Tampilkan postingan dengan label Book's Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book's Review. Tampilkan semua postingan

26 Juni 2016

THE INFINITE SEA by RICK YANCEY

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:54:00 AM 0 komentar

Judul: The Infinite Sea
Penulis: Rick Yancey
Alih Bahasa: Angelic Zaizai
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-602-03-1799-1
Tahun Terbit: 2015
Tebal Buku: 400 hlmn;20 cm
Genre: Science Fiction

Bagaimana cara melenyapkan miliaran manusia penghuni Bumi?
Lenyapkan sisi kemanusiaan mereka.
Nyaris mustahil rasanya selamat dari empat Gelombang pertama. Tetapi Cassie Sullivan berhasil, dan sekarang ia hidup di dunia baru, dunia tanpa rasa percaya pada sesama. Saat Gelombang 5 menyapu segalanya, Cassie, Ben, dan Ringer dipaksa berhdapan dengan tujuan utama para Makhluk Lain: pemusnahan umat manusia.
Maka mereka pun terlibat dalam pertempuran terdahsyat: antara hidup dan mati, cinta dan benci, harapan dan kenyataan.

Setelah lolos di seri sebelumnya, dan kembali bertemu dengan Sammy, kini Cassie, Ben, Ringer, dan anggota kelompok yang selamat menyusun rencana untuk tetap bertahan hidup dan menuju ke tempat yang lebih aman. Tapi Cassie masih berniat menunggu kedatangan Evan, karena Evan telah berjanji untuk selalu menemukan dirinya. Karena keadaan dan kondisi yang tidak memungkinkan membuat Ringer memutuskan untuk memeriksa lokasi yang menjadi tujuan mereka sementara yang lain tetap tinggal di gedung hotel yang lokasinya tidak jauh dari markas militer yang telah hancur. Tapi terjadi sesuatu yang membuat Ringer terpaksa kembali ke markas militer dimana membuat dia kembali bertemu dengan Letnan Vosch. Letnan yang berpura-pura menjadi manusia dan melatih mereka menjadi tim pembunuh kaum mereka sendiri. Tapi Ringer tidak dibunuh, dia malah dijadikan objek penelitian yang membuat tubuhnya menjadi sekuat para makhluk lain.
Sementara di gedung hotel tua, Cassie, Ben dan lainnya harus menghadapi masalah lain. Mulai dari kemunculan Evan tiba-tiba dan tanpa diduga. Kedatangan bocah kecil dengan bom yang di pasang di tenggorokannya dan serangan Grace -mantan kekasih Evan-. Dan lagi, harus ada yang mengorbankan nyawa demi keselamatan yang lainnya.

Nggak kalah seru dari seri sebelumnya, tapi kurang menegangkan dibandingkan The 5th Wave. Terlalu banyak ngobrolnya menurutku. Bagian serunya setelah pertengahan cerita, tapi tetap saja membuatku beberapa kali menahan napas. Tapi setidaknya di seri kedua ini, Cassie cs mendapat lebih banyak keuntungan. Pertama ada Evan, yang banyak tahu taktik dari Vosch dan kawan-kawan. Kedua, Ringer yang berubah menjadi seperti 'superhero'. Lebih kuat dan tidak mudah mati. Tapi lagi, masalah kepercayaan masih menjadi masalah utama. Aku yang sebagai pembaca juga jadi susah menentukan mana orang yang benar-benar berniat membantu. Selain ada tokoh-tokoh dari seri satu, di seri ini ada beberapa tokoh baru lagi yaitu Grace dan Razor. Grace adalah mantan kekasih Evan. Makhluk lain dalam wujud wanita cantik dan luar biasa kuatnya. Lalu ada Razor, salah satu prajurit asuhan Vosch yang membantu Ringer dalam usaha pelariannya. Setelah membaca The Infinite Sea aku jadi makin tidak sabar menanti seri ketiganya. Penasaran dengan bagaimana cara Cassie cs bertarung mengalahkan Vosch cs yang sangat kuat dari segi tenaga dan senjata.
Kalau di The 5th Wave lebih banyak menceritakan sisi Cassie dan Ben, di novel ini kisah Ringer dan Poundcake yang lebih banyak diangkat. Dan, jangan terlalu memfavoritkan salah satu karakter, karena kita nggak akan pernah bisa menduga seberapa panjang umur si karakter tersebut. Tapi jangan khawatir, kita masih tetap disuguhi kejutan di bagian akhirnya. Dan masih menanti nih kelanjutan asmara Cassie-Evan dan Ben-Ringer.

4 of a 5 Stars

25 Juni 2016

The 5th Wave by Rick Yancey

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:44:00 PM 0 komentar

Judul Buku : Gelombang 5 (The 5th Wave)
Penulis : Rick Yancey
Alih Bahasa : Angelic Zaizai
Editor : Barokah Ruziati
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Pertama : Desember 2013
Tebal : 576 halaman, paperback
ISBN : 978-979-22-9115-5
Genre: Science-Fiction

Setelah gelombang 1, hanya kegelapan yang tersisa
setelah gelombang 2, hanya orang-orang beruntung yang lolos
dan setelah gelombang 3, hanya yang tidak beruntung yang bertahan
setelah gelombang 4, hanya ada satu peraturan : Jangan percaya pada siapapun.
Alien menyerbu bumi dan menyapu habis manusia dalam beberapa gelombang.
Cassie berhasil bertahan sejauh ini. Menurutnya, untuk tetap hidup, ia harus sendirian. Sampai ia bertemu Evan Walker. Cowok misterius itu mungkin satu- satunya harapan Cassie untuk menyelamatkan adiknya-atau bahkan menyelamatkan dirinya sendiri. Namun Cassie harus memilih antara percaya atau putus asa, melawan atau menyerah, hidup atau mati.
Kebiasaan buruk menunda-nunda review adalah jadi lupa apa yang mau diomongin, padahal aku sangat terhipnotis dengan novel ini dari halaman awalnya. Oke,,,mulai pelan-pelan aja yah?
The 5th Wave menceritakan perjuangan manusia melawan para alien yang ingin menginvansi bumi. Gelombang pertama serangan adalah bom EMP. Listrik mati, mobil mati, pesawat berjatuhan, no internet. Cassie Sulivan, keluarganya dan umat manusia lainnya masih belum tahu apa yang terjadi sebelum kabar serangan alien merebak. Gelombang 2, tsunami besar-besaran, meluluh-lantakkan negara-negara pesisir pantai, dan melenyapkan hampir sebagian besar umat manusia. Gelombang 3, datang dalam bentuk wabah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Gelombang 4, peredam.
Cassie Sulivan berhasil bertahan sejauh ini dan berpikir kalau dia mungkin satu-satunya manusia yang selamat. Ibunya pergi lebih dahulu karena serangan wabah. Ayahnya dibunuh di depan matanya, dan adiknya Sammy dibawa oleh segerombolan orang yang mengaku tentara. Tujuan Cassie untuk saat ini hanyalah menemukan adiknya sambil berusaha untuk tetap hidup. Dia tidak bisa memercayai siapapun, sampai dia diselamatkan oleh Evan Walker. Laki-laki misterius yang hidup sendirian setelah seluruh keluarganya tewas. Evan, si hiu yang ingin menjadi manusia. Sekalipun ingin menjauh dari Evan, tapi Cassie membutuhkannya untuk menemukan Sammy.
Sementara di lain tempat, Ben Parish, cinta pertama Cassie tengah dipersiapkan menjadi tentara handal untuk menghadapi alien. Zombie, nama yang diberikan padanya. Dilatih bersama rekan-rekan satu grup-nya, Ringer, Poundcake, Teacup, Dumbo, dan ketambahan satu anggota Nugget yang tidak lain adalah Sammy adik Cassie. Tujuan mereka satu, balas dendam. Menghabisi alien yang sudah menimbulkan kekacauan di bumi. Tapi di saat operasi mereka pertama kali, Ringer si cewek jago tembak mulai mengungkap semua keganjilan-keganjilan yang terjadi. Mereka sadar, kalau merekalah gelombang ke 5. Anak-anak yang dilatih untuk membunuh kaum mereka sendiri.
Bagaimana kelanjutan kisah Cassie, Evan dan Ben? Apakah mereka bisa selamat? Jangan lewatkan novel ini.
Awalnya, genre science fiction bukanlah genre favoritku. Bahkan aku nggak tahu novel-novel apa saja yang masuk dalam genre ini. The 5th Wave jadi novel genre Science Fiction kedua yang aku baca, dan aku jadi makin suka dengan genre ini. Mengangkat kisah kekacauan yang ditimbulkan alien, membuat aku sebagai pembaca terus dibalut rasa penasaran dari awal sampai akhir cerita. Aku jadi berasa dejavu dengan kekacauan yang terjadi di novel ini setelah serangan gelombang 1. Dejavu bukan karena pernah mengalami yah, tapi lebih ke mix feeling yang aku rasa. Bagi yang pernah nonton The Walking Dead dan Revolution, pasti merasakan kengerian yang sama saat membaca The 5th Wave. Sesama umat manusia jadi saling membantai demi bisa bertahan hidup. Nggak bisa memercayai siapapun. Kebayang nggak sih kalau jadi Cassie? Sendirian, berkelana dan harus mencari adik satu-satunya.
Bergantian menceritakan dari sudut pandang Cassie, Evan, dan Ben, kita akan diajak menebak-nebak jalan ceritanya. Cassie bakal selamat gak yah? Bakal ketemu Sammy lagi nggak? Evan ini sebenarnya siapa? Apa Cassie dan Ben bisa bersatu melawan alien? Dan kita juga nggak bisa membedakan mana orang-orang yang memang baik dan mana yang jahat. Kalau membayangkan alien seperti di film-film, jelas di novel ini bukan wujud seperti itu yang akan kita temui, tapi dalam wujud manusia. Tanpa sadar kita juga akan ikut menganalisa, oh yang ini yang jahat nih atau ini yang baik, walau nggak jarang juga jadi salah kaprah. Bukan cuma dalam hal mana yang baik, mana yang jahat, tapi dalam hal asmara juga masih mengambang, Cassie bakalan tetap sama Evan atau kembali ke cinta pertamanya, Ben Parish.
Parameterku dalam memberikan bintang sempurna untuk sebuah novel adalah yang pertama jalan cerita yang tidak membosankan yang membuatku nggak rela berhenti sebelum cerita berakhir, dan saat aku mengambil jeda sejenak, aku jadi ingin cepat-cepat kembali membaca karena ceritanya yang terus terbayang. Kedua, jalan ceritanya tidak melebar dari genre yang diusung, dan tidak berbelit-belit. Untuk The 5th Wave, jalan ceritanya mudah dipahami dan tanpa istilah yang sulit. Terjemahannya juga tidak kaku. Dan bertabur tokoh-tokoh yang kuat. Cassie dan Ringer jelas jadi favoritku. Perempuan-perempuan tangguh dan pemberani. Nggak kebayang deh kalau ada di posisi Cassie dan harus menghadapi kekacauan sendirian. Novel ini recommended, terutama buat kalian yang mengaku pecinta genre Fantasi, Distopia dan Science Fiction.
5 Stars



Rhapsody by Mahir Pradana

Diposting oleh Mellisa Assa di 9:59:00 PM 0 komentar

Judul: Rhapsody
Penulis: Mahir Pradana
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Tebal Buku: 324 halaman

Hei, di sebelah dunia bagian mana kau sedang berada?
Sudah bertahun-tahun kau dan aku mencari arah.
Berkali-kali jatuh cinta pada selatan.
Menaruh keraguan pada barat.
Terus menunggu isyarat timur.
Hingga utara pun sudah tak lagi kita percaya.
Sudah kujejaki banyak kisah, kutemui pula banyak luka.
Ternyata, pada kisah masa lalu milik kitalah harapan itu tetap ada.
Masih kuatkah kau dan aku berjalan?
Atau, kali ini, mungkin pulang akan menjadi jawaban

Sebuah cerita menarik tidak memerlukan nama yang keren atau malah dibuat-buat. Hal 11

Meet Abdul Latif a.k.a Al. Pria pemimpi yang berambisi menjadikan hotel peninggalan almarhum ayahnya sebagai hostel nomor satu, dan juga pria yang patah hati karena seorang gadis bernama Nadia. Al bermimpi menjadikan Paradise sebagai hostel dengan budget traveller. Tapi kadang mimpi tidak sejalan dengan kenyataan. Paradise sepi pengunjung. Sampai datang pria berkebangsaan Spanyol, Miguel, yang mengubah segalanya. Miguel mencari Al sampai ke Makassar hanya karena Al pernah membantu ibunya mengangkat lemari. Bantuan kecil dari Al tapi sangat mendalam kesannya bagi seorang Miguel. Dengan bantuan Miguel, Paradise mulai berkembang dan banyak pengunjung. Ide-ide unik dari Miguel menjadikan Paradise sebagai hostel yang diincar para traveller.

Mungkin kita sebagai orang Indonesia memang nggak pernah menyadari kekayaan yang kita miliki sebelum warga negara asing menyadarinya duluan. Hal 103

Bukan cuma usahanya yang meningkat, tapi hati Al kembali diketuk cinta dari masa lalunya, Sari. Hari-hari Al seakan semakin baik saja. Tapi, cinta Al masih harus diuji kali ini. Begitu pula dengan persahabatan antara dirinya dan Miguel. Salah paham yang muncul ketika Al tahu bahwa Miguel diam-diam berpacaran dengan kakaknya. Al marah besar dan menolak bicara dengan Miguel. Sampai ketika Al mendapat kabar kalau Miguel menjadi salah satu korban kecelakaan kapal laut yang menyeberang menuju Rote. Masalah tidak berhenti sampai disitu. Hostel-nya menjadi buah bibir saat salah satu pengunjungnya kedapatan menyimpan narkoba. Bisnis yang sedang diatas angin harus tiba-tiba menukik tajam. Al pun mulai mempertimbangkan untuk menjual hostelnya. Sampai keajaiban datang lagi untuk kedua kalinya, dalam wujud orang yang sama.

Namun, ternyata keajaiban disebut "keajaiban" karena memang...ajaib! Dan, ajaibnya lagi, "keajaiban" ternyata bisa terjadi berulang kali. Hal 253

Tertarik membaca novel ini setelah mengenal tulisan Mahir Pradana lewat novel Sunset Holiday. Gaya menulis Mahir di awal-awal cerita bisa membuat pembaca salah kaprah. Dikira kalau isinya patah hati melulu atau susah move on. Kesan itu yang aku tangkap di halaman-halaman awal, apalagi kalau baca sinopsisnya. Tapi kesan itu langsung lenyap saat tokoh Bebi, asisten Al muncul. Banyak dialog-dialog kocak antara Al dan Bebi. Dibalik kisah cintanya yang gagal karena penghianatan ternyata Al ini orang yang kocak juga. Aku agak bingung yah mau memasukkan novel ini ke genre apa, karena meski ada, tapi kisah romance bukan yang utama di novel ini. Rhapsody lebih banyak mengajarkan tentang kebaikan, usaha, kerja keras, persahabatan dan kekeluargaan. Betapa ternyata kebaikan yang kita anggap sepele tapi bermakna bagi orang lain. Bagaimana juga cara Al mempertahankan satu-satunya peninggalan orangtuanya dengan usaha dan kerja keras. Persahabatan Al dan Miguel yang mengharukan dan kasih sayang antara dua kakak beradik. Novel ini bikin campur aduk perasaan adek. Dari ketawa, tiba-tiba terharu. Penulis juga menggambarkan kota Makassar dengan sangat baik, bisalah memancing rasa penasaran orang dan pengen juga ke ibukota Sulawesi Selatan tersebut. Dan sebenarnya nih, novel ini juga agak menyindir kita yang tidak sadar dengan potensi yang dimiliki negara kita ini.
Pesan moralnya adalah kesabaran dan kerja keras hasilnya tidak pernah jelek. Yang penting kita mau berusaha dan pantang menyerah. Ngomong memang gampang, tapi nggak ada jeleknya juga untuk berusaha kan.  Dan juga jangan pernah enggan berbuat kebaikan. Kebaikan sekecil apapun pasti ada balasan yang lebih baik untuk kita. Dan setelah diajak naik turun dengan kisah Al, mulai dari patah hatinya, usaha, keluarga dan persahabatannya, pada akhirnya kita akan dibikin senyum lebar dengan kisah Al yang baru bersama Sari, yang pada awalnya juga nggak berjalan mulus. Al bahkan harus sabar menunggu selama 1 tahun. Yah, dimana ada niat yang teguh, disitu juga pasti ada jalan.

God creates feelings like love, hate, happiness of fears, although love is sometimes hidden behind the mists... But with our togetherness that will last through the years, we're going to see that true love really exists...

No more sad memories,,,,,only a happy ending

4 of a 5 Stars 

Les Masques by Indah Hanaco

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:08:00 AM 0 komentar

Judul: Les Masques
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Penerbit: Grasindo
ISBN: 9786022514657
Tahun Terbit: Maret 2014
Tebal Buku: 240 halaman

Fleur Radella, lahir karena kebuasan hasrat yang tak bisa ditolak. Elektra Valerius, jiwa berani yang terpaksa bersemayam di tubuh yang salah. Tatum Honora, gadis pemurung yang tercipta karena ketidakmampuan manusia menundukkan diri sendiri.
Semua yang dimulai di masa lalu, tak seharusnya menjadi hantu yang menempel tanpa pengampunan. Lalu Adam Dewatra hadir. Menggenapi jejak horor masa lampau.

I'm baaaaaaaack dengan hutang review yang menumpuk. Maklumlah lagi kembali jadi mahasiswa dengan tugas-tugas dan deadline laporan yang tanpa ampun. Nah, di comeback-nya aku ini (ciih sok artis), aku menjatuhkan pilihan untuk mereview novel ini. Satu, karena sejak selesai baca beberapa bulan lalu aku sudah 'gatel' ingin mereview novel ini. Dua, karena aku utang review sama penulisnya juga. Tiga, aku ikutan reading challenge Indah Hanaco, jadi baca dan review novel ini jadi sesuatu yang wajib. Cukup sekian basa-basinya, langsung ke reviewnya.
Mbak Indah dikenal sebagai penulis yang sangat produktif, yang setiap novel romance-nya bisa membuat mimisan para pembaca yang mengidolakan beliau. Menulis tema romance sudah biasalah buat mbak Indah. Tapi gimana dengan tema Dissociative Identity Disorder (DID) atau gangguan kepribadian ganda? 
Les Masques menceritakan kisah Fleur Radella, gadis cantik keturunan indo yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari sang nenek Marini yang juga menjadi keluarga satu-satunya selain pamannya Xander yang tinggal di luar kota. Bukan hanya tidak mendapatkan kasih sayang sama sekali, tapi Fleur juga dijadikan media pembalasan dendam sang nenek pada ayah biologisnya yang dianggap sebagai penyebab hancurnya masa depan Renee -ibu Fleur- dan penyebab meninggalnya anak kesayangan Marini itu. Satu-satunya orang yang menyayanginya dengan tulus adalah Nana, asisten rumah tangga mereka. Elektra Valerius muncul pertama kali saat Fleur dikurung oleh Marini di dalam kamar mandi. Selanjutnya, Elektra selalu berusaha untuk melindungi Fleur, tapi dengan cara yang salah. Lalu ada Tatum Honora, yang muncul karena perbuatan orang yang seharusnya melindungi Fleur dan Adam Dewatra yang menggenapi kisah pilu kehidupan Fleur. Dan setelah semua penderitaan yang dilaluinya, Fleur tidak sadar dengan apa yang tengah terjadi pada dirinya.
Pas baca prolognya, aku sudah bisa menebak kalau ceritanya pasti berkaitan dengan kepribadian ganda. Untuk tema yang agak rumit, mbak Indah berhasil menyampaikan ceritanya dengan baik tanpa menimbulkan banyak tanya atau alur cerita yang berbelit-belit. Bahkan aku selesai membaca novel ini hanya dalam waktu dua kurang dari dua jam. Aku dibikin penasaran dengan kisah masa lalu Renee, mamanya Fleur. Dan sumpah ceritanya bikin nyesek. Belum lagi kejutan-kejutan lainnya yang dikeluarkan secara bertahap oleh mbak Indah yang semakin membuatku menganga. Begini amat sih jalan hidup kamu Fleur? Seakan-akan kebencian sang nenek nggak cukup dan harus ditambah dengan penderitaan-penderitaan lain. Yang bisa menguatkan Fleur mungkin hanya kasih sayang dari Nana, dan yang bisa melindunginya adalah pribadi-pribadi lain dalam dirinya yang lahir dari trauma masa lalunya. Kalau ditanya siapa 'kembaran' favoritku, pilihanku jatuh ke Elektra. Aku suka dengan sikap beraninya, karena aku memang nggak terlalu suka dengan karakter yang terlalu lemah dan aku suka tiap kali dia mulai ngomong French. Meski kadang pilihan yang diambil Elektra terlalu ekstrim yang justru menempatkan Fleur dalam masalah. 
Kalau mau jujur sih, aku lebih suka gaya menulis mbak Indah di novel dengan tema seperti ini. Sama seperti saat aku membaca novel Black Angel. Lebih menantang dan menimbulkan rasa penasaran, belum mau berhenti sampai ceritanya selesai. Seandainya Fleur ada di kehidupan nyata, pengen banget memeluk dia dan menenangkan hatinya dan berusaha membantu sampai dia sembuh. Kisah kelam Fleur ikut membuatku nyesek dan merinding. Dan yang paling membuatku speechless adalah perbuatan Xander. Saat flashback ke masa kecil Fleur, aku senang dengan kedatangan Xander. Sebagai paman satu-satunya Fleur, tentu aku berharap kalau dia bisa melindungi Fleur dari kekejaman Marini. Terlebih dia yang mendapat amanat dari Renee untuk selalu menjaga dan melindungi Fleur. Tapi dia justru menciptakan neraka untuk Fleur dengan permainan yang dia sebut 'heaven'.
Tapi memang masih ada beberapa kekurangan novel ini, mulai dari ayah kandung Fleur yang dihilangkan begitu saja tokohnya padahal bisa dibilang dia jugalah penyebab penderitaan Fleur, dan kebingungan-kebingungan Fleur atas apa yang terjadi pada dirinya, kurang dapat 'feel'-nya. Tapi selebihnya aku rasa novel ini sudah oke. Endingnya yang menggantung pun membuatku berharap kalau mbak Indah mau menulis kelanjutan kisah dari Fleur.
4 of a 5 Stars

22 April 2016

GIVEAWAY DISTANCE BLUES: REVIEW+GIVEAWAY

Diposting oleh Mellisa Assa di 4:51:00 PM 23 komentar

Judul: Distance Blues
Penulis: Agustine W
Penyunting: Diara Oso
Penerbit: Ping (Imprint Diva Press)
ISBN: 978-602-391-109-7
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku: 288 halaman;13x19 cm
Genre: Romance

Memilihmu, haruskah merasa ragu?
Nyatanya, Elmi memang sedang mempertanyakan isi hatinya sendiri. Bukan maunya jauh dari Dirga, sang kekasih. Lagian, Dirga bekerja untuk masa depan mereka juga, kan? Tapi, Rasyad -chef pemilik restoran Timur Tengah yang ganteng banget- membuat sesuatu dalam dada Elmi tercampur baur.
Rasyad rajin memberi Elmi kejutan. Ia juga siap jadi "sopir" kalau Elmi mau. Sesekali, tindakan Rasyad yang spontan malah membuat Elmi tersentak-Dirga saja belum pernah melakukannya, Apalagi, Dirga bukan tipe cowok romantis yang suka memberi Elmi surprise.
Rasyad yang hadir saat LDR-an, OCD yang butuh terapi, belum lagi mama yang cerewet dan berputar-putar di kepala Elmi.
Tapi, urusan hati harus diurai kan? Berarti, Elmi memang harus memutuskan.....

Ini salah. Jelas salah. Duh, bagaimana nanti kalau ketemu dia? Enggak. Enggak. Aku masih cinta dan setia sama Dirga. Ini semua hanya efek situasi saja. Siapapun orangnya kalau sedang down pasti terbawa suasana kalau ada yang memperhatikan. Dan kebetulan aja Rasyad begitu. =Elmi=

Yang ia paham, seluruh hatinya sudah tercurah dan sebisa mungkin ia jaga untuk satu wanita. Ketiadaan satu wanita itu membuat rongga dadanya kosong. Kosong yang seakan-akan tidak bisa dilengkapi dengan yang lainnya, sebab tak seseuai Elmi. =Dirga=

Benarkah perasaan yang bergemuruh dalam dadanya sudah layak disebut cinta? Cinta yang ia usahakan tulus meskipun menyakitkan? Atau bahkan cinta yang teramat tolol? Mencintai pacar orang, menawarkan bahu untuk disandari tapi tetap tak bisa memiliki. =Rasyad=

Hidup Elmi tadinya aman-aman saja. Punya pacar ganteng dan mapan dan dari keluarga baik-baik. Karir yang bagus dan asmara yang siap beranjak ke tingkatan selanjutnya yaitu pernikahan. LDR pun tak mampu mengubah perasaan dan kesetiaan Elmi pada Dirga. Tapi kemudian Elmi mulai merasakan kecemasan yang berlebihan, terlalu teliti, mengulang-ulang kebiasaan dan mulai menghabiskan waktu bermenit-menit hanya untuk buang air, cuci tangan, wudhu sampai sholat. Belum lagi sosok Rasyad yang gencar mendekati dirinya. Elmi menyadari kalau dia menderita Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Pekerjaannya mulai terganggu, karyawan mulai membicarakan dirinya, bahkan sang mama menganggapnya sakit jiwa karena Elmi tidak mau membagi apa yang sedang dia rasakan. Elmi mulai khawatir kalau Dirga akan meninggalkannya karena OCD yang dia derita. Masalah tidak hanya sampai disitu saja. Elmi mengetahui kalau masa lalu Dirga masih gencar mendekati Dirga, ditambah Dirga yang jarang menghubunginya karena sibuk membuat hubungan mereka makin menjauh. Sementara Rasyad seolah siap memberikan bantuan dan apapun yang Elmi butuhkan, termasuk membantu Elmi mengatasi OCD-nya. Lantas bagaimana kelanjutan kisah Elmi-Dirga-Rasyad? Pada siapa Elmi akan menjatuhkan pilihan hatinya? Baca sendiri novelnya :D

Pertama-tama mau ngucapin selamat dan terima kasih dulu buat Titin. Selamat atas lahirnya 'bayi' pertama ini, dan terima kasih sudah memberi kesempatan kepada Mells Book's Shelves menjadi salah satu reviewer. Konflik yang diangkat dalam novel ini cukup rumit. LDR, OCD, godaan orang ketiga. Kita akan diajak untuk mencoba menyelami perasaan seorang penderita OCD. Elmi yang merupakan anak penurut ternyata bisa memicu gangguan psikologis. Saat sikap terlalu menuruti kemauan sang mama yang ambisius tapi tidak selaras dengan hati yang memberontak bisa menjadi pemicu OCD, seperti yang menimpa Elmi. Jujur saja pas awal baca aku agak terganggu dengan sikap Elmi dan bahkan menganggapnya lebay. Tapi justru aku belajar dari situ, bagaimana seandainya kalau kita yang ada di posisi Elmi. Kita juga bisa belajar satu hal, bahwa OCD tidak bisa disembunyikan, dan berbagi kisah dengan keluarga terdekat adalah solusi terbaik.
Sementara masalah orang ketiga, hmmmm aku nggak bisa menyalahkan Elmi sih kalau dia jatuh ke pesona Rasyad. LDR saja sudah susah yah dan harus ditambah jarang mendapat perhatian sederhana dari sang kekasih, hati perempuan mana yang akan tetap kuat. Sementara ada Rasyad yang gantengnya luar biasa dan tetap gencar mendekati Elmi sekalipun dia tahu kalau Elmi menderita OCD. Titin berhasil meramu konfliknya dengan pas. Meski di awal-awal Titin sepertinya terlalu tersedot dengan dunia OCD dan sedikit melupakan problema LDR yang harusnya menjadi inti permasalahan. Tapi sebagai pembaca kita memang akan menikmati ceritanya, bertanya-tanya kepada siapa hati Elmi akan berlabuh nantinya dan bagaimana Elmi mengatasi OCD-nya. Gaya menulis Titin sederhana dan mudah dipahami saat mendeskripsikan OCD. Kekurangan novel ini mungkin dari tokoh Dirga-nya saja yang kurang banyak porsinya karena Dirga hanya muncul di awal, muncul sedkit di pertengahan cerita dan muncul di akhir cerita. Sementara Rasyad nyaris mendominasi. Seandainya Dirga juga sama banyak porsinya, para pembaca pasti bakalan makin galau mau mendukung siapa.
Semoga di novel-novel selanjutnya Titin akan kembali dengan konflik yang tidak biasa seperti yang diangkat di novel ini. Good job Tin :)
3 Of a 5 Stars
===

GIVEAWAY TIME
Nah, saatnya membagikan satu eksemplar novel Distance Blues gratiiiiis dikirim langsung sama penulisnya. Syaratnya gampang aja kok. Simak baik-baik yah :)
  1. Berdomisili di Indonesia.
  2. Follow akun twitter @Mells_A dan @agustine_w dan share giveaway ini dengan me-mention dua akun tersebut disertai hashtag #GADistanceBlues.
  3. Follow blog ini via GFC, Google+ atau bloglovin.
  4. Tinggalkan 'jejak' di postingan INTERVIEW WITH AGUSTINE
  5. Jawab pertanyaan berikut ini di kolom komentar, jangan lupa sertakan nama, akun twitter dan kota domisili: "Kenapa kamu pengen baca novel ini?"

Gampang aja kan? Giveaway ini berlangsung dari tanggal 22 s/d 27 April 2016, dan akan diumumkan pemenangnya paling lambat dua hari setelah giveaway ini berakhir. Satu orang yang beruntung akan mendapatkan satu buah novel Distance Blues dan akan dikirimkan langsung oleh penulisnya. So,,,happy hunting guys and may the odds be ever in your favor :)


29 Maret 2016

BBI POSTING BARENG MARET: SCARLET (THE LUNAR CHRONICLES) BY MARISSA MEYER

Diposting oleh Mellisa Assa di 7:10:00 PM 0 komentar

Nenek Scarlet Benoit, Michelle Benoit, menghilang tanpa jejak. Bahkan kepolisian berhenti mencarinya dan menganggap wanita itu melarikan diri atau bunuh diri.
Marah dengan keputusan dari pihak kepolisian, Scarlet membulatkan tekad untuk mencari neneknya bersama dengan seorang pemuda petarung jalanan bernama Wolf, yang kelihatannya menyimpan informasi tentang hilangnya nenek Scarlet.
Apakah benar Wolf bisa dipercaya? Rahasia apa yang disimpan Michelle Benoit sampai dia harus menghilang?
Di belahan bumi yang lain, status Cinder berubah dari mekanik ternama menjadi buronan yang paling diinginkan di seluruh penjuru Persemakmuran Timur. Dapatkah Cinder sekali lagi menyelamatkan Pangeran Kai dan bumi dari Levana?

Judul: Scarlet-The Lunar Chronicles
Penulis: Marissa Meyer
Penerjemah: Dewi Sunarni
Penerbit: Spring
ISBN: 978-602-71505-6-0
Bulan/Tahun Terbit: Februari 2016
Tebal Buku: 444 halaman;20 cm
Genre: Distopia, Young Adult, Romance

Aku sudah membulatkan tekad untuk membeli novel ini begitu keluar di toko buku karena aku dibuat penasaran dengan sneak peak-nya di halaman-halaman terakhir novel Cinder. Karena ada karakter baru lagi, jadi aku akan mulai dengan si Scarlet dulu.
Scarlet&Wolf:
Scarlet Benoit, cucu Michelle Benoit seorang mantan pilot frustasi mencari neneknya yang tiba-tiba menghilang tanpa pesan dan hanya meninggalkan chip identitasnya. Polisi pun tidak memberikan bantuan apapun dengan menarik kesimpulan kalau neneknya mungkin sudah kabur atau bunuh diri. Tapi Scarlet tidak begitu saja menyerah. Dunia sedang dihebohkan dengan berita seorang gadis cyborg yang mengacaukan pesta dansa Pangeran Kai. Mendengar banyak cacian dan cemoohan orang yang menghina Cinder, membuat Scarlet tanpa sadar membela Cinder. Dari pembelaan tanpa sadarnya itulah yang membuat Scarlet lebih kenal dengan Wolf, pemuda petarung jalanan yang tidak pernah makan tomat. Wolf semakin membuat Scarlet penasaran setelah ayahnya bertingkah aneh dan bilang bahwa Michelle sebenarnya diculik orang-orang yang memiliki tato yang sama dengan Wolf. Sempat marah membabi buta pada Wolf, tapi akhirnya Scarlet memilih untuk ikut dengan Wolf ke tempat kawanannya menahan neneknya. Perjalanan singkat menimbulkan asmara diantara Scarlet dan Wolf. Tapi begitu tiba di markas kawanan Wolf, Scarlet malah merasa dihianati oleh Wolf. Dan Scarlet jadi tahu rahasia yang disimpan sang nenek yang berhubungan dengan Putri Selene.
Cinder&Thorne
Di Persemakmuran Timur, Cinder berhasil melarikan diri dengan tangan dan kaki robot baru yang diberikan dokter Erland. Dan Cinder tidak sendirian, tapi ada Thorne, seorang mantan kadet tentara yang ikut kabur dengannya. Dalam sekejap Cinder menjadi buronan yang paling dicari. Untuk pertama kalinya Cinder merasakan kebebasan, tapi bukan kebebasan seperti itu yang dia harapkan. Cinder bahkan mulai bisa memanfaatkan anugerah bulannya yang dia gunakan saat dalam keadaan terdesak. Harusnya Cinder menuju Afrika dimana dokter Erland sudah menunggu dirinya. Tapi di tengah jalan Cinder malah mengganti tujuannya menuju Eropa untuk mencari Michelle Benoit, yang dia yakini adalah pilot yang membawanya kabur saat Levana mencoba membunuhnya. Saat tiba di Rieux, Cinder jadi tahu kalau Michelle Benoit sudah ditemukan lebih dulu. Bukan hanya itu, Cinder dan Thorne pun dikejutkan dengan serangan manusia-manusia serigala. Setelah bisa meloloskan diri membawa keduanya bertemu dengan Scarlet. Tetapi dunia tengah diserang ratusan manusia serigala. Bahkan Cinder dan Thorne pun terjebak di antara beberapa manusia serigala dan ahli sihir Bulan.
Pangeran Kai:
Kaburnya Cinder membuat Levana marah besar. Ancaman dilontarkan Levana kalau dia akan meratakan bumi seandainya Kai tidak bertindak tegas dengan kaburnya Cinder. Kalau tidak mengingat keamanan dan kedamaian masyarakat bumi, Kai berharap dengan tulus dalam hatinya kalau Cinder tidak akan ditemukan. Tapi saat serangan bertubi-tubi datang dan memakan banyak korban tidak bersalah, Kai terpaksa harus mengambil keputusan untuk menikah dengan Ratu Levana. Sekalipun dia tahu tujuan Levana ingin menikah dengannya dan bahwa Cinder sudah membahayakan nyawanya untuk memberitahu Kai di pesta dansa. Tapi demi kedamaian masyarakat bumi, Kai harus memilih.
Jujur saja, aku agak lelet membaca novel yang ini dibanding Cinder yang selesai dalam waktu sehari atau dua hari. Pusat ceritanya terbagi-bagi soalnya antara Scarlet dan Cinder dan kayak harus menunggu lamaaaa banget baru sampai ke part yang menegangkan. Tapi aku tetap terhibur dengan jalan ceritanya karena munculnya tokoh Thorne. Aku memang lebih suka tokoh Thorne yang playboy dan suka becanda dibanding Wolf. Nggak akan heran kalau Thorne nanti mungkin bisa menggeser posisi Pangeran Kai di hati aku. Ceritanya juga menggantung banget. Semoga jarak terbitnya Cress nggak lama-lama karena aku menantikan tiap kepingan puzzle cerita dari penulis. Tapi jujur aku masih lebih menyukai Cinder dibanding Scarlet. Aku berharap di Cress pusat cerita tidak akan terbagi-bagi seperti di Scarlet ini.

3 of a 5 Stars

BBI POSTING BARENG 
Waktunya posting bareng Maret. Temanya beda lagi bulan ini, karena kita para anggota BBI diminta untuk mengajak teman-teman kita untuk membaca. Aku dan teman-teman BBI lain diminta untuk nge-tweet mengenai buku yang kita baca dari tanggal 14-30 Maret 2016. Tidak harus setiap hari, tapi harus dalam periode itu. Aku sendiri tidak nge-tweet tiap hari karena kesibukan aku yang kembali melanjutkan kuliah. Tapi maaaaf,,,,untuk postingan hari ini aku belum bisa melampirkan screen shot tweet-an aku karena aku hanya nge-blog lewat hp dan masih bingung cara insert image-nya gimana. Janji deeeh nanti kalau sudah pegang laptop aku insert screen shot tweet-an aku.
Walau nggak bisa setiap hari nge-tweet #BBILagiBaca, tapi aku cukup senang juga bisa berpartisipasi dalam event BBI bulan Maret ini. Dan semoga tetap rajin ikutan event Posbar BBI di bulan-bulan selanjutnya :)

21 Maret 2016

[BLOG TOUR] COME BACK TO ME: REVIEW

Diposting oleh Mellisa Assa di 2:48:00 PM 44 komentar

Judul Buku: Come Back To Me
Penulis: Arini Putri
Harga Jual: Rp. 77.700
ISBN: 978-602-70362-5-3
Bulan/Tahun Terbit: JANUARI 2016
Panjang x Lebar: 13 x 19 cm
Jumlah Halaman: 386 halaman
Genre: Contemporary Romance
Kategori: Novel

Blurb:
SENNA
"Mataku tak bisa melihatnya, tapi aku merasa mengenal Ced lebih dari siapa pun. Dari tangan kasarnya, aku tahu dia adalah pekerja keras. Dari suaranya, aku bisa tahu betapa renyah tawanya. Dan tak peduli sesingkat apa pun kami bersama, kenangannya selalu bertahan lebih lama di dalam benakku."

CED
"Mata almond Senna tak pernah terlihat sama. Terkadang gelap, terkadang mengeluarkan binar yang luar biasa indahnya. Lambat laun membuatku jadi egois, berharap sepasang mata miliknya itu bercahaya karenaku saja."

*
Ced ternyata baru menyadari, hatinya sejak lama sudah jadi milik gadis itu,
seperti halnya hati Senna sudah dimiliki oleh laki-laki itu.
Namun ketika akhirnya menyadari cintanya pada Senna, Ced malah dihadapkan pada dilema yang teramat sulit untuk dihindari: antara harus memilih kebahagiaannya sendiri atau kebahagiaan gadis itu.

Cedric Pratama -Ced- laki-laki tampan berpembawaan dingin yang sangat jatuh cinta dengan kayu dan dunia furniture. Impian yang selalu ditentang sang ayah, yang membuatnya memilih untuk meninggalkan rumah mewah ayahnya dan tinggal di studio tempat dia dan tiga rekannya yaitu paman Widi, Malik dan Tanu membuat furniture. Keseharian Ced berubah setelah bertemu Senna. Gadis cantik bermata almond, tapi sayangnya buta karena kecelakaan mobil, Senna, gadis pembuat cookies yang terlihat rapuh dari luar, tapi memiliki hati yang keras. Senna sanggup menenangkan Ced dan membuat pikirannya lebih jernih dan nyaman. Senna, gadis yang tidak berani dia dekati pada awalnya, tapi berhasil membuatnya jatuh cinta. Saat hubungan keduanya makin dekat, untuk pertama kalinya, Senna jadi ingin bisa melihat. Menyesali kenapa di kecelakaan dulu hanya dia yang buta. Untuk pertama kalinya Senna ingin serakah, tidak hanya mendengar suara Ced saja, tapi juga ingin melihat wajah Ced. Diam-diam Senna menyimpan harap, saat dia bisa melihat suatu hari nanti, wajah Ced-lah yang pertama kali ingin dia lihat. Tapi harapan kadang tak sejalan dengan kenyataan. Saat mendapat kesempatan dengan datangnya donor mata untuk Senna, mamanya harus menjalani katerisasi jantung dengan biaya yang tidak sedikit. Senna terpaksa kembali menggantungkan harapannya demi pengobatan mama tercinta. Melihat kebahagiaan Senna yang pupus, Ced memilih untuk mengorbankan impiannya dan membuatnya terpaksa harus meninggalkan Senna. Akankah Ced kembali dan Senna tetap setia menantinya?

Pertama kali kenalan dengan karya Arini Putri. Gaya menulisnya setipe dengan Winna Efendi dan Windry Ramadhina, yang rapih, lembut, nggak ceplas-ceplos. Untaian kalimatnya enak untuk diikuti dan cerita hanya fokus ke Ced dan Senna. Kedua karakter dibentuk atas luka di masa lalu. Luka batin untuk Ced yang tidak mendapat kasih sayang utuh dari sang ayah, dan luka fisik untuk Senna yang kehilangan penglihatannya karena kecelakaan. Inti ceritanya lebih ke mencari kebahagiaan sih. Apa kita akan bahagia saat impian kita tercapai, atau apakah kita akan memilih mengorbankan impian demi melihat orang yang kita cintai bahagia? Mengenal Senna membuat Ced sadar kalau ada hal yang lebih penting dan lebih dia cintai dibanding kayu dan furniture. Suka lah dengan karakter Ced ini. Ceritanya juga sederhana tapi bisa membawa para pembacanya ikut larut dalam dunia Ced dan Senna. Dari Senna juga kita bisa belajar bahwa kehilangan penglihatan bukan akhir dari segalanya.
Dari untaian kalimatnya, aku menyimpan beberapa kutipan yang menjadi favoritku, yaitu:

  • Dia sedang tidak ingin nostalgia. Bernostalgia hanya membuatnya marah pada dirinya sendiri. Hal 53
  • Aneh, batinnya. Sepertinya dirinya resmi gila karena gadis itu. Ya, gadis itu. Hal 53
  • Daripada nunggu orang lain bilang maaf, lebih baik kita yang ngucapin itu lebih dulu. Minta maaf itu engak dosa kok. Enggak memalukan juga. Hal 114
  • Buat bahagia itu enggak susah, kok. Dalam keadaan apa pun seharusnya kita bisa bahagia, karena bahagia itu pilihan. Hal 115
  • Seakan mengetahui hal-hal yang disukai adalah salah satu cara untuk saling mengenal lebih jauh. Hal 122
  • Aku cuma pengin seseorang yang bisa ikut bangga sama mimpiku dan paham ketakutanku, juga tujuan hidupku. Hal 134
  • Terkadang sesuatu menjadi begitu asing hanya karena kita enggan berusaha mengenalnya. Hal 141
  • Buat meja itu jadi satu-satunya yang ada di dunia. Supaya Senna tahu...seberapa spesial dia buat kamu. Hal 170
  • Karena aku jadi sadar, aku bukan sebatang kayu yang bisa dibentuk seenaknya. Aku yang punya kendali, bukan orang lain. Hal 211
  • Ini bukan cuma masalah cantik. Mungkin kamu enggak akan ngerti, karena sampai sekarang aku sendiri juga enggak terlalu ngerti. Hal 218
  • Saat orang-orang di sekitar kamu meneriakkan hal yang berbeda, aku rasa mengikuti kata hati kita adalah langkah yang paling tepat. Hal 222
  • Kadang ada yang lebih berharga dari impian kita. Kebahagiaan orang itu, lebih berharga dari ambisi kita. Hal 294
  • Kadang melihat orang lain bahagia itu juga bisa buat kita bahagia. Hal 295
  • Ungkapan rasa cinta bisa juga terasa menyakitkan. Bahwa hal yang kita lakukan karena cinta, bisa juga menyakiti hati orang yang kita sayang. Hal 307
  • Hati yang lembut saat terjatuh hanya akan sedikit luka, tapi hati yang keras saat terjatuh akan hancur berkeping-keping. Hal 310
  • Bagaimanapun kisah cinta sederhana itu berakhir nantinya...dia hanya bisa berharap tak ada yang terluka terlalu dalam. Hal 311
Udah kebayang kan gaya menulis Arini dari kutipan-kutipan yang aku share? Yang romantis dari keseluruhan ceritanya adalah saat Ced mulai jatuh hati dengan Senna dan selalu menemani langkah Senna tanpa Senna sadari. Menjaga Senna dari belakang dan siap melindungi Senna. Aku juga suka senyum-senyum sendiri saat Ced berdiri di samping Senna, memandangi wajah Senna sambil tersenyum. Romantic in his own way.
Tapiiiii,,,,novel ini masih ada kekurangan dalam bentuk typo dan alur yang agak lambat menurutku. Tapi nggak mengganggu keseluruhan ceritanya sih.
So, apa aku suka dengan novel ini? Yes.
Apa aku masih akan membaca karya Arini lainnya? Pasti dong.
Aku merekomendasikan novel ini buat semua kalangan apalagi para pecinta novel romance yang menyukai cerita ringan tanpa konflik berarti, tapi tokoh utamanya memorable seperti Ced.

3 of a 5 Stars

PHOTO CHALLENGE

Waktunya photo challenge saudara-saudara. Aku dan host lain diminta untuk berfoto sedih. Susahlah bagi aku yang selalu ceria ini hahahahahaha. Soooo,,,,ini pose sedih aku 

Kapan pulang? Aku rindu


Nah demikian review dari aku. Tunggu giveawaynya yaaaah 3 jam lagi yaaaah :)



7 Maret 2016

DELICIOUS MARRIAGE by INDAH HANACO

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:58:00 AM 3 komentar

Milly Regitha
Sangat tahu bagaimana rasanya tatkala cinta berubah menyakitkan. Terluka dan sulit memercayai orang lain, hingga bertemu seorang lelaki lancang.

Keith Bertram
Semua kisah asmara di masa lalunya mendadak tak lagi bermakna saat bertemu perempuan bermata muram itu. Dorongan tak tertahankan yang ganjil, membuatnya ingin menjadi penyembuh, apa pun risikonya.

Milly akhirnya membuka hati saat menyadari bahwa hidup memang penuh risiko. Cinta pun bertumbuh tanpa bisa dicegah. Namun, bahkan di minggu pertama pernikahan mereka, badai mulai bergulung. Keith harus bersabar tapi Milly terlalu muak dengan orang-orang yang ingin mencampuri hidupnya. Mungkinkah sentuhan cinta bisa menjadi penawar untuk segalanya?

Judul: Delicious Marriage
Penulis: Indah Hanaco
Editor: Anin Patrajuangga
Penerbit: Grasindo
ISBN: 978-602-375-347-5
Tahun Terbit: 2016
Tebal Buku: 234 halaman
Genre: Romance

Sebelumnya mau ngucapin thank you so much dulu buat Rizky Mirgawati dan tentunya mbak Indah Hanaco yang sudah memilih aku menjadi salah satu yang beruntung untuk ikut serta dalam Baca Bareng novel ini.
Seperti yang sudah-sudah, mbak Indah kembali dengan cerita romance yang asmara antara kedua tokohnya bisa bikin para kaum jomblo makin nelangsa. Kali ini mbak Indah membawa kisah Milly Regitha, seorang Bridal Consultant yang tidak percaya lagi dengan cinta setelah penghianatan yang dilakukan Adam, mantan suaminya yang menghamili sahabat baiknya sendiri. Adam yang sudah dia kenal bertahun-tahun karena merupakan kakak kandung Keke, sahabatnya, ternyata bisa menghianati kepercayaannya. Milly menutup diri kepada lelaki manapun, termasuk Keith Betram. Lelaki blasteran Irlandia yang jatuh hati padanya sejak pandangan pertama. Tapi perjuangan Keith tidak mudah, karena Milly langsung menunjukkan sikap juteknya saat Keith mengajaknya makan malam di hari pertama mereka berkenalan. Tapi Keith tidak mudah menyerah dan terus mengejar Milly selama 4 bulan lamanya.
"Aku nggak akan kabur hanya karena kau judes dengan konsisten." Hal 4
 "Aku sungguh nggak tertarik terikat hubungan apa pun dengan kau atau laki-laki yang lain. Prioritasku saat ini adalah bekerja." Hal 4
 "Kau nggak boleh menolakku berkali-kali, itu nggak manusiawi." Hal 13
Perjuangan Keith tidak sia-sia. Meski harus tersinggung terlebih dahulu, tapi Keith akhirnya mendapatkan hati Milly seutuhnya, setelah Milly sadar kalau dia mulai merindukan dan menginginkan Keith. Tidak mau membuang waktu, Keith segera melamar Milly. Pernikahan sederhana mereka langsungkan dan hanya dihadiri orang-orang terdekat mereka yaitu Phillip dan Rafe -sahabat Keith-, Jana -adiknya Milly- dan Keke. Sementara ibu Milly dan Rachel, kakak Keith, tidak menghadiri pernikahan mereka. Tapi kehidupan asmara Milly dan Keith tidak lantas berjalan mulus pasca pernikahan mereka, karena pernikahan mereka mulai diuji di hari ke empat. Sanggupkah Milly bertahan dengan pernikahan keduanya? Jangan lewatkan novel mbak Indah Hanaco yang ini.
Kutipan favorit:
  • Ada hal tertentu yang mustahil dilupakan. Menjadi hantu yang akan menerkam masuk saat waktunya tiba. Hal 39
  • Aku akan sangat menyesal kalau tidak berjuang untuk mendapatkanmu. Hal 41
  • Ini bukan cerita tentang seorang playboy insyaf. Ini cuma tentang seorang laki-laki yang jatuh cinta padamu tanpa bisa menahan diri. Hal 42
  • Mencintai dan bersama seseorang berarti melakukan penyesuaian dan kerja keras seumur hidup. Hal 44
  • Hidup ini butuh keseimbangan, nggak cuma hal-hal manis melulu yang harus dialami. Kalau itu yang terjadi, kau akan lupa rasa bahagia itu seperti apa. Hal 46
  • Gaun pengantin itu mirip jodoh. Nggak bisa dipaksa. Apa yang kita lihat bagus saat dipajang, belum tentu memberi efek yang sama ketika dipakai. Hal 52
  • Kadang kita terlalu takut dengan risiko. Padahal, apa sih yang nggak ada risikonya di dunia ini? Hal 55
  • Nggak apa-apa kalau sesekali mengambil keputusan tanpa berpikir rumit. Menjadi spontan itu bukan dosa besar. Hal 72
  • Saat marah, perempuan selalu mengucapkan kata-kata yang berbanding terbalik dengan keinginannya. Hal 125
Aku semakin mengakui kepiawaian mbak Indah dalam menciptakan karakter yang bikin klepek-klepek. Delicious Marriage jadi novel ke empat mbak Indah yang aku baca, dan aku lebih menyukai karakter Keith dibandingkan Melvin -Run To You- dan Colin -Crazy Little Thing Called Love-. Keith tidak digambarkan sebagai lelaki dominan yang apa katanya harus dituruti. Sebaliknya, Keith malah digambarkan sebagai lelaki yang penurut, tapi berbahaya saat lagi cemburu. Delicious Marriage ceritanya tidak terlalu terbelit-belit dan berbuntut panjang. Meski kadang latar belakang cerita kadang-kadang kembali ke masa lalu Milly dan Keith, tapi ceritanya bisa kembali lagi ke intinya dan tidak mengalihkan perhatian aku sebagai pembaca.
Selain Milly, Keith dan kisah masa lalu mereka berdua yang memiliki kesamaan, ceritanya makin berwarna dengan karakter-karakter pendukungnya. Seperti Phillip, Rafe, Rachel dan Ethan Risjad. Dibandingkan Phillip dan Rafe, porsi Ethan tidak terlalu banyak sih, tapi cukuplah menambah konflik cerita. Phillip dan Rafe berperan sebagai sahabat yang bukan hanya siap membela, tapi juga siap menegur saat Keith salah. Dan dalam setiap pernikahan, pastinya tidak selalu berjalan mulus. Ada saja kerikil yang bisa menyebabkan pertengkaran. Dan dalam pernikahan Milly dan Keith, Rachel adalah kerikilnya. Sikap over protektif Rachel yang selalu menjadi penyebab pertengkaran mereka. Bikin gemeslah si Rachel ini. Nggak ada satupun perempuan yang dia rasa pantas mendampingi Keith.
Tapi aku agak nggak nyaman sih dengan pilihan aku-kau, bukannya aku-kamu. Romance-nya jadi kurang menggigit saat Milly dan Keith bicara pakai aku-kau. Aku juga agak kurang puas dengan si Rachel. Setelah semua sikap kekanakan yang dia lakukan, aku lebih berharap dia sadar dan minta maaf sama Milly. Aku juga masih menemukan beberapa typo, tapi bisa diabaikan karena tidak sampai mengganggu.
Aku merekomendasikan novel ini untuk semua kalangan. Karena walau ada adegan 'bulan madu', tapi masih bisa ditoleransi karena mbak Indah tidak menggambarkan secara gamblang. Yang pernah terluka karena masa lalu dan yang lagi mencicipi manisnya masa-masa menjadi pengantin baru, novel ini bisa menjadi pilihan yang pas. Karakter berbeda dan manis, cerita sederhana dan konflik yang tidak terlalu berat tapi mampu mengaduk-aduk emosi, membuat novel ini layak dipilih karena tanpa sadar kita sudah sampai di akhir cerita. Manislah ceritanya, bisa bikin senyum-senyum sendiri. Semanis judul dan cover novelnya.
3 of a 5 Stars

3 Maret 2016

LONDON: ANGEL by WINDRY RAMADHINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 5:47:00 PM 1 komentar
I fell in love with you. I don't know how, I don't know why, I just did.


Ke London, penulis membawa kisah seorang Gilang yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Ning. Bertahun-tahun Gilang memendam perasaannya, sampai keempat sahabatnya menantangnya ke London dan menyatakan cinta pada Ning.
Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.
Jadilah Gilang nekat menuju London, mengambil cuti selama delapan hari untuk mengejutkan Ning. Tapi sayang, Ning tidak berada di tempat. Ning tengah ke luar kota. Gilang pun memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri sungai Thames dan berdiri di bawah London Eye, membuatnya bertemu seorang gadis cantik dengan rambut ikal. Gilang menjulukinya Goldilocks. Gadis misterius yang membuatnya berani menaiki London Eye, yang muncul disaat hujan, dan menghilang disaat hujan berhenti. Malaikat, kata orang-orang tentang sosok yang muncul saat hujan dan menghilang saat hujan reda.
Ning muncul beberapa hari kemudian dan sangat bahagia dengan kedatangan Gilang. Bersama Ning, Gilang menyusuri Fitzrovia. Masuk keluar galeri seni dan menikmati kebersamaannya dengan Ning. Gilang tidak tahan lagi, ingin mengutarakan perasaannya. Terlebih saat dia menyadari ada yang berbeda dengan sinar mata Ning saat dia bertemu dengan salah seorang seniman. Dan meluncurlah pengakuan dari mulut Gilang. Terbalaskah perasaan Gilang? 

Ini nggak enaknya kalau meresensi buku yang sudah dibaca berhari-hari yang lalu. Kadang lupa dengan nama-nama tokoh pendukung dalam cerita. Tema friendzone diangkat penulis dalam novelnya ini. Dan seperti yang sudah-sudah, terjebak friendzone itu nggak enak. Nggak enak kalau cuma salah satu yang jatuh cinta. Dan aku senang kali ini karena yang jatuh cinta pihak cowoknya bukan si cewek. Bercerita dari sudut pandang seorang Gilang yang menggalau bertahun-tahun. Berkali-kali ingin menyatakan cinta pada Ning, tapi meragu. Sekalinya menyatakan cinta, ehh si Ning malah nggak mendengar jelas karena suara ribut-ribut di belakang mereka. Puk-puk Gilang, yang sabar yah?
Tapi, jujur, aku nggak terlalu tertarik dengan kejelasan hubungan Gilang dan Ning. Sudah kebaca dengan jelas dari awal. Aku malah penasaran dengan si Goldilocks. Beneran malaikatkah dia? kalau beneran iya, mungkin dia malaikat pembawa cinta yang membuat Gilang harus jauh-jauh ke London dulu untuk mendapatkan cintanya. Bisa dibilang ceritanya jadi menarik karena ada si Goldilocks ini. Novel ini juga jadi makin berwarna dengan kisah Ny. Elis (kalau nggak salah itu namanya) pemilik penginapan tempat Gilang menginap.
Dan dari semua tema friendzone atau jatuh cinta dengan sahabat sendiri yang sudah aku baca, aku menarik satu kesimpulan. Ribet. Untung saja tidak pernah mengalaminya. Nggak enak bangetlah rasanya yah? Tiap hari dibuat bertanya-tanya terus, dia cinta juga nggak yah? Pengen nyatain cinta, tapi khawatir bertepuk sebelah tangan dan jadi canggung. Tapi, nggak dinyatain malah jadi berakar dalam hati dan mengakibatkan gagal move on. Harus segera ikut caranya Gilang nih. Kalau pun patah hati, setidaknya bisa cepetan move on.
Untuk keseluruhan ceritanya, gaya menulis mbak Windry masih seenak dan semengalir seperti biasanya, tema beda, karakter beda, latar belakang cerita beda dengan novel-novelnya yang lain. Jadi, sampai ke novel ke-5 penulis yang sudah aku baca, aku belum bosan dengan gaya menulisnya. Dan yang mengincar STPC, aku merekomendasikan novel yang satu ini, terutama buat kalian yang jatuh cinta dengan tema sahabat jadi cinta atau jatuh cinta dengan sahabat sendiri. Abaikan saja Gilang yang terlalu menye-menye, namanya juga lagi jatuh cinta :D

Judul: London Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Genre: Romance

4 of a 5 Stars

PARIS: ALINE by PRISCA PRIMASARI

Diposting oleh Mellisa Assa di 4:56:00 PM 0 komentar

Judul: Paris Aline
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 979-780-577-8
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 214 halaman;13x19 cm
Genre: Romance
Kategori: Fiksi, STPC

Pembaca tersayang,
Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Eclair, Beautiful Mistake dan Kastil Es Dan Air Mancur Yang Berdansa.
Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bersama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Pere Lachaise yang konon berhantu?
Setiap tempat punya cerita.
Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,
EDITOR

Hidup Aline tadinya biasa-biasa saja. Mahasiswa S2 yang kuliah di jurusan yang tidak dia minati sama sekali hanya demi mewujudkan keinginan almarhum ayahnya. Bekerja part time di bistro Lombok, salah satu bistro yang menjual makanan khas Indonesia. Jatuh cinta pada salah satu koki yang bernama Putra tapi kemudian diberi nama julukan ubur-ubur saat Putra pacaran dengan Julie, koki bule lainnya. Hidup Aline berubah saat mengenal Sena setelah tanpa sengaja menemukan keramik yang dibuang dan ada namanya Sena. Lelaki eksentrik yang selalu terlihat ceria. Yang dua kali membatalkan rencana pertemuan mereka di Bastille, lokasi yang dulunya adalah bekas penjara, dan tengah malam pula, saat Aline akan mengembalikan keramik yang dia temukan. Awalnya Aline menganggap Sena laki-laki aneh, dengana impiannya menjadi sutradara, selalu memakai syal bertumpuk, mengunjungi Pere Lachaise seperti sedang mengunjungi pulau Maldive, dan mulutnya yang terkadang kejam. Aline pun tahu potensi apa yang dia miliki berkat celetukan Sena. Dari Sena pula Aline tahu perasaan suka yang dipendam Eza, tetangga flatnya. Kehadiran Sena yang awalnya mengganggu, menjadi sebuah kehilangan dan rasa penasaran saat Sena tak menampakkan batang hidungnya selama berhari-hari. Rasa penasaran terjawab saat suatu hari Aline bertemu dengan Sena yang tergesa-gesa menitipkan beberapa keramik padanya. Masih dengan banyaknya pertanyaan yang berkeliaran dalam kepalanya, Aline tiba-tiba melihat Sena yang diseret oleh seorang perempuan Prancis paruh baya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Sena? Aline mendapatkan jawaban setelah menemui kakak kandung Sena. Dan kali ini Aline bertekad untuk 'membebaskan' Sena.

Paris ini kalau nggak salah adalah seri pertama STPC. Aku selalu suka gaya menulis Prisca, dan masih tetap suka gaya menulisnya di novel ini. Dialognya ringan dan lucu. Nggak bakalan dibuat bosan dengan cara penulis bercerita. Tahu-tahu aja kita sudah hampir mendekati halaman akhir. Cara penulis mendekatkan Aline dan Sena juga terbilang unik. Aku nggak terlalu merasa asmaranya terlalu meletup-letup, tapi chemistry antara keduanya sangat kerasa. Untuk setting Paris-nya, penulis memilih tempat-tempat yang tidak biasa. No Eiffel, Louvre or Arch de Triumphe (mudah-mudahan nggak salah tulis), tapi penulis malah memilih Bastille yang bekas penjara dan Pere Lachaise. Nggak kebayang deh sabarnya Aline, tiga hari berturut-turut diajak ketemuan di Bastille, jam 12 malam pula, dan selama dua hari berturut-turut dibatalkan janjinya. Untuk karakter pendukung, aku menyukai si Ezra (eh atau Eza yah). Berharap Prisca akan menuliskan kisahnya sendiri di novelnya yang lain :)

4 of a 5 Stars

17 Februari 2016

INDIANA CHRONICLES: BLUES by CLARA NG

Diposting oleh Mellisa Assa di 1:20:00 PM 1 komentar
 

Judul: Indiana Chronicles Blues
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 9797-22-0947-6
Tahun Terbit: 2004
Tebal Buku: 312 halaman;20 cm
Genre: Romance

Namanya Indiana Lesmana, 26 tahun, bekerja di Perusahaan Konsultan Manajemen sebagai Head Hunter di Divisi HRD. Tapi karena kekurangan tenaga, Indi -panggilannya- ditempatkan sementara di Divisi Riset. Punya bos tukang menuntut, gaji pas-pasan yang membuatnya masih harus menumpang di apartemen Sara, sepupunya. Pacarnya Francis adalah konglomerat. Tapi Francis memiliki sifat yang dominan. Meski demikian, Indiana sangat mencintai Francis. Masalah datang bertubi-tubi pada Indiana saat dia mengalami kecelakaan pesawat di hutan belantara Kalimantan, yang untungnya tidak memakan korban. Kecelakaan tersebut membuat Indiana bertemu Charles yang ternyata adalah pimpinan perusahaan penerbit yang menjadi klien perusahaan tempat Indiana bekerja. Pasca kecelakaan, hidup Indiana berubah. Dia menjadi sorotan dimana-mana karena sikap heroiknya yang membantu kru pesawat menolong korban kecelakaan lainnya. Tiba-tiba bosnya menaikkan gaji dan jabatannya. Tapi secepat karirnya naik, secepat itu pula karirnya merosot tajam karena dia dan Charles sama-sama tertangkap kamera infotainment saat sedang makan malam berdua. Indiana dipecat perusahaan karena dianggap tidak bisa bersikap profesionalisme dengan klien. Dan Francis menuduhnya sebagai seseorang yang gila ketenaran yang membuatnya harus membatalkan pernikahan mereka. Indiana terpuruk, tapi dengan semangat dari Sara, Indiana bangkit kembali dan mendapat tawaran dari majalah Metro Woman untuk mengisi kolom Blues di majalah mereka.
Novel ini lebih cocok masuk kategori chiclit sebenarnya. Indiana seperti gadis kebanyakan pada umumnya yang berharap meraih karir mapan dengan gaji setara dan pacar yang pengertian, yang mau mendengarkan pendapatnya juga. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Indiana harus melewati rintangan-rintangan terlebih dahulu sebelum mencapai apa yang diimpikannya. Walaupun terlihat lemah di depan Francis, tapi Indiana memiliki hati yang baik, tanpa dia sadari.
Sebelumnya, aku sudah membaca beberapa review mengenai novel ini dan sebagian besar menyatakan kalau beberapa scene dari novel ini mirip dengan seri Shopaholic-nya Sophie Kinsella. Aku memang baru membaca satu serinya, dan yah memang aku mengakui ada beberapa scene yang mirip. Gosip yang menerpa Indiana membuatnya kehilangan pekerjaan, disalahkan Francis karena bisnisnya terancam dengan munculnya Indiana di berbagai acara gosip, Indiana yang pergi ke luar kota dan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan passionnya, dan Francis yang menemui Indiana di luar kota, kurang lebih mirip dengan apa yang menimpa Rebecca Bloomwood dalam Shopaholic Abroad. Tapi, terlepas dari kebetulan tersebut, aku suka dengan cara penulis bercerita di novel ini. Bahasa yang ringan dan segar, lucu, kocak dan kadang lebay benar-benar menghibur. Yang mencari bacaan ringan tapi tidak membosankan, boleh memilih novel ini. Tapi mungkin sudah agak susah nyarinya yah karena novel ini angkatan tuanya metropop hehehe. Semoga kalau terbit ulang bisa diperbaiki kekurangan novel ini terutama typo-nya.
3 of a 5 Stars

DIMI IS MARRIED by RETNI SB

Diposting oleh Mellisa Assa di 11:48:00 AM 1 komentar

Walaupun belum lama mengenal Garda, Dimi yain perkawinannya dengan lelaki itu akan berjalan baik. Dan Garda memang tampil layaknya suami idaman. Baik hati, penuh perhatian, keren, romantis, dan selalu memenuhi segala kebutuhannya, lahir-batin. Padahal mereka berdua menikah karena perjodohan cara kilat. Dimi merasa beruntung menjadi Cinderella abad ini.
Tapi kemunculan Donna yang tiba-tiba sungguh telah menjungkirbalikkan harapan dan mimpi-mimpi Dimi. Ternyata model jelita itu pacar Garda.
Dimi baru sadar, Garda tak pernah memperkenalkan dirinya ke lingkungan lelaki itu. Garda juga tak pernah menuntut macam-macam dari dirinya sebagai istri. Bahkan Garda tak pernah melarang aktivitas apa pun yang dilakukan Dimi. Dimi jadi berpikir: cintakah lelaki itu kepadanya?
Kalau Garda tak pernah bisa mencintai dirinya, lalu apa cowok itu menerima perjodohan yang ditawarkan orangtua masing-masing? Toh dia tampan, kaya, sukses...sehingga dengan mudah mendapatkan perempuan mana pun yang diinginkannya.
Rencana apa yang sebetulnya sedang dilakukan Garda?

Judul: Dimi Is Married
Penulis: Retni SB
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
ISBN: 978-979-22-6277-3
Tahun Terbit: 2011
Tebal: 384 Halaman
Genre: Romance

Di usianya yang ke-31, Garda, Direktur Marketing Pulp&Paper Utamaraya, calon Presiden Direktur, belum juga menunjukkan tanda-tanda akan menikah atau bahkan serius dalam menjalin hubungan dengan perempuan. Banyak perempuan yang memohon-mohon padanya untuk tidak meninggalkan mereka. Garda masih suka clubbing, hang out dengan teman-temannya dan belum berpikir untuk menikah. Kebiasaan hura-huranya membuat Danu, sang ayah, memutuskan untuk menjodohkannya dengan Dimi, anak sahabat Danu. Berusaha menolak, tapi Garda tak berdaya saat dipaksa berkunjung ke rumah keluarga Dimi, bahkan saat sang ayah terang-terangan mengajukan usul untuk menjodohkan Garda dan Dimi, dia hanya bisa terdiam. Ditambah saat melihat sosok Dimi yang berbadan mungil dengan rambut kriwil menggantung dan tanpa tempelan merek-merek terkenal di tubuhnya, sangat berbeda jauh dengan mantan-mantan pacarnya. Tapi saat Rio, adik satu-satunya kembali setelah mengambil S2 di luar negeri dan masuk ke perusahaan, Garda mulai merasa terancam. Dia menginginkan kursi Presiden Direktur jatuh padanya, dan akan melakukan apapun agar posisi itu diberikan padanya. Termasuk menikahi Dimi, memanjakan Dimi, memberikan perhatian, menghadiahi Dimi dengan barang-barang mahal.
Dimi yang polos, jatuh cinta pada Garda. Bahkan dia sangat menikmati perhatian yang Garda berikan padanya. Meski sempat bertanya-tanya motif dibalik perjodohan ini, tapi Dimi tidak bisa menampik rasa bahagia yang menjalar ke seluruh tubuhnya. Sampai kemunculan Donna, mantan pacar Garda, ke apartemen Garda, perlahan membuka mata Dimi. Bahkan Garda masih bertemu Donna. Dimi pun sadar kalau Garda tidak mencintai dirinya. Dua kali kemunculan Donna di apartemen mereka membuat perasaan Dimi pada Garda berubah. Dimi memutuskan pergi dari apartemen Garda, keluar dari majalah tempatnya bekerja, dan pindah kerja ke stasiun TV, dimana dia menjadi host acara yang bertema lingkungan hidup. Saat itulah Garda sadar, kalau dia mulai merindukan Dimi dan kalau Dimi berbeda dengan mantan-mantan pacarnya yang artifisial. Garda memutuskan untuk mendekati Dimi lagi, untuk bersama dengan istrinya lagi. Dan kali ini dia yakin kalau dia mencintai Dimi. Tapi kabar buruk kemudian datang. Dimi dan Edgar, produser acara yang digawangi Dimi, hilang saat syuting acaranya di hutan Riau.

Lagi yah, ketemu dengan tema perjodohan yang mainstream, tapi beda karena yang menulis mbak Retni. Salah satu penulis favoritku, yang sudah punya ciri khas tersendiri pada setiap karyanya. Penulis yang sangat Indonesia sekali karena di setiap karyanya kita akan diajak jalan-jalan ke tempat-tempat indah di Indonesia yang masih jarang dikenal orang. Untuk novel Dimi Is Married, kita akan diajak jalan-jalan ke Riau. Kalau di Cinta Paket Hemat, mbak Retni sedikit menyentil mengenai Autisme Infatil, di novel ini mbak Retni menyentil mengenai lingkungan dan hutan-hutan yang mulai gundul karena sering ditebang untuk proses produksi.
Kalau biasanya di awal aku langsung hanyut dalam cerita, untuk novel ini aku agak bosan membaca bagian awalnya. Novel ini menggunakan multiple PoV, bercerita dari sudut pandang Garda dan Dimi. Aku agak bosan di awal karena dibuka dengan sudut pandang Garda. Pengusaha sukses, calon Presiden Direktur, ganteng, single, sudah berumur 31 tahun, tapi kekanakan. Benar-benar nggak sukaaaaaaaaa membaca semua pikiran negatif dan hinaan Garda ke Dimi sekalipun hanya dia ucapkan dalam hati. Aku kayak ikutan sakit hati dan nggak terima dengan cara Garda. Sementara Dimi dengan begitu polosnya langsung jatuh hati pada pesona Garda. Tapi makin ke tengah aku mulai suka dengan tokoh Garda. Mbak Retni benar-benar membuat Garda menerima balasan yang setimpal untuk segala hinaannya untuk Dimi dan niatnya menikahi Dimi. Tapi chemistry antara keduanya terjalin dengan baik. Untuk karakter pendukung, aku suka dengan Rio, adiknya Garda. Aku bahkan berharap kalau Rio juga jatuh cinta dengan Dimi. Tapi memang Rio hadir layaknya kompor gas untuk Garda yang jaim. Yang harus dipanas-panasi dulu baru sadar dengan perasaannya sendiri. Mendekati ending, Rio memang mulai menunjukkan perasaannya kalau dia menyukai Dimi, tapi aku nggak mengerti apakah dia memang benar-benar suka atau hanya untuk memanas-manasi Garda saja.
Sebenarnya isi novel ini dimulai dengan gaya tulisan, konflik, keseharian Gardan dan Dimi, dialog antara keduanya, hangatnya keluarga Dimi dan rasa sayangnya orangtua Garda ke Dimi, Rio dengan sifat suka memprovokasi perasaan Garda, tapi nasihat-nasihatnya yang bermutu, harusnya bisa membuat aku memberikan 4 bintang untuk novel ini. Tapi aku mengurangi 1 bintang saat kemunculan harimau, dan aku nggak mengerti apa yang terjadi antara Garda dengan si harimau. Dan endingnya juga jadi terburu-buru, bahkan siapa otak dibalik menghilangnya Dimi dan Edgar juga tidak diungkapkan.
Tapi selebihnya, novel ini layak direkomendasikan karena tidak hanya menjual kisah perjodohan dan percintaan, tapi mengajak kita juga untuk lebih mencintai dan menjaga lingkungan.
3 of a 5 Stars

15 Februari 2016

[REVIEW+INTERVIEW] CARRYING YOUR HEART by PIA DEVINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 12:07:00 PM 0 komentar

Judul: Carrying Your Heart
Penulis: Pia Devina
Penerbit: DIVA Press
Tahun Terbit: 2014
Tebal Buku: 249 Halaman
ISBN: 978-602-255-589-6
Genre: Romance

I was your home...and I wish I will always be your home. Tapi aku tahu, untuk saat ini...I'm no longer becoming your home.
Kirana Evalia selama ini hanya hidup bersama ibunya. Dalam hati, terpendam keinginan untuk bertemu dengan sang ayah. Hingga, ia menemukan buku harian tua mendiang ibunya. Di sana, tertulis nama sang ayah dan sebuah alamat di Belanda.
Kira sempat bertemu sang ayah meskipun dalam suasana yang tak menyenangkan. Di sana juga, ia mengenal Nathan dan membuatnya berpaling dari sang kekasih yang setia menunggu kepulangannya.
Dalam dilema batin yang Kira rasakan, sang kekasih mendapat beasiswa kuliah di Belanda. Mereka pun bertemu. Namun, Kira sadar, hatinya tak dapat berbohong terlalu lama. Rasa itu...

Kutipan favorit:
  • People said that there's nobody in this world who's having a perfect life. Setidaknya, mungkin ada satu hal atau masalah yang membuat hidup mereka tidak sempurna. Itu pun kalau beruntung bila ternyata tak ada masalah-masalah lain yang sedang mengantre untuk menghampiri. hal 30
  • Ada dua hati dan dua rasa yang perlu kujaga. Celakanya aku tidak tahu bagaimana caranya menjaga kedua hati tersebut dengan benar. Hal 48
  • Tapi aku nggak tahu apa yang sebenarnya hati aku inginkan, lagi pula...ada seseorang yang nggak bisa aku lepas pergi. Hal 50
  • Namun kami berdua sama-sama tahu, ada rasa lain yang menyelinap diam-diam di antara kebersamaan kami selama ini. Hal 51
  • Tapi aku tahu, aku bakalan baik-baik saja asalkan seseorang itu bahagia dengan hidupnya. Walaupun tanpa aku. hal 87
  • Momen ini, saat lelaki di hadapanku kemudian memelukku, sedetik berikutnya, aku menyadari...inilah rumahku yang kupunya selama ini. Hal 91
  • Pulang itu bukan berbicara tentang tempat...tapi dengan siapa kita berada. Hal 93
  • Mungkin kita memang harus berhenti di persimpangan jalan ini. I know where my heart goes, but I couldn't follow the path. Hal 232
Berlatar belakang kota Rotterdam, kita akan bertemu dengan Kirana Evalia. Gadis yang lahir di luar ikatan pernikahan, yang kemudian ditinggalkan sang ayah saat masih berada dalam kandungan karena sang ayah dijodohkan. Berbekal sebuah email, Kira berangkat ke Rotterdam dan menetap di sana demi bisa bertemu sang ayah. Tapi pertemuan pertama dengan sang ayah, menyisakan luka di hati Kira. Untung saja ada Nathan yang selalu membuatnya merasa terhibur. Kebersamaannya dengan Nathan menimbulkan rasa lain di hatinya yang mati-matian harus disangkalnya, karena Kira sudah punya Rendi. Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama 10 tahun, yang selalu ada untuknya dalam suka maupun duka. Saat Rendi menyusul ke Belanda untuk mengambil S2, Kira yakin kalau Rendi-lah rumahnya. Tapi dia juga tidak bisa menampik rasa kehilangan yang muncul tiba-tiba dalam hatinya. Rasa kehilangan akan sosok Nathan. Kira pun tahu, kalau dia tengah membohongi hatinya.
Aku suka cara Pia bertutur di novel ini. Aku jadi baper membaca kegalauan Kira, harus tetap bersama Rendi, atau mengikuti kata hati dengan berlari kepada Nathan. Rendi dan Nathan sama-sama lelaki yang sulit ditolak pesonanya. Keduanya seakan selalu ada saat Kira membutuhkan mereka berdua. Yah, kita memang nggak bisa men-judge pilihan Kira, karena jatuh cinta itu memang nggak pernah bisa kita tahu kapan datangnya. Tiba-tiba saja sudah jatuh cinta, walaupun sudah ada seseorang yang rela melakukan apa saja demi kebahagiaan kita. Bukan cuma mengangkat kisah romance saja, tapi Pia menyelipkan kisah anak yang lahir di luar ikatan pernikahan. Tentang luka hati, kekecewaan dan kerinduan Kira akan sosok sang ayah. Dan, aku selalu mengakui kepiawaian Pia dalam menulis cerita dengan alur maju mundur tanpa keteteran. Sampai mendekati ending aku tidak bisa menebak pilihan hati Kira, akan tetap bersama Rendi atau memilih Nathan. Dan aku bahkan tidak menduga kalau Pia akan memilih ending yang seperti itu.
Dari segi editingnya, aku kok melihat terlalu banyak nge-nya di novel ini? Aneh saja rasanya menemukan kata ngerasa, kenapa nggak merasa saja, dan ada beberapa kata yang harusnya berawalan me, diganti jadi nge. Aku juga menemukan beberapa dialog yang kalimatnya berulang. Contoh:
  • Aku lebih memilih untuk mengikuti tour travel ini karena tidak mungkin aku lebih memilih untuk pulang ke Rotterdam. Hal 172
  • Kami hanya datang ke sini dengan sebelumnya menonton film tentang tempat ini terlebih dahulu. Dan kurasa, tempat Nathan bekerja sudah terlebih dahulu meminta izin. Hal 173
Masih ada beberapa typo juga, tapi masih bisa diabaikan. Kita akan banyak jalan-jalan ke tempat-tempat di Rotterdam, Brussels dan Utretcht. Aku juga mengakui kepiawaian Pia dalam mendeskripsikan suatu tempat, seolah-olah Pia juga sudah pernah ke sana. Tapi endingnya kok menggantung siiiiiih? T.T
Hmmm, terlepas dari endingnya yang menggantung, aku merekomendasikan novel ini untuk dibaca semua kalangan. Yang sedang mencari bacaan ringan tapi bikin baper, novel ini bisa dijadikan pilihan karena bisa dilahap dalam sekali duduk.
3 of a 5 Stars
===

Untuk BBI Posting Bareng bulan ini, aku memilih review Carrying Your Heart plus interview penulisnya. Sudah lama memang aku berniat untuk kepo-in Pia, karena Pia sangat produktif dalam melahirkan sebuah novel. Dan kalau aku nilai dari gaya menulisnya, Pia sepertinya orang yang sabar dan rapih. Tulisannya selalu rapih sih, dan walaupun sering menggunakan alur maju mundur, tapi nggak keteteran dan bikin bingung pembaca. Dan pertanyaan-pertanyaan aku setidaknya mewakili rasa kecintaan Pia dalam dunia menulis. Nah, yang mau kenalan sama Pia, ini profil singkatnya Pia:
Perempuan kelahiran 1 Februari 1988 yang tengah meniti karir di Industri Farmasi bagian Quality Management. Ibu dari satu orang anak ini memiliki hobi membaca, menulis, dengar musik dan nonton drama Korea. Penulis favoritnya adalah Sophie Kinsella, Ika Natassa, Alia Zalea. Novel-novelnya yang sudah terbit antara lain:
Novel solo: Dark Memories (2015), Kata Dalam Kotak Kaca (2015), The Wedding Plan (2015), Two Lost Souls (2015), Weh (2014), Deep Down Inside (2014), Carrying Your Heart (2014), Love Lock (2014), Beautiful Sorrow (2014), (Un)Broken Wings (2013), Menjagamu (2013).
Novel duet dan antalogi yang sudah terbit: Heartsick (2015), Senja Yang Mendadak Bisu (2015), Januari: Titik Balik (2015), Gadis 360 Hari Yang Lalu (2014), Curhatku Untuk Semesta (2013), Curhat LDR (2013), True Love Stories (2013).
Itu dia profil singkatnya Pia. Kelihatan kan produktifnya Pia gimana, satu tahun berhasil menerbitkan 4-5 novel. Yang ingin mengenal Pia lebih dekat, ini dia interview aku dengan Pia lewat Whatsapp dan Email.

Q: Pertama kali kamu sadar punya bakat menulis itu kapan? Dan masih ingat nggak tulisan pertama kamu tentang apa?
A: Sejak SMP kalau nggak salah. Gara-gara sering disuruh nyari unsur intrinsik dan ekstrinsik cerita sama Bu Guru mata pelajaran Bahasa Indonesia, ditambah lagi seneng baca-baca novel, juga suka nulis diary hehehe, jadi deh mulai nyoba nulis cerita. Waktu pertama kali, nulis tentang anak-anak panti asuhan. Ditulis tangan. Tapi sayang, lupa bukunya disimpen di mana :(

Q: Ide-ide tulisan biasanya terinspirasi darimana dan dan siapa role model kamu dalam menulis?
A: Darimana aja, nggak spesifik. Role model...hmm, penulis-penulis yang produktif, lokal maupun luar. Mereka menginspirasi buat rajin nulis.

Q: Tahun 2014-2015 mungkin jadi tahun terproduktif kamu karena berhasil menerbitkan beberapa novel dalam jarak waktu sangat dekat. Bisa share nggak pengalaman kamu dari mulai proses menulis sampai naik cetak, dan giman perasaan kamu saat itu?
A: Memang agak kewalahan karena selain nulis atau terusin naskah baru, mesti revisi naskah yang lagi proses ke penerbit. Tapi, saya menikmati prosesnya. Dan capeknya terbayar saat novel-novel saya itu terbit. Untuk prosesnya saya bikin premis, sinopsis, dan outline cerita. Dari sana lanjut ngegarap naskahnya, kirim ke penerbit. Setelah menunggu dan ternyata disetujui, revisi sana-sini berdasarkan evaluasi dari editor. Kirim lagi, tunggu kabar, kalau sudah oke, dikirimin contoh cover. Setelah itu bersabar sampai novelnya "lahiran" :)

Q: Dari seluruh novel kamu yang sudah terbit, novel mana yang jadi favorit kamu dan novel mana yang penulisannya paling ribet?
A: Favorit saya Love Lock, karena saya jadi tenggelam sendiri dalam ceritanya, haha. Kalau paling ribet, Dark Memories. Itu naskah pertama yang saya buat dengan setting Korea Selatan.

Q: Siapa orang yang paling berjasa dalam karir kamu sebagai penulis?
A: Mantan pacar yang sekarang jadi suami. Hehehe, dia nyemangatin saya terus dari zaman dulu, buat mengejar mimpi saya jadi penulis.

Q: Kalau ditantang menulis novel selain genre romantis, genre apa yang akan kamu pilih dan kenapa pilih genre tersebut?
A: Thriller kali, ya. Lebih ada bayangan mau ceritain apa dan suka sama cerita-cerita berbau misterius (bukan horor).

Q: Bagi tips dong dalam membagi waktu antara menulis, membaca, menjalankan profesi utama, sekaligus menjadi ibu dan istri? Boleh dibagi juga tips mengatasi writer's block.
A: Rajin nyicil nulis. Curi-curi waktu di tengah aktivitas lain. Dan, bikin target buat diri sendiri. To be very honest, saya bukan penganut writer's block. Memang ada kalanya kesulitan nyari ide, tapi saya nggak mau ngemanjain "kesulitan" itu jadi perkara berkepanjangan. Jadi, biasanya saya gencar nyari idenya. Banyak hal di sekitar kita yang bisa kita jadikan ide, kok.

Q: Apa impian kamu sebagai seorang penulis yang belum tercapai?
A: Tulisan saya dijadikan film, hehehe. Entah film televisi, ataupun layar lebar :D

Q: And last but not least, masih dalam suasana hari kasih sayang. Apa makna valentine bagi seorang Pia Devina?
A: Valentine may be a day for having a quality time with family. Walaupun sesungguhnya, quality time ini juga dilakukan setiap hari :)

Nah, itu dia hasil kepoan aku ke Pia. Aku mengucapkan banyak terima kasih karena Pia sudah meluangkan waktu untuk menjawab pertanyaan aku dan membagi pengalamannya dalam dunia menulis. Semoga karir Pia makin bagus dan makin produktif dalam menghasilkan karya-karya selanjutnya. And Happy Valentine's Day :)

 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor