Judul: Distance Blues
Penulis: Agustine W
Penyunting: Diara Oso
Penerbit: Ping (Imprint Diva Press)
ISBN: 978-602-391-109-7
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku: 288 halaman;13x19 cm
Genre: Romance
Memilihmu, haruskah merasa ragu?
Nyatanya, Elmi memang sedang mempertanyakan isi hatinya sendiri. Bukan maunya jauh dari Dirga, sang kekasih. Lagian, Dirga bekerja untuk masa depan mereka juga, kan? Tapi, Rasyad -chef pemilik restoran Timur Tengah yang ganteng banget- membuat sesuatu dalam dada Elmi tercampur baur.
Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi "sopir" kalau Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak-Dirga saja belum pernah melakukannya, Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.
Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.
Tapi, urusan hati harus diurai kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan.....
Ini salah. Jelas salah. Duh, bagaimana nanti kalau ketemu dia? Enggak. Enggak. Aku masih cinta dan setia sama Dirga. Ini semua hanya efek situasi saja. Siapapun orangnya kalau sedang down pasti terbawa suasana kalau ada yang memperhatikan. Dan kebetulan aja Rasyad begitu. =Elmi=
Yang ia paham, seluruh hatinya sudah tercurah dan sebisa mungkin ia jaga untuk satu wanita. Ketiadaan satu wanita itu membuat rongga dadanya kosong. Kosong yang seakan-akan tidak bisa dilengkapi dengan yang lainnya, sebab tak seseuai Elmi. =Dirga=
Benarkah perasaan yang bergemuruh dalam dadanya sudah layak disebut cinta? Cinta yang ia usahakan tulus meskipun menyakitkan? Atau bahkan cinta yang teramat tolol? Mencintai pacar orang, menawarkan bahu untuk disandari tapi tetap tak bisa memiliki. =Rasyad=
Hidup Elmi tadinya aman-aman saja. Punya pacar ganteng dan mapan dan dari keluarga baik-baik. Karir yang bagus dan asmara yang siap beranjak ke tingkatan selanjutnya yaitu pernikahan. LDR pun tak mampu mengubah perasaan dan kesetiaan Elmi pada Dirga. Tapi kemudian Elmi mulai merasakan kecemasan yang berlebihan, terlalu teliti, mengulang-ulang kebiasaan dan mulai menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk buang air, cuci tangan, wudhu sampai sholat. Belum lagi sosok Rasyad yang gencar mendekati dirinya. Elmi menyadari kalau dia menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Pekerjaannya mulai terganggu, karyawan mulai membicarakan dirinya, bahkan sang mama menganggapnya sakit jiwa karena Elmi tidak mau membagi apa yang sedang dia rasakan. Elmi mulai khawatir kalau Dirga akan meninggalkannya karena OCD yang dia derita. Masalah tidak hanya sampai disitu saja. Elmi mengetahui kalau masa lalu Dirga masih gencar mendekati Dirga, ditambah Dirga yang jarang menghubunginya karena sibuk membuat hubungan mereka makin menjauh. Sementara Rasyad seolah siap memberikan bantuan dan apapun yang Elmi butuhkan, termasuk membantu Elmi mengatasi OCD-nya. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Elmi-Dirga-Rasyad? Pada siapa Elmi akan menjatuhkan pilihan hatinya? Baca sendiri novelnya :D
Pertama-tama mau ngucapin selamat dan terima kasih dulu buat Titin. Selamat atas lahirnya 'bayi' pertama ini, dan terima kasih sudah memberi kesempatan kepada Mells Book's Shelves menjadi salah satu reviewer. Konflik yang diangkat dalam novel ini cukup rumit. LDR, OCD, godaan orang ketiga. Kita akan diajak untuk mencoba menyelami perasaan seorang penderita OCD. Elmi yang merupakan anak penurut ternyata bisa memicu gangguan psikologis. Saat sikap terlalu menuruti kemauan sang mama yang ambisius tapi tidak selaras dengan hati yang memberontak bisa menjadi pemicu OCD, seperti yang menimpa Elmi. Jujur saja pas awal baca aku agak terganggu dengan sikap Elmi dan bahkan menganggapnya lebay. Tapi justru aku belajar dari situ, bagaimana seandainya kalau kita yang ada di posisi Elmi. Kita juga bisa belajar satu hal, bahwa OCD tidak bisa disembunyikan, dan berbagi kisah dengan keluarga terdekat adalah solusi terbaik.
Sementara masalah orang ketiga, hmmmm aku nggak bisa menyalahkan Elmi sih kalau dia jatuh ke pesona Rasyad. LDR saja sudah susah yah dan harus ditambah jarang mendapat perhatian sederhana dari sang kekasih, hati perempuan mana yang akan tetap kuat. Sementara ada Rasyad yang gantengnya luar biasa dan tetap gencar mendekati Elmi sekalipun dia tahu kalau Elmi menderita OCD. Titin berhasil meramu konfliknya dengan pas. Meski di awal-awal Titin sepertinya terlalu tersedot dengan dunia OCD dan sedikit melupakan problema LDR yang harusnya menjadi inti permasalahan. Tapi sebagai pembaca kita memang akan menikmati ceritanya, bertanya-tanya kepada siapa hati Elmi akan berlabuh nantinya dan bagaimana Elmi mengatasi OCD-nya. Gaya menulis Titin sederhana dan mudah dipahami saat mendeskripsikan OCD. Kekurangan novel ini mungkin dari tokoh Dirga-nya saja yang kurang banyak porsinya karena Dirga hanya muncul di awal, muncul sedkit di pertengahan cerita dan muncul di akhir cerita. Sementara Rasyad nyaris mendominasi. Seandainya Dirga juga sama banyak porsinya, para pembaca pasti bakalan makin galau mau mendukung siapa.
Semoga di novel-novel selanjutnya Titin akan kembali dengan konflik yang tidak biasa seperti yang diangkat di novel ini. Good job Tin :)
Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi "sopir" kalau Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak-Dirga saja belum pernah melakukannya, Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.
Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.
Tapi, urusan hati harus diurai kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan.....
Ini salah. Jelas salah. Duh, bagaimana nanti kalau ketemu dia? Enggak. Enggak. Aku masih cinta dan setia sama Dirga. Ini semua hanya efek situasi saja. Siapapun orangnya kalau sedang down pasti terbawa suasana kalau ada yang memperhatikan. Dan kebetulan aja Rasyad begitu. =Elmi=
Yang ia paham, seluruh hatinya sudah tercurah dan sebisa mungkin ia jaga untuk satu wanita. Ketiadaan satu wanita itu membuat rongga dadanya kosong. Kosong yang seakan-akan tidak bisa dilengkapi dengan yang lainnya, sebab tak seseuai Elmi. =Dirga=
Benarkah perasaan yang bergemuruh dalam dadanya sudah layak disebut cinta? Cinta yang ia usahakan tulus meskipun menyakitkan? Atau bahkan cinta yang teramat tolol? Mencintai pacar orang, menawarkan bahu untuk disandari tapi tetap tak bisa memiliki. =Rasyad=
Hidup Elmi tadinya aman-aman saja. Punya pacar ganteng dan mapan dan dari keluarga baik-baik. Karir yang bagus dan asmara yang siap beranjak ke tingkatan selanjutnya yaitu pernikahan. LDR pun tak mampu mengubah perasaan dan kesetiaan Elmi pada Dirga. Tapi kemudian Elmi mulai merasakan kecemasan yang berlebihan, terlalu teliti, mengulang-ulang kebiasaan dan mulai menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk buang air, cuci tangan, wudhu sampai sholat. Belum lagi sosok Rasyad yang gencar mendekati dirinya. Elmi menyadari kalau dia menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Pekerjaannya mulai terganggu, karyawan mulai membicarakan dirinya, bahkan sang mama menganggapnya sakit jiwa karena Elmi tidak mau membagi apa yang sedang dia rasakan. Elmi mulai khawatir kalau Dirga akan meninggalkannya karena OCD yang dia derita. Masalah tidak hanya sampai disitu saja. Elmi mengetahui kalau masa lalu Dirga masih gencar mendekati Dirga, ditambah Dirga yang jarang menghubunginya karena sibuk membuat hubungan mereka makin menjauh. Sementara Rasyad seolah siap memberikan bantuan dan apapun yang Elmi butuhkan, termasuk membantu Elmi mengatasi OCD-nya. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Elmi-Dirga-Rasyad? Pada siapa Elmi akan menjatuhkan pilihan hatinya? Baca sendiri novelnya :D
Pertama-tama mau ngucapin selamat dan terima kasih dulu buat Titin. Selamat atas lahirnya 'bayi' pertama ini, dan terima kasih sudah memberi kesempatan kepada Mells Book's Shelves menjadi salah satu reviewer. Konflik yang diangkat dalam novel ini cukup rumit. LDR, OCD, godaan orang ketiga. Kita akan diajak untuk mencoba menyelami perasaan seorang penderita OCD. Elmi yang merupakan anak penurut ternyata bisa memicu gangguan psikologis. Saat sikap terlalu menuruti kemauan sang mama yang ambisius tapi tidak selaras dengan hati yang memberontak bisa menjadi pemicu OCD, seperti yang menimpa Elmi. Jujur saja pas awal baca aku agak terganggu dengan sikap Elmi dan bahkan menganggapnya lebay. Tapi justru aku belajar dari situ, bagaimana seandainya kalau kita yang ada di posisi Elmi. Kita juga bisa belajar satu hal, bahwa OCD tidak bisa disembunyikan, dan berbagi kisah dengan keluarga terdekat adalah solusi terbaik.
Sementara masalah orang ketiga, hmmmm aku nggak bisa menyalahkan Elmi sih kalau dia jatuh ke pesona Rasyad. LDR saja sudah susah yah dan harus ditambah jarang mendapat perhatian sederhana dari sang kekasih, hati perempuan mana yang akan tetap kuat. Sementara ada Rasyad yang gantengnya luar biasa dan tetap gencar mendekati Elmi sekalipun dia tahu kalau Elmi menderita OCD. Titin berhasil meramu konfliknya dengan pas. Meski di awal-awal Titin sepertinya terlalu tersedot dengan dunia OCD dan sedikit melupakan problema LDR yang harusnya menjadi inti permasalahan. Tapi sebagai pembaca kita memang akan menikmati ceritanya, bertanya-tanya kepada siapa hati Elmi akan berlabuh nantinya dan bagaimana Elmi mengatasi OCD-nya. Gaya menulis Titin sederhana dan mudah dipahami saat mendeskripsikan OCD. Kekurangan novel ini mungkin dari tokoh Dirga-nya saja yang kurang banyak porsinya karena Dirga hanya muncul di awal, muncul sedkit di pertengahan cerita dan muncul di akhir cerita. Sementara Rasyad nyaris mendominasi. Seandainya Dirga juga sama banyak porsinya, para pembaca pasti bakalan makin galau mau mendukung siapa.
Semoga di novel-novel selanjutnya Titin akan kembali dengan konflik yang tidak biasa seperti yang diangkat di novel ini. Good job Tin :)
3 Of a 5 Stars
===
GIVEAWAY TIME
Nah, saatnya membagikan satu eksemplar novel Distance Blues gratiiiiis dikirim langsung sama penulisnya. Syaratnya gampang aja kok. Simak baik-baik yah :)
- Berdomisili di Indonesia.
- Follow akun twitter @Mells_A dan @agustine_w dan share giveaway ini dengan me-mention dua akun tersebut disertai hashtag #GADistanceBlues.
- Follow blog ini via GFC, Google+ atau bloglovin.
- Tinggalkan 'jejak' di postingan INTERVIEW WITH AGUSTINE
- Jawab pertanyaan berikut ini di kolom komentar, jangan lupa sertakan nama, akun twitter dan kota domisili: "Kenapa kamu pengen baca novel ini?"
Gampang aja kan? Giveaway ini berlangsung dari tanggal 22 s/d 27 April 2016, dan akan diumumkan pemenangnya paling lambat dua hari setelah giveaway ini berakhir. Satu orang yang beruntung akan mendapatkan satu buah novel Distance Blues dan akan dikirimkan langsung oleh penulisnya. So,,,happy hunting guys and may the odds be ever in your favor :)











