21 Maret 2016

[BLOG TOUR] COME BACK TO ME: REVIEW

Diposting oleh Mellisa Assa di 2:48:00 PM

Judul Buku: Come Back To Me
Penulis: Arini Putri
Harga Jual: Rp. 77.700
ISBN: 978-602-70362-5-3
Bulan/Tahun Terbit: JANUARI 2016
Panjang x Lebar: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 386 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel

Blurb:
SENNA
"Mataku tak bisa melihatnya, tapi aku merasa mengenal Ced lebih dari siapa pun. Dari tangan kasarnya, aku tahu dia adalah pekerja keras. Dari suaranya, aku bisa tahu betapa renyah tawanya. Dan tak peduli sesingkat apa pun kami bersama, kenangannya selalu bertahan lebih lama di dalam benakku."

CED
"Mata almond Senna tak pernah terlihat sama. Terkadang gelap, terkadang mengeluarkan binar yang luar biasa indahnya. Lambat laun membuatku jadi egois, berharap sepasang mata miliknya itu bercahaya karenaku saja."

*
Ced ternyata baru menyadari, hatinya sejak lama sudah jadi milik gadis itu,
seperti halnya hati Senna sudah dimiliki oleh laki-laki itu.
Namun ketika akhirnya menyadari cintanya pada Senna, Ced malah dihadapkan pada dilema yang teramat sulit untuk dihindari: antara harus memilih kebahagiaannya sendiri atau kebahagiaan gadis itu.

Cedric Pratama -Ced- laki-laki tampan berpembawaan dingin yang sangat jatuh cinta dengan kayu dan dunia furniture. Impian yang selalu ditentang sang ayah, yang membuatnya memilih untuk meninggalkan rumah mewah ayahnya dan tinggal di studio tempat dia dan tiga rekannya yaitu paman Widi, Malik dan Tanu membuat furniture. Keseharian Ced berubah setelah bertemu Senna. Gadis cantik bermata almond, tapi sayangnya buta karena kecelakaan mobil, Senna, gadis pembuat cookies yang terlihat rapuh dari luar, tapi memiliki hati yang keras. Senna sanggup menenangkan Ced dan membuat pikirannya lebih jernih dan nyaman. Senna, gadis yang tidak berani dia dekati pada awalnya, tapi berhasil membuatnya jatuh cinta. Saat hubungan keduanya makin dekat, untuk pertama kalinya, Senna jadi ingin bisa melihat. Menyesali kenapa di kecelakaan dulu hanya dia yang buta. Untuk pertama kalinya Senna ingin serakah, tidak hanya mendengar suara Ced saja, tapi juga ingin melihat wajah Ced. Diam-diam Senna menyimpan harap, saat dia bisa melihat suatu hari nanti, wajah Ced-lah yang pertama kali ingin dia lihat. Tapi harapan kadang tak sejalan dengan kenyataan. Saat mendapat kesempatan dengan datangnya donor mata untuk Senna, mamanya harus menjalani katerisasi jantung dengan biaya yang tidak sedikit. Senna terpaksa kembali menggantungkan harapannya demi pengobatan mama tercinta. Melihat kebahagiaan Senna yang pupus, Ced memilih untuk mengorbankan impiannya dan membuatnya terpaksa harus meninggalkan Senna. Akankah Ced kembali dan Senna tetap setia menantinya?

Pertama kali kenalan dengan karya Arini Putri. Gaya menulisnya setipe dengan Winna Efendi dan Windry Ramadhina, yang rapih, lembut, nggak ceplas-ceplos. Untaian kalimatnya enak untuk diikuti dan cerita hanya fokus ke Ced dan Senna. Kedua karakter dibentuk atas luka di masa lalu. Luka batin untuk Ced yang tidak mendapat kasih sayang utuh dari sang ayah, dan luka fisik untuk Senna yang kehilangan penglihatannya karena kecelakaan. Inti ceritanya lebih ke mencari kebahagiaan sih. Apa kita akan bahagia saat impian kita tercapai, atau apakah kita akan memilih mengorbankan impian demi melihat orang yang kita cintai bahagia? Mengenal Senna membuat Ced sadar kalau ada hal yang lebih penting dan lebih dia cintai dibanding kayu dan furniture. Suka lah dengan karakter Ced ini. Ceritanya juga sederhana tapi bisa membawa para pembacanya ikut larut dalam dunia Ced dan Senna. Dari Senna juga kita bisa belajar bahwa kehilangan penglihatan bukan akhir dari segalanya.
Dari untaian kalimatnya, aku menyimpan beberapa kutipan yang menjadi favoritku, yaitu:

  • Dia sedang tidak ingin nostalgia. Bernostalgia hanya membuatnya marah pada dirinya sendiri. Hal 53
  • Aneh, batinnya. Sepertinya dirinya resmi gila karena gadis itu. Ya, gadis itu. Hal 53
  • Daripada nunggu orang lain bilang maaf, lebih baik kita yang ngucapin itu lebih dulu. Minta maaf itu engak dosa kok. Enggak memalukan juga. Hal 114
  • Buat bahagia itu enggak susah, kok. Dalam keadaan apa pun seharusnya kita bisa bahagia, karena bahagia itu pilihan. Hal 115
  • Seakan mengetahui hal-hal yang disukai adalah salah satu cara untuk saling mengenal lebih jauh. Hal 122
  • Aku cuma pengin seseorang yang bisa ikut bangga sama mimpiku dan paham ketakutanku, juga tujuan hidupku. Hal 134
  • Terkadang sesuatu menjadi begitu asing hanya karena kita enggan berusaha mengenalnya. Hal 141
  • Buat meja itu jadi satu-satunya yang ada di dunia. Supaya Senna tahu...seberapa spesial dia buat kamu. Hal 170
  • Karena aku jadi sadar, aku bukan sebatang kayu yang bisa dibentuk seenaknya. Aku yang punya kendali, bukan orang lain. Hal 211
  • Ini bukan cuma masalah cantik. Mungkin kamu enggak akan ngerti, karena sampai sekarang aku sendiri juga enggak terlalu ngerti. Hal 218
  • Saat orang-orang di sekitar kamu meneriakkan hal yang berbeda, aku rasa mengikuti kata hati kita adalah langkah yang paling tepat. Hal 222
  • Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita. Hal 294
  • Kadang melihat orang lain bahagia itu juga bisa buat kita bahagia. Hal 295
  • Ungkapan rasa cinta bisa juga terasa menyakitkan. Bahwa hal yang kita lakukan karena cinta, bisa juga menyakiti hati orang yang kita sayang. Hal 307
  • Hati yang lembut saat terjatuh hanya akan sedikit luka, tapi hati yang keras saat terjatuh akan hancur berkeping-keping. Hal 310
  • Bagaimanapun kisah cinta sederhana itu berakhir nantinya...dia hanya bisa berharap tak ada yang terluka terlalu dalam. Hal 311
Udah kebayang kan gaya menulis Arini dari kutipan-kutipan yang aku share? Yang romantis dari keseluruhan ceritanya adalah saat Ced mulai jatuh hati dengan Senna dan selalu menemani langkah Senna tanpa Senna sadari. Menjaga Senna dari belakang dan siap melindungi Senna. Aku juga suka senyum-senyum sendiri saat Ced berdiri di samping Senna, memandangi wajah Senna sambil tersenyum. Romantic in his own way.
Tapiiiii,,,,novel ini masih ada kekurangan dalam bentuk typo dan alur yang agak lambat menurutku. Tapi nggak mengganggu keseluruhan ceritanya sih.
So, apa aku suka dengan novel ini? Yes.
Apa aku masih akan membaca karya Arini lainnya? Pasti dong.
Aku merekomendasikan novel ini buat semua kalangan apalagi para pecinta novel romance yang menyukai cerita ringan tanpa konflik berarti, tapi tokoh utamanya memorable seperti Ced.

3 of a 5 Stars

PHOTO CHALLENGE

Waktunya photo challenge saudara-saudara. Aku dan host lain diminta untuk berfoto sedih. Susahlah bagi aku yang selalu ceria ini hahahahahaha. Soooo,,,,ini pose sedih aku 

Kapan pulang? Aku rindu


Nah demikian review dari aku. Tunggu giveawaynya yaaaah 3 jam lagi yaaaah :)



46 komentar:

Fetreiscia Frida on 21/03/16 18.20 mengatakan...

Wow aku suka sama reiewnya :3 penasaran sama gimana kelanjutan cerita Ced dan Senna. Dan untuk quotenya, aku suka banget. Ada beberapa yang bagus untuk jadi pembelajaran..
Wish me luck buat giveaway nya nanti :D

bintang permata on 22/03/16 16.31 mengatakan...

Yang langsung bikin aku tertarik adalah keadaan fisik Senna yang buta. Kenapa ya Ced bisa jatuh cinta kepada Senna? Aku penasaran, kira2 pesona seperti apa yang dimiliki oleh seorang gadis yang cacat fisik seperti Senna. Juga bagaimana keduanya menjalin hubungan. Mereka sepertinya adalah pasangan yang saling melengkapi. Mengingat keduanya sama2 punya kesedihan di masa lalu yang mungkin masih terbawa sampai sekarang.
Lumayanlah kayaknya ceritanya. Pengin baca. Lagi krisis bacaan soalnya, hehe.
Oh iya, boleh gak komentar soal photo challenge nya?
Itu ngantuk apa sedih kak? Hehhe
*bercanda :))

Arie Pradianita on 22/03/16 22.00 mengatakan...

Sebenarnya inti cerita Ced dan Senna adalah meraih mimpi dan kisah cinta yang sederhana.

Mereka berdua punya mimpi yang ingin sekali dicapai. Ced yang terhalang ambisi besar ayahnya yang selalu mengatur segala kehidupannya. Sedangkan Senna yang dahulunya sudah bisa menerima kekurangan pada dirinya kini merasa ia harus mewujudkan apa yang sebenarnya ia impikan. Bagaimana perasaan cinta dan impian yang sangat kecil dari seorang gadis buta yang menginginkan melihat dunia, memandang orang yang dicintainya tiap kali mereka berada disisinya. Tema yang sederhana ini makin menarik saat dibumbui kisah cinta diam-diam yang dialami Ced dan Senna. Kisah cinta mereka tidak diungkap secara eksplisit, tapi mampu memikat dengan ungkapan dan interaksinya.

Arini sukses besar menyatukan dua karakter yang berbeda antara Ced dan Senna.. ^_^

Putri Prama on 23/03/16 03.32 mengatakan...

Kupikir cover kayu itu semata-mata hanya untuk keindahan saja, ternyata ada hubungannya toh sama kisahnya sendiri. Covernya cantik loh! Aku pernah baca di review-review sebelum blog tour ini kalau tulisannya Kak Arini berkembang banget daripada novelnya yang sebelumnya dan banyak juga yang bilang tulisannya itu lembut dan mulai meninggalkan gaya Korea (aku kurang ngerti maksud gaya Korea tersebut karena aku belum pernah baca novel Kak Arini, sih). Aku tentu penasaran dengan tulisannya, termasuk dengan novel ini.

Fitra Aulianty on 23/03/16 09.43 mengatakan...

Oh ternyata warna coklat gelap itu furniture? Hihi kirain kegelapan hati mereka
Btw Senna gak bisa ngeliat ya? Terus gimana caranya dia 'ngeliat' Ced? Gimana kesehariannya juga?
Btw aku pernah baca novel trg tuna netra juga. Judulnya Mata Kedua & Hati Kedua, kisah nyata dari Ramaditya Adikara ^^
Aku penasaran gimana Kak Arini nulisnya. Dan apa mereka bahagia? Kalau mereka bahagia, aku juga dong :D

nunaalia 79 on 23/03/16 12.32 mengatakan...

Membaca kalau Senna buta karena kecelakaan jadi simpati, nyess rasanya. Mengetahui Ced mengagumi Senna jadi ikut bahagia. Excited dengan kisah keduanya, dan berharap semoga ceritanya happy ending :)

Putrinatalia Munthe on 23/03/16 14.36 mengatakan...

Penasaran bagaimana penulis mendeskripsikan cara Senna memasak.. Btw Itu waktu selfie ngebayangin yang jauh di mata dekat di hati y.. :). Sendu euy..

Putrinatalia Munthe on 23/03/16 14.47 mengatakan...

Penasaran bagaimana penulis mendeskripsikan cara Senna memasak.. Btw Itu waktu selfie ngebayangin yang jauh di mata dekat di hati y.. :). Sendu euy..

Rin Herlina on 23/03/16 16.02 mengatakan...

Nama karakternya suka, Senna & Ced.
Quote di atas bikin aku yakin bakalan suka sama penulis satu ini.
Thanks mba reviewnya, asyik.

Mellisa Assa on 24/03/16 10.19 mengatakan...

Nggak full of quote tp sekalinya nemu, quote-nya langsung kena di hati

Mellisa Assa on 24/03/16 10.22 mengatakan...

Hahahahaha susah pose sedihnya, aku kan selalu ceria *dikeplak*

Mellisa Assa on 24/03/16 10.26 mengatakan...

Nggak full of quote tp sekalinya nemu, quote-nya langsung kena di hati

Cahya Widyastutik on 24/03/16 16.32 mengatakan...

Kisah cinta yang manis dan pasti bakal menguras airmata.
Aku sangat tertarik dengan sosok Ced dan Senna.
Bagaimana mereka bisa berubah menjadi sosok yang 'lebih menyenangkan' dan bisa saling menyembuhkan.
Mengingat keduanya adalah orang yang memiliki luka di masalalu.

Kira-kira kisah ini bakalan happy atau sad ending yakk? Arrggh penasaran

Bintang Maharani on 24/03/16 23.25 mengatakan...

Benar jika dikatakan Mbak Arini bikin novel ini senyata mungkin. Karena yang pernah saya dengar bahwa salah satu trik untuk menciptakan tokoh yang sangat 'hidup' adalah dengan menyematkan sebuah 'kekurangan' pada dirinya. Dan itu ada pada Senna :)

Terry Irawan 3 on 25/03/16 05.35 mengatakan...

Dari review totally sesuai ekspektasi sih. Yang soft romance, ada sendu-sendunya. Ced dan Senna, keduanya sama-sama berkorban demi orang yang dicintai. Dari quotesnya sedikit banyak menggambarkan pelajaran apa yang coba disampaikan lewat buku ini. Selalu ada jalan buat cinta, tenang :D

Fitriscia Jacilia on 25/03/16 13.48 mengatakan...

Woooow sepertinya seru nih ceritanya. Makin penasaran buat baca deh πŸ˜‚

Humaira Balfas on 25/03/16 14.05 mengatakan...

Review-nya membekas dipikiran aku, pasti yang lainnya juga sama. Baca ceritanya mungkin bisa bikin kita move on dari yang lain, tapi gagal move on dari Ced & Senna. Romantic Couple :) :)

dita amalia on 25/03/16 15.53 mengatakan...

2 jempol deh buat reviewnya. Lengkap banget dan ga spoiler. Ada kutipan kutipannya juga aku suka. By the way foto pose sedih nya lucu banget kak hehe

Rini Cipta Rahayu on 25/03/16 16.23 mengatakan...

OMG, quote-nya nampol semua! Kebahagiaan dan impian, semoga saja selalu berjalan beriringan. Seperti Ced dan Senna. Jika masih memeluk rindu, semoga segera menggenggam jemarinya dan melihat dunia dengan cara berbeda.

Daisy S on 25/03/16 20.16 mengatakan...



Aku suka sekali quote ini .
Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita. (Hal 294)
Tentang impian dan cinta .Penasaran gimana sih Ced kok bisa jatuh cinta sama Senna yang buta

Eyis yis on 25/03/16 21.04 mengatakan...

Keterbatasan tidak akan pernah menghalangi perasaan tulus yg bernama cinta.
Dari reviewnya udah keliatan banget kalau cerita ini pasti manis dan menarik, dikemas dengan bahasa yg ringan dan mudah dipahami. Penasaran bgt pengen baca novelnya langsung, kira.kira pembaca bakal dibawa ke arus baper atau happy ending nih hehe..

Yeyen Nursyipa on 26/03/16 00.20 mengatakan...

aku suka sama kutipan-kutipannya dan suka gaya mereviewnya juga.. lengkap. jadi lebih tau gambaran isi novelnya gimana.. :D
tambah penasaran sama tokoh Ced, bakal seromantis apa si dia.. :D

Kitty on 26/03/16 05.14 mengatakan...

Nah... fotonya beneran terasa aura sedihnya loh!!! T__T

Ini review #COMEBACKTOME ke-2 yang kubaca setelah baca review di blognya Nana... dan aku suka dengan kutipan2 yang dijabarkan disini.

Satu kutipan yang paling kusukai adalah:
"Terkadang sesuatu menjadi begitu asing hanya karena kita enggan berusaha mengenalnya."

>> Ini bener banget deh! Seperti kata pepatah: "Tak kenal maka tak sayang"

esti yuliastri on 26/03/16 06.51 mengatakan...

Reviewnya cakeeeep :D plus quote2 bertebaran.
Ternyata pemilihan cover kayu itu berhubungan sm kisah di dalamnya :D gak sabar pengen meluk Ced :*

Agatha Vonilia on 26/03/16 10.41 mengatakan...

Tulisan rapi, halus dan mengalir merupakan kekhasan sendiri dari Arini. Mungkin dia ingin mengajak pembaca untuk semakin mendalami kisah Ced dan Senna. Aku paling suka dengan nama Senna. Terasa kental sekali bahwa Senna akan selalu menjadi perempuan tangguh dan kuat. Arini semangat terus berkarya dan quote yang paling aku suka :

Dia sedang tidak ingin nostalgia. Bernostalgia hanya membuatnya marah pada dirinya sendiri. Hal 53

-Bukannya masa lalu akan terus berada di belakang, masa depan yang harus diraih dan dijalani.-

Mellisa Assa on 27/03/16 14.21 mengatakan...

Love banget komentarnya :)

Mellisa Assa on 27/03/16 14.23 mengatakan...

iya,,,memang lembut tulisannya. aku yang lebih suka tulisan yang ceplas-ceplos dan witty tapi bisa hanyut dalam cerita Come Back To Me

Mellisa Assa on 27/03/16 14.24 mengatakan...

Cara Senna melihat adalah lewat mendengar suara dan menghirup aroma Ced.

Mellisa Assa on 27/03/16 14.24 mengatakan...

Happy ending nggak yaaaah? hihihi

Mellisa Assa on 27/03/16 14.25 mengatakan...

Sebenarnya ambil foto itu waktu masuk kelas hari sabtu. sediiiih gitu sabtu kok kuliah??? hahahaha

Mellisa Assa on 27/03/16 14.26 mengatakan...

Terima kasiiih sudah baca review-nya :)

Mellisa Assa on 27/03/16 14.26 mengatakan...

Happy ending nggaaaaak yaaaah? Menurut Cahya? hihihi

Mellisa Assa on 27/03/16 14.28 mengatakan...

Nah itu, jadi tokohnya nggak terlalu muluk karena masing-masing punya kekurangannya

Mellisa Assa on 27/03/16 14.28 mengatakan...

Dan juga kalau bahagia itu simpel :)

Mellisa Assa on 27/03/16 14.29 mengatakan...

:) :) :)

Mellisa Assa on 27/03/16 14.31 mengatakan...

Mereka juga masih membekas di hati aku

Mellisa Assa on 27/03/16 14.32 mengatakan...

Yaaah kok lucu sih? Kan pose sedih bukan ngelawak hahahahahaha

Mellisa Assa on 27/03/16 14.33 mengatakan...

Duh, komentarnya touching :)

Mellisa Assa on 27/03/16 14.33 mengatakan...

Harus baca novelnya berarti :D

Mellisa Assa on 27/03/16 14.34 mengatakan...

Baper pastinya. Tapi, happy ending nggak yaaaah? :D

Mellisa Assa on 27/03/16 14.35 mengatakan...

Ced itu gunung es yang mencair setelah ketemu Senna

Mellisa Assa on 27/03/16 14.36 mengatakan...

Akhirnyaaaa yaaa Allah ada yang bilang kalo fotonya ada aura sedih hahahahaha.

Mellisa Assa on 27/03/16 14.37 mengatakan...

Antri yaaah kalau mau meluk Ced :D

Mellisa Assa on 27/03/16 14.40 mengatakan...

Iya halus dan dalem memang ceritanya

Lois Ninawati on 27/03/16 22.48 mengatakan...

Makin penasaran sama si 'tukang kayu' Ced, sama gadis tunanetra SennaπŸ˜€πŸ˜πŸ˜Š

Evita Mf on 28/03/16 00.11 mengatakan...

Ntar Senna bisa ngeliat ga ya :( penasaran..
kata blogger lain ini novelnya sedih.. aaah aku pengen baca yang sedih-sedih...

Posting Komentar

 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor