26 Juni 2016

THE INFINITE SEA by RICK YANCEY

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:54:00 AM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: The Infinite Sea
Penulis: Rick Yancey
Alih Bahasa: Angelic Zaizai
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1799-1
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 400 hlmn;20 cm
Genre: Science Fiction

Bagaimana cara melenyapkan miliaran manusia penghuni Bumi?
Lenyapkan sisi kemanusiaan mereka.
Nyaris mustahil rasanya selamat dari empat Gelombang pertama. Tetapi Cassie Sullivan berhasil, dan sekarang ia hidup di dunia baru, dunia tanpa rasa percaya pada sesama. Saat Gelombang 5 menyapu segalanya, Cassie, Ben, dan Ringer dipaksa berhdapan dengan tujuan utama para Makhluk Lain: pemusnahan umat manusia.
Maka mereka pun terlibat dalam pertempuran terdahsyat: antara hidup dan mati, cinta dan benci, harapan dan kenyataan.

Setelah lolos di seri sebelumnya, dan kembali bertemu dengan Sammy, kini Cassie, Ben, Ringer, dan anggota kelompok yang selamat menyusun rencana untuk tetap bertahan hidup dan menuju ke tempat yang lebih aman. Tapi Cassie masih berniat menunggu kedatangan Evan, karena Evan telah berjanji untuk selalu menemukan dirinya. Karena keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat Ringer memutuskan untuk memeriksa lokasi yang menjadi tujuan mereka sementara yang lain tetap tinggal di gedung hotel yang lokasinya tidak jauh dari markas militer yang telah hancur. Tapi terjadi sesuatu yang membuat Ringer terpaksa kembali ke markas militer dimana membuat dia kembali bertemu dengan Letnan Vosch. Letnan yang berpura-pura menjadi manusia dan melatih mereka menjadi tim pembunuh kaum mereka sendiri. Tapi Ringer tidak dibunuh, dia malah dijadikan objek penelitian yang membuat tubuhnya menjadi sekuat para makhluk lain.
Sementara di gedung hotel tua, Cassie, Ben dan lainnya harus menghadapi masalah lain. Mulai dari kemunculan Evan tiba-tiba dan tanpa diduga. Kedatangan bocah kecil dengan bom yang di pasang di tenggorokannya dan serangan Grace -mantan kekasih Evan-. Dan lagi, harus ada yang mengorbankan nyawa demi keselamatan yang lainnya.

Nggak kalah seru dari seri sebelumnya, tapi kurang menegangkan dibandingkan The 5th Wave. Terlalu banyak ngobrolnya menurutku. Bagian serunya setelah pertengahan cerita, tapi tetap saja membuatku beberapa kali menahan napas. Tapi setidaknya di seri kedua ini, Cassie cs mendapat lebih banyak keuntungan. Pertama ada Evan, yang banyak tahu taktik dari Vosch dan kawan-kawan. Kedua, Ringer yang berubah menjadi seperti 'superhero'. Lebih kuat dan tidak mudah mati. Tapi lagi, masalah kepercayaan masih menjadi masalah utama. Aku yang sebagai pembaca juga jadi susah menentukan mana orang yang benar-benar berniat membantu. Selain ada tokoh-tokoh dari seri satu, di seri ini ada beberapa tokoh baru lagi yaitu Grace dan Razor. Grace adalah mantan kekasih Evan. Makhluk lain dalam wujud wanita cantik dan luar biasa kuatnya. Lalu ada Razor, salah satu prajurit asuhan Vosch yang membantu Ringer dalam usaha pelariannya. Setelah membaca The Infinite Sea aku jadi makin tidak sabar menanti seri ketiganya. Penasaran dengan bagaimana cara Cassie cs bertarung mengalahkan Vosch cs yang sangat kuat dari segi tenaga dan senjata.
Kalau di The 5th Wave lebih banyak menceritakan sisi Cassie dan Ben, di novel ini kisah Ringer dan Poundcake yang lebih banyak diangkat. Dan, jangan terlalu memfavoritkan salah satu karakter, karena kita nggak akan pernah bisa menduga seberapa panjang umur si karakter tersebut. Tapi jangan khawatir, kita masih tetap disuguhi kejutan di bagian akhirnya. Dan masih menanti nih kelanjutan asmara Cassie-Evan dan Ben-Ringer.

4 of a 5 Stars

25 Juni 2016

The 5th Wave by Rick Yancey

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:44:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Judul Buku : Gelombang 5 (The 5th Wave)
Penulis : Rick Yancey
Alih Bahasa : Angelic Zaizai
Editor : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Desember 2013
Tebal : 576 halaman, paperback
ISBN : 978-979-22-9115-5
Genre: Science-Fiction

Setelah gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa
setelah gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos
dan setelah gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan
setelah gelombang 4, hanya ada satu peraturan : Jangan percaya pada siapapun.
Alien menyerbu bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang.
Cassie berhasil bertahan sejauh ini. Menurutnya, untuk tetap hidup, ia harus sendirian. Sampai ia bertemu Evan Walker. Cowok misterius itu mungkin satu- satunya harapan Cassie untuk menyelamatkan adiknya-atau bahkan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun Cassie harus memilih antara percaya atau putus asa, melawan atau menyerah, hidup atau mati.
Kebiasaan buruk menunda-nunda review adalah jadi lupa apa yang mau diomongin, padahal aku sangat terhipnotis dengan novel ini dari halaman awalnya. Oke,,,mulai pelan-pelan aja yah?
The 5th Wave menceritakan perjuangan manusia melawan para alien yang ingin menginvansi bumi. Gelombang pertama serangan adalah bom EMP. Listrik mati, mobil mati, pesawat berjatuhan, no internet. Cassie Sulivan, keluarganya dan umat manusia lainnya masih belum tahu apa yang terjadi sebelum kabar serangan alien merebak. Gelombang 2, tsunami besar-besaran, meluluh-lantakkan negara-negara pesisir pantai, dan melenyapkan hampir sebagian besar umat manusia. Gelombang 3, datang dalam bentuk wabah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Gelombang 4, peredam.
Cassie Sulivan berhasil bertahan sejauh ini dan berpikir kalau dia mungkin satu-satunya manusia yang selamat. Ibunya pergi lebih dahulu karena serangan wabah. Ayahnya dibunuh di depan matanya, dan adiknya Sammy dibawa oleh segerombolan orang yang mengaku tentara. Tujuan Cassie untuk saat ini hanyalah menemukan adiknya sambil berusaha untuk tetap hidup. Dia tidak bisa memercayai siapapun, sampai dia diselamatkan oleh Evan Walker. Laki-laki misterius yang hidup sendirian setelah seluruh keluarganya tewas. Evan, si hiu yang ingin menjadi manusia. Sekalipun ingin menjauh dari Evan, tapi Cassie membutuhkannya untuk menemukan Sammy.
Sementara di lain tempat, Ben Parish, cinta pertama Cassie tengah dipersiapkan menjadi tentara handal untuk menghadapi alien. Zombie, nama yang diberikan padanya. Dilatih bersama rekan-rekan satu grup-nya, Ringer, Poundcake, Teacup, Dumbo, dan ketambahan satu anggota Nugget yang tidak lain adalah Sammy adik Cassie. Tujuan mereka satu, balas dendam. Menghabisi alien yang sudah menimbulkan kekacauan di bumi. Tapi di saat operasi mereka pertama kali, Ringer si cewek jago tembak mulai mengungkap semua keganjilan-keganjilan yang terjadi. Mereka sadar, kalau merekalah gelombang ke 5. Anak-anak yang dilatih untuk membunuh kaum mereka sendiri.
Bagaimana kelanjutan kisah Cassie, Evan dan Ben? Apakah mereka bisa selamat? Jangan lewatkan novel ini.
Awalnya, genre science fiction bukanlah genre favoritku. Bahkan aku nggak tahu novel-novel apa saja yang masuk dalam genre ini. The 5th Wave jadi novel genre Science Fiction kedua yang aku baca, dan aku jadi makin suka dengan genre ini. Mengangkat kisah kekacauan yang ditimbulkan alien, membuat aku sebagai pembaca terus dibalut rasa penasaran dari awal sampai akhir cerita. Aku jadi berasa dejavu dengan kekacauan yang terjadi di novel ini setelah serangan gelombang 1. Dejavu bukan karena pernah mengalami yah, tapi lebih ke mix feeling yang aku rasa. Bagi yang pernah nonton The Walking Dead dan Revolution, pasti merasakan kengerian yang sama saat membaca The 5th Wave. Sesama umat manusia jadi saling membantai demi bisa bertahan hidup. Nggak bisa memercayai siapapun. Kebayang nggak sih kalau jadi Cassie? Sendirian, berkelana dan harus mencari adik satu-satunya.
Bergantian menceritakan dari sudut pandang Cassie, Evan, dan Ben, kita akan diajak menebak-nebak jalan ceritanya. Cassie bakal selamat gak yah? Bakal ketemu Sammy lagi nggak? Evan ini sebenarnya siapa? Apa Cassie dan Ben bisa bersatu melawan alien? Dan kita juga nggak bisa membedakan mana orang-orang yang memang baik dan mana yang jahat. Kalau membayangkan alien seperti di film-film, jelas di novel ini bukan wujud seperti itu yang akan kita temui, tapi dalam wujud manusia. Tanpa sadar kita juga akan ikut menganalisa, oh yang ini yang jahat nih atau ini yang baik, walau nggak jarang juga jadi salah kaprah. Bukan cuma dalam hal mana yang baik, mana yang jahat, tapi dalam hal asmara juga masih mengambang, Cassie bakalan tetap sama Evan atau kembali ke cinta pertamanya, Ben Parish.
Parameterku dalam memberikan bintang sempurna untuk sebuah novel adalah yang pertama jalan cerita yang tidak membosankan yang membuatku nggak rela berhenti sebelum cerita berakhir, dan saat aku mengambil jeda sejenak, aku jadi ingin cepat-cepat kembali membaca karena ceritanya yang terus terbayang. Kedua, jalan ceritanya tidak melebar dari genre yang diusung, dan tidak berbelit-belit. Untuk The 5th Wave, jalan ceritanya mudah dipahami dan tanpa istilah yang sulit. Terjemahannya juga tidak kaku. Dan bertabur tokoh-tokoh yang kuat. Cassie dan Ringer jelas jadi favoritku. Perempuan-perempuan tangguh dan pemberani. Nggak kebayang deh kalau ada di posisi Cassie dan harus menghadapi kekacauan sendirian. Novel ini recommended, terutama buat kalian yang mengaku pecinta genre Fantasi, Distopia dan Science Fiction.
5 Stars



Rhapsody by Mahir Pradana

Diposting oleh Mellisa Assa di 9:59:00 PM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: Rhapsody
Penulis: Mahir Pradana
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Tebal Buku: 324 halaman

Hei, di sebelah dunia bagian mana kau sedang berada?
Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah.
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.
Sudah kujejaki banyak kisah, kutemui pula banyak luka.
Ternyata, pada kisah masa lalu milik kitalah harapan itu tetap ada.
Masih kuatkah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pulang akan menjadi jawaban

Sebuah cerita menarik tidak memerlukan nama yang keren atau malah dibuat-buat. Hal 11

Meet Abdul Latif a.k.a Al. Pria pemimpi yang berambisi menjadikan hotel peninggalan almarhum ayahnya sebagai hostel nomor satu, dan juga pria yang patah hati karena seorang gadis bernama Nadia. Al bermimpi menjadikan Paradise sebagai hostel dengan budget traveller. Tapi kadang mimpi tidak sejalan dengan kenyataan. Paradise sepi pengunjung. Sampai datang pria berkebangsaan Spanyol, Miguel, yang mengubah segalanya. Miguel mencari Al sampai ke Makassar hanya karena Al pernah membantu ibunya mengangkat lemari. Bantuan kecil dari Al tapi sangat mendalam kesannya bagi seorang Miguel. Dengan bantuan Miguel, Paradise mulai berkembang dan banyak pengunjung. Ide-ide unik dari Miguel menjadikan Paradise sebagai hostel yang diincar para traveller.

Mungkin kita sebagai orang Indonesia memang nggak pernah menyadari kekayaan yang kita miliki sebelum warga negara asing menyadarinya duluan. Hal 103

Bukan cuma usahanya yang meningkat, tapi hati Al kembali diketuk cinta dari masa lalunya, Sari. Hari-hari Al seakan semakin baik saja. Tapi, cinta Al masih harus diuji kali ini. Begitu pula dengan persahabatan antara dirinya dan Miguel. Salah paham yang muncul ketika Al tahu bahwa Miguel diam-diam berpacaran dengan kakaknya. Al marah besar dan menolak bicara dengan Miguel. Sampai ketika Al mendapat kabar kalau Miguel menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut yang menyeberang menuju Rote. Masalah tidak berhenti sampai disitu. Hostel-nya menjadi buah bibir saat salah satu pengunjungnya kedapatan menyimpan narkoba. Bisnis yang sedang diatas angin harus tiba-tiba menukik tajam. Al pun mulai mempertimbangkan untuk menjual hostelnya. Sampai keajaiban datang lagi untuk kedua kalinya, dalam wujud orang yang sama.

Namun, ternyata keajaiban disebut "keajaiban" karena memang...ajaib! Dan, ajaibnya lagi, "keajaiban" ternyata bisa terjadi berulang kali. Hal 253

Tertarik membaca novel ini setelah mengenal tulisan Mahir Pradana lewat novel Sunset Holiday. Gaya menulis Mahir di awal-awal cerita bisa membuat pembaca salah kaprah. Dikira kalau isinya patah hati melulu atau susah move on. Kesan itu yang aku tangkap di halaman-halaman awal, apalagi kalau baca sinopsisnya. Tapi kesan itu langsung lenyap saat tokoh Bebi, asisten Al muncul. Banyak dialog-dialog kocak antara Al dan Bebi. Dibalik kisah cintanya yang gagal karena penghianatan ternyata Al ini orang yang kocak juga. Aku agak bingung yah mau memasukkan novel ini ke genre apa, karena meski ada, tapi kisah romance bukan yang utama di novel ini. Rhapsody lebih banyak mengajarkan tentang kebaikan, usaha, kerja keras, persahabatan dan kekeluargaan. Betapa ternyata kebaikan yang kita anggap sepele tapi bermakna bagi orang lain. Bagaimana juga cara Al mempertahankan satu-satunya peninggalan orangtuanya dengan usaha dan kerja keras. Persahabatan Al dan Miguel yang mengharukan dan kasih sayang antara dua kakak beradik. Novel ini bikin campur aduk perasaan adek. Dari ketawa, tiba-tiba terharu. Penulis juga menggambarkan kota Makassar dengan sangat baik, bisalah memancing rasa penasaran orang dan pengen juga ke ibukota Sulawesi Selatan tersebut. Dan sebenarnya nih, novel ini juga agak menyindir kita yang tidak sadar dengan potensi yang dimiliki negara kita ini.
Pesan moralnya adalah kesabaran dan kerja keras hasilnya tidak pernah jelek. Yang penting kita mau berusaha dan pantang menyerah. Ngomong memang gampang, tapi nggak ada jeleknya juga untuk berusaha kan.  Dan juga jangan pernah enggan berbuat kebaikan. Kebaikan sekecil apapun pasti ada balasan yang lebih baik untuk kita. Dan setelah diajak naik turun dengan kisah Al, mulai dari patah hatinya, usaha, keluarga dan persahabatannya, pada akhirnya kita akan dibikin senyum lebar dengan kisah Al yang baru bersama Sari, yang pada awalnya juga nggak berjalan mulus. Al bahkan harus sabar menunggu selama 1 tahun. Yah, dimana ada niat yang teguh, disitu juga pasti ada jalan.

God creates feelings like love, hate, happiness of fears, although love is sometimes hidden behind the mists... But with our togetherness that will last through the years, we're going to see that true love really exists...

No more sad memories,,,,,only a happy ending

4 of a 5 Stars 

Les Masques by Indah Hanaco

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:08:00 AM 0 komentar Link ke posting ini

Judul: Les Masques
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Penerbit: Grasindo
ISBN: 9786022514657
Tahun Terbit: Maret 2014
Tebal Buku: 240 halaman

Fleur Radella, lahir karena kebuasan hasrat yang tak bisa ditolak. Elektra Valerius, jiwa berani yang terpaksa bersemayam di tubuh yang salah. Tatum Honora, gadis pemurung yang tercipta karena ketidakmampuan manusia menundukkan diri sendiri.
Semua yang dimulai di masa lalu, tak seharusnya menjadi hantu yang menempel tanpa pengampunan. Lalu Adam Dewatra hadir. Menggenapi jejak horor masa lampau.

I'm baaaaaaaack dengan hutang review yang menumpuk. Maklumlah lagi kembali jadi mahasiswa dengan tugas-tugas dan deadline laporan yang tanpa ampun. Nah, di comeback-nya aku ini (ciih sok artis), aku menjatuhkan pilihan untuk mereview novel ini. Satu, karena sejak selesai baca beberapa bulan lalu aku sudah 'gatel' ingin mereview novel ini. Dua, karena aku utang review sama penulisnya juga. Tiga, aku ikutan reading challenge Indah Hanaco, jadi baca dan review novel ini jadi sesuatu yang wajib. Cukup sekian basa-basinya, langsung ke reviewnya.
Mbak Indah dikenal sebagai penulis yang sangat produktif, yang setiap novel romance-nya bisa membuat mimisan para pembaca yang mengidolakan beliau. Menulis tema romance sudah biasalah buat mbak Indah. Tapi gimana dengan tema Dissociative Identity Disorder (DID) atau gangguan kepribadian ganda? 
Les Masques menceritakan kisah Fleur Radella, gadis cantik keturunan indo yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari sang nenek Marini yang juga menjadi keluarga satu-satunya selain pamannya Xander yang tinggal di luar kota. Bukan hanya tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali, tapi Fleur juga dijadikan media pembalasan dendam sang nenek pada ayah biologisnya yang dianggap sebagai penyebab hancurnya masa depan Renee -ibu Fleur- dan penyebab meninggalnya anak kesayangan Marini itu. Satu-satunya orang yang menyayanginya dengan tulus adalah Nana, asisten rumah tangga mereka. Elektra Valerius muncul pertama kali saat Fleur dikurung oleh Marini di dalam kamar mandi. Selanjutnya, Elektra selalu berusaha untuk melindungi Fleur, tapi dengan cara yang salah. Lalu ada Tatum Honora, yang muncul karena perbuatan orang yang seharusnya melindungi Fleur dan Adam Dewatra yang menggenapi kisah pilu kehidupan Fleur. Dan setelah semua penderitaan yang dilaluinya, Fleur tidak sadar dengan apa yang tengah terjadi pada dirinya.
Pas baca prolognya, aku sudah bisa menebak kalau ceritanya pasti berkaitan dengan kepribadian ganda. Untuk tema yang agak rumit, mbak Indah berhasil menyampaikan ceritanya dengan baik tanpa menimbulkan banyak tanya atau alur cerita yang berbelit-belit. Bahkan aku selesai membaca novel ini hanya dalam waktu dua kurang dari dua jam. Aku dibikin penasaran dengan kisah masa lalu Renee, mamanya Fleur. Dan sumpah ceritanya bikin nyesek. Belum lagi kejutan-kejutan lainnya yang dikeluarkan secara bertahap oleh mbak Indah yang semakin membuatku menganga. Begini amat sih jalan hidup kamu Fleur? Seakan-akan kebencian sang nenek nggak cukup dan harus ditambah dengan penderitaan-penderitaan lain. Yang bisa menguatkan Fleur mungkin hanya kasih sayang dari Nana, dan yang bisa melindunginya adalah pribadi-pribadi lain dalam dirinya yang lahir dari trauma masa lalunya. Kalau ditanya siapa 'kembaran' favoritku, pilihanku jatuh ke Elektra. Aku suka dengan sikap beraninya, karena aku memang nggak terlalu suka dengan karakter yang terlalu lemah dan aku suka tiap kali dia mulai ngomong French. Meski kadang pilihan yang diambil Elektra terlalu ekstrim yang justru menempatkan Fleur dalam masalah. 
Kalau mau jujur sih, aku lebih suka gaya menulis mbak Indah di novel dengan tema seperti ini. Sama seperti saat aku membaca novel Black Angel. Lebih menantang dan menimbulkan rasa penasaran, belum mau berhenti sampai ceritanya selesai. Seandainya Fleur ada di kehidupan nyata, pengen banget memeluk dia dan menenangkan hatinya dan berusaha membantu sampai dia sembuh. Kisah kelam Fleur ikut membuatku nyesek dan merinding. Dan yang paling membuatku speechless adalah perbuatan Xander. Saat flashback ke masa kecil Fleur, aku senang dengan kedatangan Xander. Sebagai paman satu-satunya Fleur, tentu aku berharap kalau dia bisa melindungi Fleur dari kekejaman Marini. Terlebih dia yang mendapat amanat dari Renee untuk selalu menjaga dan melindungi Fleur. Tapi dia justru menciptakan neraka untuk Fleur dengan permainan yang dia sebut 'heaven'.
Tapi memang masih ada beberapa kekurangan novel ini, mulai dari ayah kandung Fleur yang dihilangkan begitu saja tokohnya padahal bisa dibilang dia jugalah penyebab penderitaan Fleur, dan kebingungan-kebingungan Fleur atas apa yang terjadi pada dirinya, kurang dapat 'feel'-nya. Tapi selebihnya aku rasa novel ini sudah oke. Endingnya yang menggantung pun membuatku berharap kalau mbak Indah mau menulis kelanjutan kisah dari Fleur.
4 of a 5 Stars
 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor