25 November 2015

THIS GUY IS MINE by GUNAN ARIANI

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:39:00 PM 0 komentar


“Kita lihat aja ntar, siapa yang akan dipilih Bastian,” kata Sammy sengit.
“Elo mau saingan? Sama gue?” Raisa benar-benar tidak habis pikir. bersaing dengan seorang gay? Yang benar saja!
Karir Raisa, 25 tahun, sebagai design interior sedang di ujung tanduk gara-gara proyeknya terancam batal. Dia bertekad akan melakukan apa pun untuk mempertahankannya. Bastian, rekan satu tim sekaligus anak dari pemilik perusahaan, melihat peluang itu. Bastian lantas memberikan tawaran yang sulit ditolak: Raisa harus mau menjadi pacar pura-puranya agar dia tak dijodohkan, dan Bastian akan membantu Raisa menyelesaikan masalahnya. It’s a big deal. Dan catat, Bastian adalah lelaki yang sudah lama dikagumi Raisa.
Raisa pikir semua sandiwara ini akan berjalan mulus. Raisa juga makin suka kepada Bastian akibat perlakuan special Bastian padanya. Hingga saat Raisa dan Bastian mengurus proyeknya di Bali, mereka bertemu dengan Sammy, seorang gay dari masa lalu Bastian. Kehadiran Sammy membuat hubungan Raisa dengan Bastian semakin rumit. Jika benar Bastian gay, berarti kehidupan cinta Raisa benar-benar terancam.

Judul: This Guy Is Mine
Penulis: Gunan Ariani
Penerbit: Stiletto Book
ISBN: 978-602-7572-34-8
Tebal: 272 hlmn
Genre: Drama, Romance
Kategori: Chiclit, Adult
Tahun Terbit: 2014

Dari awal baca sinopsisnya, aku langsung memasukkan novel ini dalam waiting list-ku. Temanya beda. Cowok sama cowok rebutan cewek, sudah biasa. Cewek sama cewek rebutan cowok, sudah biasa. Tapi kalau cewek sama cowok rebutan cowok? Hmmm, sinopsisnya memang berhasil merebut perhatianku.
Ceritanya, sesuai kategorinya, chiclit, ringan-ringan aja. Diisi dengan dialog keseharian, dan mumetnya rutinitas pekerjaan Raisa dan Bastian. Chemistry antara dua tokohnya juga dapat dan terjalin dengan baik. Tapi sayang, penulis nggak membiarkan pembacanya penasaran dulu.
Seperti yang tertulis di sinopsis, saat Raisa bersedia menyetujui permintaan Bastian menjadi pacar pura-puranya, Raisa masih belum tahu pasti apakah Bastian itu gay atau laki-laki normal. Dan tokoh Sammy, yang aku kira bakalan ada dari awal sampai akhir cerita, ternyata munculnya cuma di pertengahan cerita saja. Dan kemunculannya malah jadi tidak seseru yang aku bayangkan, karena sudah ketahuan duluan Bastian ini normal atau gay. Persaingannya dengan Raisa juga jadi kurang ganas. Kejutan ceritanya sudah lebih dulu terungkap di awal.
Aku juga kurang nyaman setiap menjumpai kata ‘nyampai’. Dibanding ditulis ‘nyampai di rumah’ lebih enak kalau ditulis ‘sampai di rumah’. Tapi keseluruhan ceritanya tetap enak dan fokus ceritanya tidak melebar kemana-mana. Chemistry antara Raisa dan Bastian juga terjalin baik saat mereka memutuskan pura-pura pacaran. Untuk ukuran novel debut, Gunan Ariani sudah memulai dengan cukup baik. Seandainya kejutan cerita bisa ditahan dikit lagi dan dibuka perlahan di pertengahan cerita, bisa lebih baik.
3 of a 5 STARS

24 November 2015

SUNSET HOLIDAY by NINA ARDIANTI & MAHIR PRADANA

Diposting oleh Mellisa Assa di 5:50:00 PM 0 komentar


“We are all strangers until we meet.”
 
Jatuh cinta dan bertemu denganmu tidak ada dalam rencana perjalananku. Namun, di perjalanan sejauh ini, kamulah hal terbaik yang terjadi kepadaku. Aku menebak-nebak di mana akhir senyum manismu yang menghangatkan.
Hal paling menyakitkan dari jatuh cinta adalah kehilangan setelah memilikinya. Karena itulah, aku tidak berani berharap banyak. Kita hanyalah dua orang asing di tempat asing. Akan lebih banyak risikonya jika aku memutuskan untuk jatuh cinta.
Jika aku tidak menjadi bagian dalam sisa perjalanan hidupmu, bisakah kamu mengingatku sebagai bagian terbaiknya? Aku tidak berani menanyakannya karena diam-diam kutahu tujuan terakhir kita ternyata tak sama.
Kita kemudian bukan lagi dua orang asing di negeri asing. Namun, mengapa sakit ketika mengingat ternyata rasa ini terasa lebih asing daripada sebelumnya?
***
Audy dan Ibi bertemu di Paris, kota yang menyimpan banyak pesona cinta. Karena impulsif, Ibi mengikuti Audy melakukan perjalanan keliling Eropa. Entah di Praha, Roma atau Venezia, mungkin di sanalah cinta menyapa. Namun, apakah kebersamaan singkat itu berarti banyak jika sejak awal tujuan akhir mereka ternyata tak sama?

Judul: Sunset Holiday
Penulis: Nina Ardianti dan Mahir Pradana
Editor: Alit Trisna Palupi
Penerbit: GagasMedia
Tebal buku: 470 halaman;13x19 cm
Tahun Terbit: 2015
Kategori: Fiksi, Romance

“Mungkin, aku perlu melihat sejauh mana perasaan suka akan dirinya akan tetap tinggal di dalam diriku.” Audy – Hal 139
Bagiku, titik balik bagi diriku adalah dua minggu perjalanan keliling Eropa… bersama seorang gadis. Ibi – Hal 428

Ceritanya let it flow banget. Ini pertama kali aku baca karya Mahir Pradana, jadi belum paham juga ciri khas-nya menulis itu bagaimana. Mbak Nina sih gaya menulisnya tetap sama saja, cuma mungkin kadar juteknya yang nggak ada. Tapi aku nggak mempermasalahkan hal itu, karena sebagai novel duet, kedua penulis berhasil menyeimbangkan cerita dan karakternya.
Audy yang bawel, ceplas ceplos, punya rasa ingin tahu yang cukup besar dan polos, bertemu dengan Ibi yang kalem-kalem menghanyutkan lah. Dibilang cool, nggak juga, karena nggak jarang sifat jahilnya keluar. Tapi sangat bisa diandalkan di saat-saat yang tidak terduga. Berawal dari pertemuan tak sengaja, yang membuat Ibi memutuskan untuk ikut dengan Audy dalam Eurotrip yang sudah direncanakan dari jauh-jauh hari. Dimulai dari kota Paris, Amsterdam, Munich, Berlin, Praha, Venezia, tiba-tiba putar arah ke Roma, Barcelona, mendadak ke Madrid karena Audy kecopetan dan kembali lagi ke Paris. Seru aja mengikuti perjalanan mereka berdua, karena selalu diselingi komentar-komentar saling sindir tapi manis.
Tapi latar belakang tempat-tempat yang dikunjungi Ibid an Audy memang tidak terlalu digambarkan secara detil. Dan aku sebenarnya lebih menyukai cara menulis yang seperti itu. Cukup digambarkan sepintas saja, tidak perlu secara mendetil, yang penting inti ceritanya. Kemana penulis akan membawa kisahnya, dan chemistry antar kedua tokohnya. Dari awal chemistry antara Audy dan Ibi sudah kerasa. Mungkin karena dua penulisnya adalah sepasang kekasih, jadi chemistry-nya menular juga ke kedua tokoh utamanya.
Jalan ceritanya manis, semanis tokoh Ibi-nya mungkin. Jaman sekarang gitu lho, masih ada juga laki-laki baik seperti Ibi, yang mau menemani Audy dalam Eurotrip dan banyak memberikan bantuan, tulus, ikhlas, tanpa menuntut balasan. Kita nggak akan menemukan konflik berat. Selama membaca aku ikut arus dua penulisnya aja deh, kemana mereka akan membawa kita pada akhir cerita. Tapi tetaplah penasaran bagaimana kelanjutan hubungan Audy dan Ibi nanti setelah Eurotrip Audy berakhir. Banyak scene yang bikin aku senyum-senyum sendiri, banyak pula dialog yang bikin aku ketawa ngakak. Entah dialog antara Audy dan Ibi, antara Ibi dan mamaknya, atau monolog Audy dan Ibi. Sesuai ekspektasi aku lah novel ini. Aku masih tetap memfavoritkan karya-karya mbak Nina, dan aku jadi penasaran ingin membaca karya lainnya Mahir Pradana.
4 of a 5 Stars

MARRY NOW SORRY LATER by CHRISTIAN SIMAMORA

Diposting oleh Mellisa Assa di 5:24:00 PM 0 komentar


Judul: Marry Now Sorry Later
Penulis: Christian Simamora
Editor: Alit Palupi
Penerbit: Twigora
ISBN: 9786027036222
Tebal Buku: 438 halaman
Tahun Terbit: 2015




“BERSEDIAKAH SAUDARA MENGASIHI DAN MENGHORMATI ISTRI SAUDARA SEPANJANG HIDUP?”
Sejak awal Jao Lee sudah tahu, Reina tak mencintainya. Namun, menikah dengan putri satu-satunya direktur Hardiansyah Electronics itu memberi ilusi cukup bahwa Jao memilikinya. Salah besar. Reina justru melakukan sesuatu yang tak pernah Jao duga selama ini: kabur sebelum acara resepsi dimulai.
“ADAKAH SAUDARA MERESMIKAN PERKAWINAN INI SUNGGUH DENGAN IKHLAS HATI?”
Setelah enam bulan Reina bersembunyi, akhirnya Jao berhasil menemukan Reina. Seperti dugaannya, suaminya itu memaksanya pulang bersama ke Jakarta. Memangnya apa yang dia harapkan? Semacam membuka lembaran baru dan hidup bersama sebagai suami-istri sungguhan?
“SAYA BERJANJI SETIA KEPADANYA DALAM UNTUNG DAN MALANG, DAN SAYA MAU MENCINTAI DAN MENGHORMATI SEUMUR HIDUP.”
Ini cerita tentang dua orang yang tak saling cinta, tapi bertahan untuk teta      p bersama. Sampai kapan mereka akan terus berusaha? Perlukah mereka jatuh cinta dulu supaya bisa bahagia?
***
Sebelum masuk ke bagian review, aku mau teriak kencang-kencang dulu. LOVE YAAAAAAA JAO LEE :D dan yah, sebenarnya aku selesai baca novel ini dari tanggal 15 Agustus kalau tidak salah. Tapi, yah karena kesibukan –atau sok sibuk- aku baru bisa menulis reviewnya sekarang.

Hardiansyah Electronics nyaris bangkrut. Reina tahu itu, dan perusahaan peninggalan ayahnya akan jatuh ke tangan Jao Lee, CEO muda single dan sukses. Demi memikirkan ribuan karyawan yang mencari nafkah di bawah bendera Hardiansyah Electronics, Reina nekat menemui Jao Lee untuk meminta perpanjangan deadline pelunasan hutang. Kenekatan Reina membuat dia berakhir bercinta dengan Jao Lee saat deadline berakhir, karena Reina salah mengartikan dan menganggap serius ucapan Jao yang secara tidak langsung mengatakan, kalau Reina mau tidur dengannya, hutang mungkin bisa dianggap lunas. Jao sendiri pada awalnya hanya ingin bicara empat mata dengan Reina saat dihubungi lewat telepon oleh Reina. Dia ingin mengatakan kalau maksudnya tidak seperti itu. Tapi saat melihat tubuh seksi Reina, Jao lupa dengan niat awalnya.
Setelah bercinta dengan Reina, Jao jadi ingin memiliki Reina. Dengan alasan, Reina berbeda dengan perempuan lain yang pernah tidur dengannya. Jao jadi mengajukan lamaran pernikahan dengan Reina, yang awalnya ditolak mentah-mentah oleh Reina dengan alasan harga diri. Tapi saat menyadari ucapan Jao Lee ada benarnya bahwa dia tidak bisa hidup susah, dengan terpaksa Reina menerima lamaran Jao dengan syarat pernikahan itu hanya akan berjalan selama satu tahun.
Reina kabur sebelum resepsi dimulai dan enam bulan kemudian Jao berhasil menemukan tempat persembunyiannya. Reina dipaksa pulang dan mulai menjalani kehidupan sebagai istri seorang Jao Lee. Tentu saja dia menolak satu kamar dengan Jao. Tapi semakin hari menjalani kehidupan sebagai nyonya Lee, Reina mulai melihat Jao dengan sudut pandang berbeda. Mulai menyadari kalau Jao memang baik dan tulus kepadanya. Saat masing-masing mulai membuka diri, Reina mulai khawatir dengan pernikahannya. Saat mengetahui kalau Jao ingin serius dan mempertahankan pernikahan, Reina mulai ragu. Karena dari awal, Reina menikah dengan Jao bukan berdasarkan cinta. Bagaimana akhir hubungan mereka? Don’t ever miss this book.

Ini perasaanku saja atau memang dari beberapa JBoyfriend series yang sudah aku baca, bang Chris sengaja menciptakan tokoh utama perempuannya sebagai karakter yang keras kepala? Ini seri JBoyfriend favorit aku sejauh ini. Pertama, karena tokoh Jao Lee tentu saja. Meski bergelimangan harta dan bisa membuat perempuan manapun bertekuk lutut, demi menjadi pendamping hidupnya, tapi Jao bisa menghargai perempuan. Mengingat dia tumbuh dalam keluarga broken home, saat sang ibu memilih meninggalkan dia dan ayahnya tanpa rasa bersalah karena jatuh cinta pada pria lain. Walau harusnya dia bisa menaklukkan Reina dengan kuasa dan materinya, tapi Jao memilih untuk bersabar dan menghormati keputusan Reina. Reina pun sebenarnya perempuan yang mengagumkan pula, dibalik sifat keras kepalanya. Nggak jarang aku dibikin tertawa dengan dialog-dialog antara Reina dan Jao.
Unsur seksual dalam novel ini juga nggak seliar novel lainnya. Tapi tetap saja yah harus 17 tahun ke atas baru bisa baca novel ini. Temanya juga beda dengan novel lainnya, karena temanya pernikahan. Jelas nggak gampang untuk bang Chris menulisnya karena dia sendiri belum menikah dan jelas belum merasakan langsung seperti apa kehidupan setelah menikah. Tapi dia bisa mengemas cerita dengan baik dan tidak dibuat-buat. Mengangkat kehidupan para sosialita, mulai dari cara berbisnis, berpesta sampai acara amal juga menjadi bagian menarik lainnya dari novel ini. Dan tidak ketinggalan, kisah persahabatan juga tetap ada.
Membaca novel ini aku dibuat terpesona oleh Jao Lee, ketawa sampai ngakak oleh Reina dan dua sahabat barunya, gemes-gemes bête mendekati ending cerita, dan bisa bernapas lega di akhir cerita. Kalau bisa spoiler dikit yah, happy ending kok ceritanya. Tapi menuju happy ending itu harus sabar dulu dengan keras kepalanya Reina.

4,5 of 5 Stars

ORANGE by WINDRY RAMADHINA (REPACKAGED)

Diposting oleh Mellisa Assa di 10:30:00 AM 0 komentar


‘Dikuncinya pintu belakang lalu ia bersandar lemas pada pintu tersebut. Ia seperti dipaksa menyadari kenyataan. Konyol rasanya, bercinta dengan Diyan di dalam kamar yang penuh dengan kenangan mengenai Rera.
Ah, dirinya kesal setengah mati.’
Faye ditunangkan. Tanpa dasar cinta dan murni karena alasan bisnis. Calon tunangannya, Diyan, adalah eligible bachelor yang paling diinginkan di Jakarta. Laki-laki yang tidak bisa melepas masa lalunya dengan seorang model cantik blasteran Prancis.
Harusnya hubungan mereka hanya sebatas ikatan artificial saja. Tapi cinta, ego, dan ambisi yang rumit mendorong mereka ke situasi yang lebih emosional. Situasi yang mengharuskan mereka memilih dan melepaskan.
Pertanyaannya: apa…dan siapa?

Judul: Orange (Repackaged)
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Christian Simamora & Ayuning
Penyelaras Aksara: Gita Romadhona
Desain Sampul: Agung Nugroho
Ilustrator Isi: Windry Ramadhina
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 978-979-780-819-8
Tebal Buku: 306 Halaman

Fayrani ‘Faye’ Muid, fotografer handal yang lahir di keluarga pengusaha kaya raya, yang lebih memilih menekuni dunia fotografer daripada terjun ke dunia bisnis keluarganya, padahal dia anak tunggal. Faye begitu menyukai buah jeruk, dan begitu menikmati rasa manis dan pahit yang ada pada buah jeruk. Seperti kehidupan cintanya yang manis dan pahit.
Saat diijinkan mengambil sekolah fotografi oleh kedua orangtuanya, Faye sudah berjanji akan mengabulkan apa pun permintaan kedua orangtuanya. Dan Faye tidak dapat menolak saat dijodohkan dengan Diyan Adnan. Putra sulung keluarga Adnan, CEO perusahaan besar dan sukses. Keduanya tidak menolak perjodohan tersebut, dan dua-duanya menyadari kalau perjodohan mereka jug merupakan ikatan bisnis antara keluarga Muid dan Adnan. Tapi Faye berubah pikiran saat mulai bertemu dan mengenal Diyan. Meski sering kecewa dan kesal karena Diyan lebih sering menghubunginya lewat Rei -sepupu dan juga sekretaris Diyan- tapi Faye tidak bisa menampik kalau dia sudah jatuh cinta dengan Diyan. Sementara Diyan sendiri mulai tertarik dengan Faye yang berbeda dengan perempuan kebanyakan. Tapi saat Rera kembali muncul, Diyan pun masih belum bisa melupakan mantan kekasih yang tiga tahun menjalin hubungan dengannya tapi memutuskan hubungan karena lebih memilih karir.
Apakah pada akhirnya Diyan akan tetap melanjutkan pertunangannya dengan Faye, atau justru memilih kembali pada Rera? Silahkan dibaca novelnya :)

Aku mengenal karya Windry di novel London –tapi maaf belum selesai dibaca-, tapi aku mulai jatuh cinta dengan karyanya setelah membaca Montase dan Interlude. Sudah lama penasaran dengan karya pertamanya ini, maka aku tidak melewatkan kesempatan saat novel ini dicetak kembali. Yang aku suka dari karya-karyanya Windry, tema percintaannya selalu berbeda, profesi yang ditekuni tokoh utamanya juga selalu berbeda, tapi ciri khasnya selalu ada di setiap karya-karyanya. Ciri khas yang aku maksudkan di sini adalah gaya menulisnya yang lembut tapi bisa mengaduk-aduk emosi.
Aku suka karakter Faye di novel ini. Unik dan sederhana. Sekalipun terlahir dari keluarga kaya-raya, tapi selalu tampil apa adanya dan jadi diri sendiri. Dan, yah, laki-laki mana pun pasti akan hanyut pada pesona Faye begitu mengenalnya lebih dekat. Aku juga salut dengan sikap sportif Faye saat berhadapan dengan Rera. Sebaliknya, aku nggak terlalu terpesona dengan Diyan karena menurutku pastinya akan sangat membosankan bertunangan dengan laki-laki yang kesehariannya bergantung pada agenda yang disusun oleh sekretarisnya. Belum lagi sifat plin-plannya, yang bukan cuma melukai Faye, tapi menyakiti Rera juga.
Orange ini temanya mainstream sebenarnya, perjodohan dan bayang-bayang mantan kekasih. Kita akan diajak memasuki kehidupan keluarga Adnan, dimana kendali dalam kehidupan rumah tangga dan anak-anaknya lebih dominan dipegang oleh Indra Adnan, sang ibu. Munculnya tokoh Zaki, juga menambah konflik tersendiri. Meski, konfliknya memang tidak terlalu rumit. Ala-ala drama Korea menurutku, melihat keseharian mereka yang segala sesuatu disusun oleh sekretaris atau asisten pribadi. Tapi kesan mewah dan glamour-nya masih kurang memang. Windry harusnya bisa lebih detil menggambarkan kehidupan keluarga Adnan dan Muid yang hidup bergelimangan harta. Tapi aku tetap jatuh hati dengan novel ini. Aku suka cara Windry menuturkan cerita, dan di novel ini latar belakang profesi Faye dan Diyan tidak terlalu dalam dibahas oleh Windry, jadi ceritanya memang lebih terpusat pada dua tokoh utamanya. Pesan moralnya seperti biasa, manusia tidak akan pernah menyadari arti seseorang di hidupnya sampai seseorang berlalu dari hidup mereka.
Tapi untuk ukuran novel debut, Orange berhasil memikat hatiku dengan untaian kalimat sederhana Windry tapi jauh dari kesan kaku. Yang mendambakan cerita romansa ringan, atau yang menyukai karya-karya Windry Ramadhina, novel ini bisa menjadi pilihan tepat dan sayang untuk dilewatkan.
3,5 of 5 Stars.
 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor