 'Tuhan akan mempertemukan kita dengan beribu-ribu orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan satu orang yang baik'. Dan Jai Birksted berhasil menggeser posisi Jao Lee sebagai tokoh cowok ciptaan abang Ino yang paling aku favoritkan.
4,5 OF A 5 STARS

Naaaaaah,,,seperti blog tour yang lalu-lalu (Marry Now Sorry Later dan Meet Lame), para host wajib melakukan photo challenge. Dan untuk Blog Tour Tiger On My Bed, para host diminta untuk meniru pose Madonna dalam cover Rebel Heart. Yang ini nih fotonya:

Gokil kaaaaan tantangannya??? Nggak bisa berhenti ngakak saat membayangkan harus meniru foto ini lengakpa dengan kabel-kabelnya *LOL*. Ini versi dari aku, bukan Rebel Heart tapi Kabel Face :D
Mau mendapatkan novel ini? Nantikan giveawaynya di sini, 3 jam lagi :)
 
 











 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor