Judul Buku: TIGER ON MY BED (#VIMANASINGLES book 1)
Pengarang: Christian Simamora
Harga Jual: Rp. 88.000
Bulan/Tahun Terbit: DESEMBER 2015
Panjang x Lebar: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 408 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel Dewasa
Tagline:
SEBELUM BENAR-BENAR PATAH HATI,
KAU TAK AKAN PERNAH MENYADARI
SEPERTI APA KAU INGIN DICINTAI.
Blurb:
“UNTUK
MENARIK PERHATIAN LAWAN JENISNYA,
HARIMAU
BETINA BISA MERAUNG SAMPAI 69 KALI SELAMA 15 MENIT.”
Jai harus mengakui, Talita Koum Vimana membuatnya sangat penasaran. Dia
duduk di pangkuan Jai, membuai dengan suara tawanya, dan bahkan tanpa ragu
mengkritik kemampuannya merayu lawan jenis. Hebatnya lagi, semuanya terjadi
bahkan sebelum Jai resmi berkenalan dengan Tal.
“SELAYAKNYA TARIAN,
HARIMAU JANTAN DAN BETINA
MELAKUKAN KONTAK FISIK SATU SAMA LAIN, DISERTAI SUARA RAUNGAN DAN GERAMAN.”
Jujur saja, alasan utama Tal mendekati Jai justru karena dia sama
sekali bukan tipe idealnya. Dia dipilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out.
Jenis yang bisa dengan gampang ditinggalkan tanpa harus merasa
bersalah.
“TAHUKAH KAMU, SETELAH PROSES
KAWIN SELESAI,
HARIMAU JANTAN SELALU
MENINGGALKAN BETINANYA?”
Tiger arrangement, begitu keduanya menyebut hubungan mereka.
Dan ketika salah satu pihak terpikir untuk berhenti, pihak lain tak
boleh merasa keberatan.
Jai dan Tal menikmati sekali hubungan kasual ini. Tak ada tanggung
jawab, tak ada penyesalan... sampai salah satu dari mereka jatuh cinta.
Selamat jatuh cinta,
CHRISTIAN SIMAMORA
Setelah sukses dengan #JBoyfriendSeries, Christian Simamora kembali dengan #VimanaSingles, dan Tiger On My Bed menjadi pembuka serial ini. Untuk novel perdana #VimanaSingles, kita akan bertemu dengan Talita Koum Vimana -Tal-.
Tal, gadis cantik, pintar, terlahir dari keluarga kaya raya, dan CEO Perusahaan Appraiser Appraiser. Hidup Tal terlihat sempurna. Mungkin banyak gadis-gadis di luar sana yang ingin bertukar tempat dengan Tal. But she didn't have an happy ending in her relationship. Rizal, tunangannya, lelaki yang sangat dicintainya, memutuskan pertunangan mereka karena jatuh cinta dengan wedding planner mereka. Bukan cuma merenggut cinta Tal, tapi Rizal juga merenggut kebahagiaannya. Tak ada yang tersisa dari hati Rizal kecuali rasa penyesalan. Tal terpuruk sendirian, berusaha mengumpulkan serpihan-serpihan hatinya yang sudah hancur tak berbentuk. Puas mengurung diri, Tal berusaha move on. Saat menghadiri launching produk kecantikan, Tal ditantang Fika dan Yana, dua sahabatnya untuk menyobek foto dirinya dan Rizal yang masih dia simpan dalam dompet. Bukan cuma itu, tapi Fika dan Yana juga mengusulkan sebuah ide untuk Talita, yaitu mencari rebound. Seseorang yang menjadi pelampiasan luka hati Tal demi bisa melupakan Rizal.
"Semacam cowok yang nggak akan lo pacarin dalam situasi normal. Tipe cowok yang lo pilih karena alasan shallow: indah dilihat mata, asyik buat diajak make out." Hal 15
Awalnya Tal menolak. Dia masih ragu-ragu dan gugup, belum siap menjalin hubungan yang baru. Tapi dalam hati Tal membenarkan ucapan sahabat-sahabatnya. Tal terluka karena Rizal, dan yang bisa mengobati luka hatinya adalah lelaki lain. Dan ide mencari rebound adalah satu-satunya yang bisa Tal pertimbangkan.
"The strongest drug that exist for a human is another human being." Hal 24
Pilihan Tal jatuh pada Jai Birksted. Lelaki blasteran Denmark-Indonesia dan berprofesi sebagi desainer interior, yang tengah duduk sendiri di bar dan sedang dirayu oleh seorang gadis bernama Ariana. Tanpa basa-basi Tal langsung berpura-pura sebagai kekasih Jai, dan nekat duduk di pangkuan Jai demi bisa mengusir Ariana dari situ. Dari pertemuan singkat malam itu, dan setelah kembali terkenang dengan pengkhianatan Rizal yang kembali membuka hatinya, Tal kembali menghubungi Jai. Sempat ditolak saat Tal meminta Jai melakukan one night stand dengannya, karena masih trauma dengan kejadian masa lalunya, tapi pada akhirnya Jai pun tidak sanggup menolak pesona Tal. Tiger arrangement, begitu mereka menyebut hubungan mereka. Tapi Tal merasa kalau dia mulai bergantung pada Jai. Bukan hanya tidak bisa menyingkirkan bayangan Jai dari benaknya, tapi Tal tidak bisa menampik rasa nyaman saat Jai berada disampingnya. Begitu pula sebaliknya dengan Jai. Jatuh cintakah mereka?
Goodbye is goodbye, it will hurt us eventually. Hal 118
"Gue tahu lo punya kekuatan untuk menyembuhkan patah hati lo sendiri. Tapi gue nggak akan membiarkan lo melakukannya seorang diri. Always remember that." Hal 245
Orang bilang, rasa cinta bisa muncul mendadak seperti sebuah ledakan besar, tapi tak jarang terjadi juga berupa letupan-letupan kecil namun intens. Hal 288
Kalau kalian sebelumnya sudah membaca Meet Lame, pasti sudah baca juga sedikit sneak peak cerita novel ini yang ada di halaman belakang. Saat pertama tahu soal novel ini, dan saat membaca sinopsisnya, aku berpikir kalau Tal ini nggak beda-beda jauh dengan tokoh Emi di Pillow Talk. Tipe yang terbiasa hidup bebas, punya serenceng pengalaman one night stand dan tokoh yang mudah menggaet lelaki manapun seperti jargonnya Syahrini, hempaaaaas,,,datang lagi. But I was totally wrong. Meski Tal memang dianugerahi fisik yang sanggup melakukan itu semua. Bisa aku bilang kalau Tal adalah tokoh cewek favorit aku sejauh ini, dibandingkan tokoh cewek di novel lainnya abang Ino yang sudah aku baca.
Aura glamor dan classy dari novel ini sangat kuat. Bukan cuma bertemu dengan Tal, yang memang glamor dari segi penampilan, tapi kita juga akan bertemu dua sahabatnya Fika dan Yana. Seorang fashion designer dan seorang keturunan Rusia yang keluarganya juga kaya raya. Kehidupan hedon para sosialita Jakarta juga masih ditampilkan di novel ini tapi tidak sebanyak di Marry Now Sorry Later. Yang berbeda adalah profesi jewelry appraiser yang dipilih penulis sebagai profesinya Tal. Bisa dibayangkan kerumitan penulis untuk menjabarkan pekerjaan Tal tanpa membuat ceritanya jadi berkesan boring. Dan penulis berhasil menurutku, karena deskripsi pekerjaan Tal dijelaskan dalam porsi yang cukup tanpa mengalihkan perhatian pembaca dari inti cerita. Pemilihan covernya juga sangat pas, dan merepresentasi penampilan dan gaya fashion Tal. Masih juga bertaburan brand-brand luar negeri yang kebanyakan adalah brand yang baru aku kenal. Menambah nilai plus penulis yang wawasannya seluas samudera, tapi kekurangannya bisa menjadi hambatan bagi pembaca yang tidak terlalu ngeh dengan dunia fashion yang glamor.
Dari segi tokoh, Tal dan Jai adalah perpaduan sempurna, yang bisa saling melengkapi. Chemistry keduanya pas, dan sebenarnya tanpa perjanjian tiger arrangement pun keduanya bisa cocok. Tapi itulah yang menjadi konflik dalam cerita. Keduanya pernah patah hati, dan keduanya juga mencari obat patah hati dengan cara yang nyaris sama. Jadi saat salah satunya jatuh cinta, dia berhasil mencari cara jitu untuk mendapatkan hati pasangannya. Tal adalah perempuan yang mempesona, dan Jai adalah lelaki gentle yang bikin melting. Saat mencoba menempatkan diri sebagai Tal, aku bisa merasakan kenyamanan Tal saat Jai ada di sampingnya. Dan penulis membuat keduanya saling merindukan bukan hanya karena nafsu seks saja, tapi karena mereka saling membutuhkan satu sama lain, tanpa mereka berdua sadari. Penggambaran karakter keduanya juga tidak terlalu muluk, dengan menggambarkan sosok yang terlalu sempurna yang cuma ada di cerita dongeng. Tal, meski cantik, pintar dan kaya raya, tapi dia tidak mendapatkan kasih sayang yang utuh dalam keluarganya. Tidak dekat dengan kakaknya, dan sedikit dimusuhi ayahnya yang bipolar.
Novel ini meski lumayan tebal, tapi bisa dilahap dalam sekali duduk. Cara penulis bertutur selalu enak untuk diikuti dan tanpa sadar sudah mau selesai saja. Dan aku suka cara penulis mengisahkan kisah masa lalu Tal dan Jai. Meski ada beberapa 'kegagalan' dalam bentuk typo, tapi masih bisa diabaikan. Berbeda dengan Meet Lame, penulis kembali menggunakan sudut pandang orang ketiga, jadi lebih bebas mengeksplor ceritanya karena tidak hanya stuck dengan satu isi kepala saja. Deskripsi pekerjaan Tal, sedikit dunia desain interior, dan dunia hewan memberi sedikit warna yang berbeda dalam novel ini. Dialog-dialognya juga segar dan lucu, apalagi kalau sudah melibatkan Fika dan Yana. Fika yang pintar dan sarkas, serta Yana yang ceria dan ceplas ceplos, adalah perpaduan sahabat yang pas untuk Tal. Bahkan Tal bisa menjadi penengah antara keduanya yang kadang-kadang terlalu berapi-api. Tapi aku lebih memfavoritkan Yana. Bukan cuma karena porsi Yana yang lebih banyak muncul dari Fika, tapi karena pribadinya dan masukan-masukan yang dia berikan pada Tal. Bagian favorit aku di novel ini adalah bagian 9 dan 11. Bagian 9 karena bagian itu adalah momen intim Tal dan Jai yang tidak melibatkan ranjang dan saat salah satu mulai mengakui perasaan cinta yang muncul. Bagian 11 adalah bagian terlucu antara Tal dan Jai yang saling berkirim makanan dan pesan di sebuah restoran. Kalau bed scene favorit? Hmmm, yang di perpustakaan kayaknya hehehe. Dan seperti #JBoyfriendSeries, novel ini juga masuk dalam kategori novel dewasa. Adegan hotnya banyak di novel ini, mengalahkan Marry Now Sorry Later dan mungkin novel-novel lain penulis yang sudah aku baca. Dideskripsikan dengan gamblang dari adegan foreplay sampai klimaks tanpa membuat pembacanya mengernyit jijik. So, aku tidak menyarankan adek-adek manis dibawah 18 tahun untuk membaca novel ini. Usir cantik yaaah,,,huuuussssh sanaaa. Bacanya nanti aja kalau sudah 18 tahun :D
Pesan yang aku tangkap dari novel ini adalah bagaimana kita berdamai dengan sakit hati kita sendiri. Tidak memperburuk keadaan dengan terus mengurung diri dan berharap diselamatkan oleh pangeran berkuda putih. Move on adalah obat yang ampuh tanpa harus melampiaskan ke orang lain. Yah, balik aja lagi ke ungkapan, 'Tuhan akan mempertemukan kita dengan beribu-ribu orang yang salah, sebelum mempertemukan dengan satu orang yang baik'. Dan Jai Birksted berhasil menggeser posisi Jao Lee sebagai tokoh cowok ciptaan abang Ino yang paling aku favoritkan.
4,5 OF A 5 STARS
Naaaaaah,,,seperti blog tour yang lalu-lalu (Marry Now Sorry Later dan Meet Lame), para host wajib melakukan photo challenge. Dan untuk Blog Tour Tiger On My Bed, para host diminta untuk meniru pose Madonna dalam cover Rebel Heart. Yang ini nih fotonya:
Gokil kaaaaan tantangannya??? Nggak bisa berhenti ngakak saat membayangkan harus meniru foto ini lengakpa dengan kabel-kabelnya *LOL*. Ini versi dari aku, bukan Rebel Heart tapi Kabel Face :D
Mau mendapatkan novel ini? Nantikan giveawaynya di sini, 3 jam lagi :)