Tampilkan postingan dengan label Posting Bareng BBI 2016. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Posting Bareng BBI 2016. Tampilkan semua postingan

29 Maret 2016

BBI POSTING BARENG MARET: SCARLET (THE LUNAR CHRONICLES) BY MARISSA MEYER

Diposting oleh Mellisa Assa di 7:10:00 PM 0 komentar

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang tanpa jejak. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.
Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.
Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?
Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

Judul: Scarlet-The Lunar Chronicles
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penerbit: Spring
ISBN: 978-602-71505-6-0
Bulan/Tahun Terbit: Februari 2016
Tebal Buku: 444 halaman;20 cm
Genre: Distopia, Young Adult, Romance

Aku sudah membulatkan tekad untuk membeli novel ini begitu keluar di toko buku karena aku dibuat penasaran dengan sneak peak-nya di halaman-halaman terakhir novel Cinder. Karena ada karakter baru lagi, jadi aku akan mulai dengan si Scarlet dulu.
Scarlet&Wolf:
Scarlet Benoit, cucu Michelle Benoit seorang mantan pilot frustasi mencari neneknya yang tiba-tiba menghilang tanpa pesan dan hanya meninggalkan chip identitasnya. Polisi pun tidak memberikan bantuan apapun dengan menarik kesimpulan kalau neneknya mungkin sudah kabur atau bunuh diri. Tapi Scarlet tidak begitu saja menyerah. Dunia sedang dihebohkan dengan berita seorang gadis cyborg yang mengacaukan pesta dansa Pangeran Kai. Mendengar banyak cacian dan cemoohan orang yang menghina Cinder, membuat Scarlet tanpa sadar membela Cinder. Dari pembelaan tanpa sadarnya itulah yang membuat Scarlet lebih kenal dengan Wolf, pemuda petarung jalanan yang tidak pernah makan tomat. Wolf semakin membuat Scarlet penasaran setelah ayahnya bertingkah aneh dan bilang bahwa Michelle sebenarnya diculik orang-orang yang memiliki tato yang sama dengan Wolf. Sempat marah membabi buta pada Wolf, tapi akhirnya Scarlet memilih untuk ikut dengan Wolf ke tempat kawanannya menahan neneknya. Perjalanan singkat menimbulkan asmara diantara Scarlet dan Wolf. Tapi begitu tiba di markas kawanan Wolf, Scarlet malah merasa dihianati oleh Wolf. Dan Scarlet jadi tahu rahasia yang disimpan sang nenek yang berhubungan dengan Putri Selene.
Cinder&Thorne
Di Persemakmuran Timur, Cinder berhasil melarikan diri dengan tangan dan kaki robot baru yang diberikan dokter Erland. Dan Cinder tidak sendirian, tapi ada Thorne, seorang mantan kadet tentara yang ikut kabur dengannya. Dalam sekejap Cinder menjadi buronan yang paling dicari. Untuk pertama kalinya Cinder merasakan kebebasan, tapi bukan kebebasan seperti itu yang dia harapkan. Cinder bahkan mulai bisa memanfaatkan anugerah bulannya yang dia gunakan saat dalam keadaan terdesak. Harusnya Cinder menuju Afrika dimana dokter Erland sudah menunggu dirinya. Tapi di tengah jalan Cinder malah mengganti tujuannya menuju Eropa untuk mencari Michelle Benoit, yang dia yakini adalah pilot yang membawanya kabur saat Levana mencoba membunuhnya. Saat tiba di Rieux, Cinder jadi tahu kalau Michelle Benoit sudah ditemukan lebih dulu. Bukan hanya itu, Cinder dan Thorne pun dikejutkan dengan serangan manusia-manusia serigala. Setelah bisa meloloskan diri membawa keduanya bertemu dengan Scarlet. Tetapi dunia tengah diserang ratusan manusia serigala. Bahkan Cinder dan Thorne pun terjebak di antara beberapa manusia serigala dan ahli sihir Bulan.
Pangeran Kai:
Kaburnya Cinder membuat Levana marah besar. Ancaman dilontarkan Levana kalau dia akan meratakan bumi seandainya Kai tidak bertindak tegas dengan kaburnya Cinder. Kalau tidak mengingat keamanan dan kedamaian masyarakat bumi, Kai berharap dengan tulus dalam hatinya kalau Cinder tidak akan ditemukan. Tapi saat serangan bertubi-tubi datang dan memakan banyak korban tidak bersalah, Kai terpaksa harus mengambil keputusan untuk menikah dengan Ratu Levana. Sekalipun dia tahu tujuan Levana ingin menikah dengannya dan bahwa Cinder sudah membahayakan nyawanya untuk memberitahu Kai di pesta dansa. Tapi demi kedamaian masyarakat bumi, Kai harus memilih.
Jujur saja, aku agak lelet membaca novel yang ini dibanding Cinder yang selesai dalam waktu sehari atau dua hari. Pusat ceritanya terbagi-bagi soalnya antara Scarlet dan Cinder dan kayak harus menunggu lamaaaa banget baru sampai ke part yang menegangkan. Tapi aku tetap terhibur dengan jalan ceritanya karena munculnya tokoh Thorne. Aku memang lebih suka tokoh Thorne yang playboy dan suka becanda dibanding Wolf. Nggak akan heran kalau Thorne nanti mungkin bisa menggeser posisi Pangeran Kai di hati aku. Ceritanya juga menggantung banget. Semoga jarak terbitnya Cress nggak lama-lama karena aku menantikan tiap kepingan puzzle cerita dari penulis. Tapi jujur aku masih lebih menyukai Cinder dibanding Scarlet. Aku berharap di Cress pusat cerita tidak akan terbagi-bagi seperti di Scarlet ini.

3 of a 5 Stars

BBI POSTING BARENG 
Waktunya posting bareng Maret. Temanya beda lagi bulan ini, karena kita para anggota BBI diminta untuk mengajak teman-teman kita untuk membaca. Aku dan teman-teman BBI lain diminta untuk nge-tweet mengenai buku yang kita baca dari tanggal 14-30 Maret 2016. Tidak harus setiap hari, tapi harus dalam periode itu. Aku sendiri tidak nge-tweet tiap hari karena kesibukan aku yang kembali melanjutkan kuliah. Tapi maaaaf,,,,untuk postingan hari ini aku belum bisa melampirkan screen shot tweet-an aku karena aku hanya nge-blog lewat hp dan masih bingung cara insert image-nya gimana. Janji deeeh nanti kalau sudah pegang laptop aku insert screen shot tweet-an aku.
Walau nggak bisa setiap hari nge-tweet #BBILagiBaca, tapi aku cukup senang juga bisa berpartisipasi dalam event BBI bulan Maret ini. Dan semoga tetap rajin ikutan event Posbar BBI di bulan-bulan selanjutnya :)

15 Februari 2016

[REVIEW+INTERVIEW] CARRYING YOUR HEART by PIA DEVINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:07:00 PM 0 komentar

Judul: Carrying Your Heart
Penulis: Pia Devina
Penerbit: DIVA Press
Tahun Terbit: 2014
Tebal Buku: 249 Halaman
ISBN: 978-602-255-589-6
Genre: Romance

I was your home...and I wish I will always be your home. Tapi aku tahu, untuk saat ini...I'm no longer becoming your home.
Kirana Evalia selama ini hanya hidup bersama ibunya. Dalam hati, terpendam keinginan untuk bertemu dengan sang ayah. Hingga, ia menemukan buku harian tua mendiang ibunya. Di sana, tertulis nama sang ayah dan sebuah alamat di Belanda.
Kira sempat bertemu sang ayah meskipun dalam suasana yang tak menyenangkan. Di sana juga, ia mengenal Nathan dan membuatnya berpaling dari sang kekasih yang setia menunggu kepulangannya.
Dalam dilema batin yang Kira rasakan, sang kekasih mendapat beasiswa kuliah di Belanda. Mereka pun bertemu. Namun, Kira sadar, hatinya tak dapat berbohong terlalu lama. Rasa itu...

Kutipan favorit:
  • People said that there's nobody in this world who's having a perfect life. Setidaknya, mungkin ada satu hal atau masalah yang membuat hidup mereka tidak sempurna. Itu pun kalau beruntung bila ternyata tak ada masalah-masalah lain yang sedang mengantre untuk menghampiri. hal 30
  • Ada dua hati dan dua rasa yang perlu kujaga. Celakanya aku tidak tahu bagaimana caranya menjaga kedua hati tersebut dengan benar. Hal 48
  • Tapi aku nggak tahu apa yang sebenarnya hati aku inginkan, lagi pula...ada seseorang yang nggak bisa aku lepas pergi. Hal 50
  • Namun kami berdua sama-sama tahu, ada rasa lain yang menyelinap diam-diam di antara kebersamaan kami selama ini. Hal 51
  • Tapi aku tahu, aku bakalan baik-baik saja asalkan seseorang itu bahagia dengan hidupnya. Walaupun tanpa aku. hal 87
  • Momen ini, saat lelaki di hadapanku kemudian memelukku, sedetik berikutnya, aku menyadari...inilah rumahku yang kupunya selama ini. Hal 91
  • Pulang itu bukan berbicara tentang tempat...tapi dengan siapa kita berada. Hal 93
  • Mungkin kita memang harus berhenti di persimpangan jalan ini. I know where my heart goes, but I couldn't follow the path. Hal 232
Berlatar belakang kota Rotterdam, kita akan bertemu dengan Kirana Evalia. Gadis yang lahir di luar ikatan pernikahan, yang kemudian ditinggalkan sang ayah saat masih berada dalam kandungan karena sang ayah dijodohkan. Berbekal sebuah email, Kira berangkat ke Rotterdam dan menetap di sana demi bisa bertemu sang ayah. Tapi pertemuan pertama dengan sang ayah, menyisakan luka di hati Kira. Untung saja ada Nathan yang selalu membuatnya merasa terhibur. Kebersamaannya dengan Nathan menimbulkan rasa lain di hatinya yang mati-matian harus disangkalnya, karena Kira sudah punya Rendi. Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama 10 tahun, yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka. Saat Rendi menyusul ke Belanda untuk mengambil S2, Kira yakin kalau Rendi-lah rumahnya. Tapi dia juga tidak bisa menampik rasa kehilangan yang muncul tiba-tiba dalam hatinya. Rasa kehilangan akan sosok Nathan. Kira pun tahu, kalau dia tengah membohongi hatinya.
Aku suka cara Pia bertutur di novel ini. Aku jadi baper membaca kegalauan Kira, harus tetap bersama Rendi, atau mengikuti kata hati dengan berlari kepada Nathan. Rendi dan Nathan sama-sama lelaki yang sulit ditolak pesonanya. Keduanya seakan selalu ada saat Kira membutuhkan mereka berdua. Yah, kita memang nggak bisa men-judge pilihan Kira, karena jatuh cinta itu memang nggak pernah bisa kita tahu kapan datangnya. Tiba-tiba saja sudah jatuh cinta, walaupun sudah ada seseorang yang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan kita. Bukan cuma mengangkat kisah romance saja, tapi Pia menyelipkan kisah anak yang lahir di luar ikatan pernikahan. Tentang luka hati, kekecewaan dan kerinduan Kira akan sosok sang ayah. Dan, aku selalu mengakui kepiawaian Pia dalam menulis cerita dengan alur maju mundur tanpa keteteran. Sampai mendekati ending aku tidak bisa menebak pilihan hati Kira, akan tetap bersama Rendi atau memilih Nathan. Dan aku bahkan tidak menduga kalau Pia akan memilih ending yang seperti itu.
Dari segi editingnya, aku kok melihat terlalu banyak nge-nya di novel ini? Aneh saja rasanya menemukan kata ngerasa, kenapa nggak merasa saja, dan ada beberapa kata yang harusnya berawalan me, diganti jadi nge. Aku juga menemukan beberapa dialog yang kalimatnya berulang. Contoh:
  • Aku lebih memilih untuk mengikuti tour travel ini karena tidak mungkin aku lebih memilih untuk pulang ke Rotterdam. Hal 172
  • Kami hanya datang ke sini dengan sebelumnya menonton film tentang tempat ini terlebih dahulu. Dan kurasa, tempat Nathan bekerja sudah terlebih dahulu meminta izin. Hal 173
Masih ada beberapa typo juga, tapi masih bisa diabaikan. Kita akan banyak jalan-jalan ke tempat-tempat di Rotterdam, Brussels dan Utretcht. Aku juga mengakui kepiawaian Pia dalam mendeskripsikan suatu tempat, seolah-olah Pia juga sudah pernah ke sana. Tapi endingnya kok menggantung siiiiiih? T.T
Hmmm, terlepas dari endingnya yang menggantung, aku merekomendasikan novel ini untuk dibaca semua kalangan. Yang sedang mencari bacaan ringan tapi bikin baper, novel ini bisa dijadikan pilihan karena bisa dilahap dalam sekali duduk.
3 of a 5 Stars
===

Untuk BBI Posting Bareng bulan ini, aku memilih review Carrying Your Heart plus interview penulisnya. Sudah lama memang aku berniat untuk kepo-in Pia, karena Pia sangat produktif dalam melahirkan sebuah novel. Dan kalau aku nilai dari gaya menulisnya, Pia sepertinya orang yang sabar dan rapih. Tulisannya selalu rapih sih, dan walaupun sering menggunakan alur maju mundur, tapi nggak keteteran dan bikin bingung pembaca. Dan pertanyaan-pertanyaan aku setidaknya mewakili rasa kecintaan Pia dalam dunia menulis. Nah, yang mau kenalan sama Pia, ini profil singkatnya Pia:
Perempuan kelahiran 1 Februari 1988 yang tengah meniti karir di Industri Farmasi bagian Quality Management. Ibu dari satu orang anak ini memiliki hobi membaca, menulis, dengar musik dan nonton drama Korea. Penulis favoritnya adalah Sophie Kinsella, Ika Natassa, Alia Zalea. Novel-novelnya yang sudah terbit antara lain:
Novel solo: Dark Memories (2015), Kata Dalam Kotak Kaca (2015), The Wedding Plan (2015), Two Lost Souls (2015), Weh (2014), Deep Down Inside (2014), Carrying Your Heart (2014), Love Lock (2014), Beautiful Sorrow (2014), (Un)Broken Wings (2013), Menjagamu (2013).
Novel duet dan antalogi yang sudah terbit: Heartsick (2015), Senja Yang Mendadak Bisu (2015), Januari: Titik Balik (2015), Gadis 360 Hari Yang Lalu (2014), Curhatku Untuk Semesta (2013), Curhat LDR (2013), True Love Stories (2013).
Itu dia profil singkatnya Pia. Kelihatan kan produktifnya Pia gimana, satu tahun berhasil menerbitkan 4-5 novel. Yang ingin mengenal Pia lebih dekat, ini dia interview aku dengan Pia lewat Whatsapp dan Email.

Q: Pertama kali kamu sadar punya bakat menulis itu kapan? Dan masih ingat nggak tulisan pertama kamu tentang apa?
A: Sejak SMP kalau nggak salah. Gara-gara sering disuruh nyari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita sama Bu Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, ditambah lagi seneng baca-baca novel, juga suka nulis diary hehehe, jadi deh mulai nyoba nulis cerita. Waktu pertama kali, nulis tentang anak-anak panti asuhan. Ditulis tangan. Tapi sayang, lupa bukunya disimpen di mana :(

Q: Ide-ide tulisan biasanya terinspirasi darimana dan dan siapa role model kamu dalam menulis?
A: Darimana aja, nggak spesifik. Role model...hmm, penulis-penulis yang produktif, lokal maupun luar. Mereka menginspirasi buat rajin nulis.

Q: Tahun 2014-2015 mungkin jadi tahun terproduktif kamu karena berhasil menerbitkan beberapa novel dalam jarak waktu sangat dekat. Bisa share nggak pengalaman kamu dari mulai proses menulis sampai naik cetak, dan giman perasaan kamu saat itu?
A: Memang agak kewalahan karena selain nulis atau terusin naskah baru, mesti revisi naskah yang lagi proses ke penerbit. Tapi, saya menikmati prosesnya. Dan capeknya terbayar saat novel-novel saya itu terbit. Untuk prosesnya saya bikin premis, sinopsis, dan outline cerita. Dari sana lanjut ngegarap naskahnya, kirim ke penerbit. Setelah menunggu dan ternyata disetujui, revisi sana-sini berdasarkan evaluasi dari editor. Kirim lagi, tunggu kabar, kalau sudah oke, dikirimin contoh cover. Setelah itu bersabar sampai novelnya "lahiran" :)

Q: Dari seluruh novel kamu yang sudah terbit, novel mana yang jadi favorit kamu dan novel mana yang penulisannya paling ribet?
A: Favorit saya Love Lock, karena saya jadi tenggelam sendiri dalam ceritanya, haha. Kalau paling ribet, Dark Memories. Itu naskah pertama yang saya buat dengan setting Korea Selatan.

Q: Siapa orang yang paling berjasa dalam karir kamu sebagai penulis?
A: Mantan pacar yang sekarang jadi suami. Hehehe, dia nyemangatin saya terus dari zaman dulu, buat mengejar mimpi saya jadi penulis.

Q: Kalau ditantang menulis novel selain genre romantis, genre apa yang akan kamu pilih dan kenapa pilih genre tersebut?
A: Thriller kali, ya. Lebih ada bayangan mau ceritain apa dan suka sama cerita-cerita berbau misterius (bukan horor).

Q: Bagi tips dong dalam membagi waktu antara menulis, membaca, menjalankan profesi utama, sekaligus menjadi ibu dan istri? Boleh dibagi juga tips mengatasi writer's block.
A: Rajin nyicil nulis. Curi-curi waktu di tengah aktivitas lain. Dan, bikin target buat diri sendiri. To be very honest, saya bukan penganut writer's block. Memang ada kalanya kesulitan nyari ide, tapi saya nggak mau ngemanjain "kesulitan" itu jadi perkara berkepanjangan. Jadi, biasanya saya gencar nyari idenya. Banyak hal di sekitar kita yang bisa kita jadikan ide, kok.

Q: Apa impian kamu sebagai seorang penulis yang belum tercapai?
A: Tulisan saya dijadikan film, hehehe. Entah film televisi, ataupun layar lebar :D

Q: And last but not least, masih dalam suasana hari kasih sayang. Apa makna valentine bagi seorang Pia Devina?
A: Valentine may be a day for having a quality time with family. Walaupun sesungguhnya, quality time ini juga dilakukan setiap hari :)

Nah, itu dia hasil kepoan aku ke Pia. Aku mengucapkan banyak terima kasih karena Pia sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan aku dan membagi pengalamannya dalam dunia menulis. Semoga karir Pia makin bagus dan makin produktif dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya. And Happy Valentine's Day :)

 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor