Tampilkan postingan dengan label STPC. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label STPC. Tampilkan semua postingan

3 Maret 2016

LONDON: ANGEL by WINDRY RAMADHINA

Diposting oleh Mellisa Assa di 5:47:00 PM 1 komentar
I fell in love with you. I don't know how, I don't know why, I just did.


Ke London, penulis membawa kisah seorang Gilang yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Ning. Bertahun-tahun Gilang memendam perasaannya, sampai keempat sahabatnya menantangnya ke London dan menyatakan cinta pada Ning.
Jangan menunda. Jangan habiskan separuh hidupmu untuk menunggu waktu yang tepat. Seringnya, saat kau sadar, waktu yang tepat itu sudah lewat. Kalau sudah begitu, kau cuma bisa menyesal.
Jadilah Gilang nekat menuju London, mengambil cuti selama delapan hari untuk mengejutkan Ning. Tapi sayang, Ning tidak berada di tempat. Ning tengah ke luar kota. Gilang pun memutuskan untuk berjalan-jalan menyusuri sungai Thames dan berdiri di bawah London Eye, membuatnya bertemu seorang gadis cantik dengan rambut ikal. Gilang menjulukinya Goldilocks. Gadis misterius yang membuatnya berani menaiki London Eye, yang muncul disaat hujan, dan menghilang disaat hujan berhenti. Malaikat, kata orang-orang tentang sosok yang muncul saat hujan dan menghilang saat hujan reda.
Ning muncul beberapa hari kemudian dan sangat bahagia dengan kedatangan Gilang. Bersama Ning, Gilang menyusuri Fitzrovia. Masuk keluar galeri seni dan menikmati kebersamaannya dengan Ning. Gilang tidak tahan lagi, ingin mengutarakan perasaannya. Terlebih saat dia menyadari ada yang berbeda dengan sinar mata Ning saat dia bertemu dengan salah seorang seniman. Dan meluncurlah pengakuan dari mulut Gilang. Terbalaskah perasaan Gilang? 

Ini nggak enaknya kalau meresensi buku yang sudah dibaca berhari-hari yang lalu. Kadang lupa dengan nama-nama tokoh pendukung dalam cerita. Tema friendzone diangkat penulis dalam novelnya ini. Dan seperti yang sudah-sudah, terjebak friendzone itu nggak enak. Nggak enak kalau cuma salah satu yang jatuh cinta. Dan aku senang kali ini karena yang jatuh cinta pihak cowoknya bukan si cewek. Bercerita dari sudut pandang seorang Gilang yang menggalau bertahun-tahun. Berkali-kali ingin menyatakan cinta pada Ning, tapi meragu. Sekalinya menyatakan cinta, ehh si Ning malah nggak mendengar jelas karena suara ribut-ribut di belakang mereka. Puk-puk Gilang, yang sabar yah?
Tapi, jujur, aku nggak terlalu tertarik dengan kejelasan hubungan Gilang dan Ning. Sudah kebaca dengan jelas dari awal. Aku malah penasaran dengan si Goldilocks. Beneran malaikatkah dia? kalau beneran iya, mungkin dia malaikat pembawa cinta yang membuat Gilang harus jauh-jauh ke London dulu untuk mendapatkan cintanya. Bisa dibilang ceritanya jadi menarik karena ada si Goldilocks ini. Novel ini juga jadi makin berwarna dengan kisah Ny. Elis (kalau nggak salah itu namanya) pemilik penginapan tempat Gilang menginap.
Dan dari semua tema friendzone atau jatuh cinta dengan sahabat sendiri yang sudah aku baca, aku menarik satu kesimpulan. Ribet. Untung saja tidak pernah mengalaminya. Nggak enak bangetlah rasanya yah? Tiap hari dibuat bertanya-tanya terus, dia cinta juga nggak yah? Pengen nyatain cinta, tapi khawatir bertepuk sebelah tangan dan jadi canggung. Tapi, nggak dinyatain malah jadi berakar dalam hati dan mengakibatkan gagal move on. Harus segera ikut caranya Gilang nih. Kalau pun patah hati, setidaknya bisa cepetan move on.
Untuk keseluruhan ceritanya, gaya menulis mbak Windry masih seenak dan semengalir seperti biasanya, tema beda, karakter beda, latar belakang cerita beda dengan novel-novelnya yang lain. Jadi, sampai ke novel ke-5 penulis yang sudah aku baca, aku belum bosan dengan gaya menulisnya. Dan yang mengincar STPC, aku merekomendasikan novel yang satu ini, terutama buat kalian yang jatuh cinta dengan tema sahabat jadi cinta atau jatuh cinta dengan sahabat sendiri. Abaikan saja Gilang yang terlalu menye-menye, namanya juga lagi jatuh cinta :D

Judul: London Angel
Penulis: Windry Ramadhina
Editor: Gita Romadhona
Penerbit: Gagas Media
Tahun Terbit: 2013
Genre: Romance

4 of a 5 Stars

PARIS: ALINE by PRISCA PRIMASARI

Diposting oleh Mellisa Assa di 4:56:00 PM 0 komentar

Judul: Paris Aline
Penulis: Prisca Primasari
Penerbit: Gagas Media
ISBN: 979-780-577-8
Tahun Terbit: 2012
Tebal Buku: 214 halaman;13x19 cm
Genre: Romance
Kategori: Fiksi, STPC

Pembaca tersayang,
Dari Paris, sepotong kisah cinta bergulir, merupakan racikan istimewa dari tangan terampil Prisca Primasari yang sudah dikenal reputasinya dengan karya-karya sebelumnya Eclair, Beautiful Mistake dan Kastil Es Dan Air Mancur Yang Berdansa.
Ini tentang sebuah pertemuan takdir Aline dan seorang laki-laki bersama Sena. Terlepas dari hal-hal menarik yang dia temukan di diri orang itu, Sena menyimpan misteri, seperti mengapa Aline diajaknya bertemu di Bastille yang jelas-jelas adalah bekas penjara, pukul 12 malam pula? Dan mengapa pula laki-laki itu sangat hobi mendatangi tempat-tempat seperti pemakaman Pere Lachaise yang konon berhantu?
Setiap tempat punya cerita.
Dan inilah sepotong kisah cinta yang kami kirimkan dari Paris dengan prangko yang berbau harum.

Enjoy the journey,
EDITOR

Hidup Aline tadinya biasa-biasa saja. Mahasiswa S2 yang kuliah di jurusan yang tidak dia minati sama sekali hanya demi mewujudkan keinginan almarhum ayahnya. Bekerja part time di bistro Lombok, salah satu bistro yang menjual makanan khas Indonesia. Jatuh cinta pada salah satu koki yang bernama Putra tapi kemudian diberi nama julukan ubur-ubur saat Putra pacaran dengan Julie, koki bule lainnya. Hidup Aline berubah saat mengenal Sena setelah tanpa sengaja menemukan keramik yang dibuang dan ada namanya Sena. Lelaki eksentrik yang selalu terlihat ceria. Yang dua kali membatalkan rencana pertemuan mereka di Bastille, lokasi yang dulunya adalah bekas penjara, dan tengah malam pula, saat Aline akan mengembalikan keramik yang dia temukan. Awalnya Aline menganggap Sena laki-laki aneh, dengana impiannya menjadi sutradara, selalu memakai syal bertumpuk, mengunjungi Pere Lachaise seperti sedang mengunjungi pulau Maldive, dan mulutnya yang terkadang kejam. Aline pun tahu potensi apa yang dia miliki berkat celetukan Sena. Dari Sena pula Aline tahu perasaan suka yang dipendam Eza, tetangga flatnya. Kehadiran Sena yang awalnya mengganggu, menjadi sebuah kehilangan dan rasa penasaran saat Sena tak menampakkan batang hidungnya selama berhari-hari. Rasa penasaran terjawab saat suatu hari Aline bertemu dengan Sena yang tergesa-gesa menitipkan beberapa keramik padanya. Masih dengan banyaknya pertanyaan yang berkeliaran dalam kepalanya, Aline tiba-tiba melihat Sena yang diseret oleh seorang perempuan Prancis paruh baya. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Sena? Aline mendapatkan jawaban setelah menemui kakak kandung Sena. Dan kali ini Aline bertekad untuk 'membebaskan' Sena.

Paris ini kalau nggak salah adalah seri pertama STPC. Aku selalu suka gaya menulis Prisca, dan masih tetap suka gaya menulisnya di novel ini. Dialognya ringan dan lucu. Nggak bakalan dibuat bosan dengan cara penulis bercerita. Tahu-tahu aja kita sudah hampir mendekati halaman akhir. Cara penulis mendekatkan Aline dan Sena juga terbilang unik. Aku nggak terlalu merasa asmaranya terlalu meletup-letup, tapi chemistry antara keduanya sangat kerasa. Untuk setting Paris-nya, penulis memilih tempat-tempat yang tidak biasa. No Eiffel, Louvre or Arch de Triumphe (mudah-mudahan nggak salah tulis), tapi penulis malah memilih Bastille yang bekas penjara dan Pere Lachaise. Nggak kebayang deh sabarnya Aline, tiga hari berturut-turut diajak ketemuan di Bastille, jam 12 malam pula, dan selama dua hari berturut-turut dibatalkan janjinya. Untuk karakter pendukung, aku menyukai si Ezra (eh atau Eza yah). Berharap Prisca akan menuliskan kisahnya sendiri di novelnya yang lain :)

4 of a 5 Stars
 

Mells Book's Shelves © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor